Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Nasabah Indonesia Transfer Rp 18.9 T ke Singapura, Wajarkah?

Nasabah Indonesia Transfer Rp 18.9 T ke Singapura, Wajarkah?

9 Oktober 2017 | Dibaca : 721x | Penulis : Rindang Riyanti

Pada akhir tahun 2015, terjadi transfer dana sebesar Rp 18,9 triliun dari seorang nasabah Indonesia dari Guernsey (Inggris) ke Singapura. Hal ini sebelum Guernsey menerapkan peraturan pelaporan global untuk data pajak, Common Reporting Standard, pada awal 2016, seperti laporan BBC mengutip Bloomberg. Kini, regulator keuangan di Eropa dan Asia Tengah sedang menyelidiki Standard Chartered terkait transfer tersebut.

Apakah wajar transfer dana dengan jumlah sebesar itu?

Berdasarkan penjelasan dari Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, perpindahan dana antar bank dengan nilai triliunan memang bisa dilakukan oleh nasabah pribadi, namun hal ini berpotensi memicu kecurigaan pihak bank. Perpindahan dana sebesar itu memang wajar bila dilakukan atas nama perusahaan, tapi berbeda jika dilakukan nasabah pribadi.

"Sebenarnya transfer sebesar itu bisa dilakukan (atas nama pribadi). Tapi kan profilenya mencurigakan," kata Prastowo, Jakarta, Sabtu (7/9/2017).

Prastowo menambahkan, ada dua kemungkinan bila transfer itu dilakukan atas nama pribadi.

Kemungkinan yang pertama adalah nasabah tersebut merupakan pengusaha yang sangat kaya. Kemungkinan kedua, dana tersebut merupakan hasil tindak kejahatan.

"Kalau company kan wajar ya dia misalnya utang dipindahkan. Kalau orang pribadi kan transfer uang triliunan itu kemungkinannya hanya dua, dia pengusaha yang sangat kaya atau dia multikoruptor. Kemungkinannya kan cuma dua itu. Kalau orang pribadi kan, kalau usahanya benar ngapain harus sembunyi-sembunyi. Jadi sangat janggal," tutur Prastowo.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Standard Chartered terkait temuan itu.

"Mereka lapor kok, Stanchart ke kita, kasih tahu suruh ikut betulin SPT-nya," ujar Ken di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/10/2017).

Akan tetapi Ken enggan menyebutkan siapa sebenarnya  nasabah tersebut. Yang jelas, Ken menegaskan sudah berkoordinasi dengan pihak Stanchart.

Sementara itu, Direktur P2 Humas Pajak, Hestu Yoga Saksama, menambahkan Ditjen Pajak akan merespons laporan pihak Stanchart itu. Hestu Yoga menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menjelaskan motif dibalik transfer dalam jumlah besar ke Singapura yang terjadi di akhir 2015 itu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bang Yos: Pasangan Anies-Sandi Memiliki Sikap Rendah Hati
19 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengunjungi Sutiyoso atau Bang Yos di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (19/6). ...
Tanpa Lelah, Sumarsi Minta Presiden Jokowi Segera selesaiakan Kasus HAM
9 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Perempuan berbadan mungil dan berambut putih itu tengah menuntut keadilan Presiden Joko Widodo untuk mengadili pembunuh anaknya. Sebelum menuntut ...
Perhatikan Selang Waktu Antara Kelahiran Pertama dan Kedua pada Kelahiran Prematur
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Dalam sebuah penelitian yang akan dipresentasikan dalam sesi pertemuan tahunan Society for Maternal-Fetal Medicine, The Pregnancy Meeting ™, di San ...
 Hal ini yang Membuat Seorang Pria Tergila – Gila Kepada Seorang Wanita
14 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Sebagai Wanita, pernahkah Anda berfikir bagaimana cara menaklukan hati Pria? Bagimana agar pria yang kita sukai dapat tertarik kepada kita? ...
Buntut Kasus First Travel, 178 Warga Sumsel Gagal Umroh
7 November 2017, by Admin
Tampang.com - Dicabutnya izin PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) berbuntut panjang. Banyak jemaah yang sudah mendaftar jadi korban. Mereka gagal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab