Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Menristekdikti Kumpulkan Rektor dan Direktur PTN Se-Indonesia, Berpesan Agar Rektor Mengawasi Materi Ceramah di Kampus Selama Ramadhan

Menristekdikti Kumpulkan Rektor dan Direktur PTN Se-Indonesia, Berpesan Agar Rektor Mengawasi Materi Ceramah di Kampus Selama Ramadhan

16 Mei 2018 | Dibaca : 234x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

 Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhamamad Nasir menghimpun dan mengadakan pertemuan dengan rektor dan direktur perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia pada Rabu (16/5). Pada kesempatan itu, Natsir berpesan kepada para rektor agar mengawasi materi ceramah di kampus-kampus sepanjang bulan Ramadhan ini.

"Saya memberikan pesan khusus kepada para rektor. Pertama terkait kegiatan-kegiatan dalam menghadapi Ramadhan. Dalam menghadapi Ramadhan ini saya ingin kampus betul-betul menjadi rujukan untuk kedamaian. Kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan. Dalam hal ini jangan sampai terjadi radikalisme dan intoleransi," tuturnya di Kantor Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta Selatan.

Natsir juga mengimbau para penceramah khususnya yang akan ceramah di kampus-kampus agar menyampaikan materi atau pesan perdamaian. Dalam artinya jangan sampai materi ceramah yang berisi intoleransi.

"Dalam bulan Ramadhan ini saya meminta penceramah-penceramah memberikan pencerahan. Bisa memberi kedamaian dan ketenangan pada seluruh warga di kampusnya masing-masing. Semua yang melakukan (ceramah) jangan sampai mengacu pada intoleransi," tegas Natsir.

Natsir menambahkan jika ada pihak kampus baik dosen maupun mahasiswa yang melakukan tindakan intoleransi di kampus, maka rector diinstrusikan untuk segera mengambil tindakan. Rector diminta memberi peringatan, jika tidak berhasil maka yang bersangkutan harus dipisah.

"Intoleransi baik dari dosen maupun mahasiswa jangan sampai terjadi dan apabila terjadi segera diberikan peringatan dan segera dipindah," jelasnya.

Organisasi dakwah kampus juga harus didampingi para dosen sehingga tetap pada jalurnya. Hal ini untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme yang disebarkan melalui organisasi dakwah kampus.

"Harus didampingi para dosen," tegasnya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pesona Para Duda DiMata Selebriti Yang Masih Belum Mengalami Menikah
17 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Belakangan ini banyak sekali selebriti perempuan tanah air yang masih gadis atau belum pernah , menikah dengan seorang duda, bahkan kayaknya ...
Asal Genus Manusia Mungkin telah Terjadi Secara Kebetulan
19 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com - Sebuah klaim yang sering dikutip bahwa manusia, yang lebih pintar dan lebih berteknologi maju daripada nenek moyang mereka, yang berasal sebagai ...
Inikah Alasan Guru Ponpes Ibnu Mas’ud Membakar Umbul-Umbul Merah Putih?
23 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-72 silam. Terjadi fenomena yang menggemparkan warga Desa Sukajaya. Pasalnya, salah satu guru di pondok pesantren ...
WhatsApp Media Sosial yang Lagi naik Daun
16 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com-Siapa yang tidak kenal dan tahu tentang WhatsApp..? belakanggan ini  WhatsApp telah menjadi idola dalam kelas media social. Mulai yang tua ( ...
Andrea Dovizioso Khawatir Tidak Akan Bisa Menampilkan Penampilan Terbaiknya di MotoGP AS
19 April 2018, by Rachmiamy
Di seri perdana MotoGP 2018, pembalap tim Ducati Corse asal Italia, Andrea Dovizioso mendapat hasil yang sangat memuaskan. Memulai balapan dari posisi kelima, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman