Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Mahasiswa Itenas Ciptakan Mobil Listrik

Mahasiswa Itenas Ciptakan Mobil Listrik

16 November 2017 | Dibaca : 1199x | Penulis : Admin

Tampang.com – Mahasiswa Itenas menciptakan kendaraan roda empat berteknologi listrik yang diberi nama Evhero. Mobil listrik itu menjadi salah satu karya anak bangsa untuk mengikuti perkembangan teknologi otomotif.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku terkesan dengan produk mobil listrik tersebut. Sebab, banyak karya anak bangsa yang punya kualitas bagus namun kadang tak mendapat panggung di negeri sendiri.

”Setelah saya coba tadi, suaranya tidak berisik malahan hampir tidak terdengar. Dan saya coba keliling barusan, kendaraannya nyaman,” ujar Ridwan Kamil usai Evhero bersama Rektor Itenas Imam Aschuri serta Head of Research Team Tarsisius Kristyadi di Kampus Institut Teknologi Nasional (Itenas), kemarin (15/11).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku, sangat mendukung segala bentuk inovasi berbasis teknologi. Salah satunya mobil listrik.

”Saya punya kegelisahan. Saya ke Jerman semua buatan Jerman, bangunan, motor, piring, kulkas. Kemudian ke  Jepang, semua buatan Jepang, ke Tiongkok apalagi. Di Korsel pemerintahnya pro produk lokal. Kesimpulannya political will, keinginan,” ujarnya.

Hal sebaliknya terjadi di Indonesia. Ketika ditanya top of mind produk Indonesia yang membanggakan di bidang teknologi, maka pertanyaan itu jadi bumerang. ”Motor yang dipakai buatan Jepang, India, dan Cina. Handphone Anda setengahnya merek Korea,” urainya.

Dia memerinci, Indonesia saat ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Namun, Indonesia belum sepenuhnya menjadi raja di daerahnya sendiri. ”Kita bangsa pembeli bukan produsen. Sebab, bangsa sendiri tidak mendapat panggung di negeri sendiri. Padahal orang kita ini pintar-pintar,” ungkapnya.

Di samping itu, kata dia, setiap terobosan kerap berbenturan dengan regulasi. Termasuk soal aturan mobil listrik. Kondisi ini yang kemudian menyeret Dahlan Iskan bermasalah di mata hukum. Makanya, dia berharap mobil listrik buatan Itenas tak hanya dipamerkan dalam bingkai foto, tapi bisa diperlihatkan di jalanan.

”Saya sebagai pihak yang jadi negara (wali kota) kewenangan saya dibatasi. Saya boleh ambil keputusan 70 persen secara hukum otonomi, 30 persennya harus lapor gubernur dan pemerintah pusat,” tuturnya.

Dengan alasan itu, maka tak ayal mobil Itenas pun belum sepenuhnya bisa bebas berkeliaran di Kota Bandung. Emil mengaku, tak mau jika masalah mobil listrik Itenas akhirnya malah berpolemik di kemudian hari.  ”Memang selalu ada dinamika,” ungkapnya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah dapat membuka mata dan memberi panggung seluas-luasnya terhadap karya anak bangsa.

Sementara itu, Head Of Research Team Itenas Tarsisius Kristyadi menyampaikan, Evhero ini berjenis crossover, dipilih karena merupakan tipe yang sesuai dengan kondisi alamiah di Indonesia yang berbatu, berkelok, bervariasi dan tidak selalu mulus. Selain itu, mobil Evhero pun berbentuk kompromi antara SUV dan kendaraan keluarga.

”Evhero khusus didesain untuk orang yang menggemari adventure tetapi ingin tetap gaya di kota. Sehingga ini bisa melintas kemana saja,” jelasnya.

Ditambahkan Tarsisius, kendaraan yang berkapasitas 5 orang dan kecepatan maksimal 70 kilometer per jam tersebut memiliki kekuatan listrik selama 2 jam.

Ditambahkan Tarsisius, kelebihan mobil tersebut selain dalam hal lingkungan maupun bahan bakar, usia baterai yang cukup lama yaitu 25 tahun. ”Meskipun harganya cukup mahal, tetapi mobil ini kuat dan awet dibandingkan dengan mobil mobil konvensional lainnya,” tandasnya.

Disinggung mengenai musim hujan yang saat ini sedang berlangsung, dirinya menjamin bahwa kendaraan listrik itu jika tekena air tidak akan konslet. ”Sebab, komponen listrik tersebut di-cover khusus supaya tidak konslet jika terkena air,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Museum Batik Pekalongan Semakin Nyentrik dan Dilirik Banyak Wisatawan
23 Mei 2018, by Maman Soleman
Kota Pekalongan Jawa Tengah mendapat julukan sebagai Kota Batik atau City Of Batik and Creativity di pesisir utara Jawa. Sejarah panjang telah mencatatnya. ...
"Tidak Perlu Panik", Gubernur Guam Mengatakan  ini Setelah Ancaman Korut
10 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com - Gubernur Guam meyakinkan warga pada hari Rabu setelah Korea Utara menyarankan pulau itu sebagai target serangan rudal. Pulau Samudra Pasifik ...
avenger
27 April 2017, by herline
Film Avenger kali ini dibuat panjang, dibuat sampai 2 film, setahun sekali. Pemain-pemainnya pun mengerahkan banyak superhero dari Marvel. Pasti pencinta film ...
PUPR Datangkan Pompa, Pengeruk Lumpur dan Teknologi Lain untuk Atasi Kali Item
27 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Mungkin publik bertanya-tanya, kenapa Pemprov DKI akhir-akhir ini hanya fokus pada pembersihan Kali Sentiong atau Kali Item saja? Apakah kondisi kali-kali di ...
ormas kristen
13 Mei 2017, by Tonton Taufik
Apakah benar Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia mengirimkan surat seperti ini? Jika ini benar, maka ada suatu keanehan, sebuah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab