Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Mahasiswa Itenas Ciptakan Mobil Listrik

Mahasiswa Itenas Ciptakan Mobil Listrik

16 November 2017 | Dibaca : 926x | Penulis : Admin

Tampang.com – Mahasiswa Itenas menciptakan kendaraan roda empat berteknologi listrik yang diberi nama Evhero. Mobil listrik itu menjadi salah satu karya anak bangsa untuk mengikuti perkembangan teknologi otomotif.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku terkesan dengan produk mobil listrik tersebut. Sebab, banyak karya anak bangsa yang punya kualitas bagus namun kadang tak mendapat panggung di negeri sendiri.

”Setelah saya coba tadi, suaranya tidak berisik malahan hampir tidak terdengar. Dan saya coba keliling barusan, kendaraannya nyaman,” ujar Ridwan Kamil usai Evhero bersama Rektor Itenas Imam Aschuri serta Head of Research Team Tarsisius Kristyadi di Kampus Institut Teknologi Nasional (Itenas), kemarin (15/11).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku, sangat mendukung segala bentuk inovasi berbasis teknologi. Salah satunya mobil listrik.

”Saya punya kegelisahan. Saya ke Jerman semua buatan Jerman, bangunan, motor, piring, kulkas. Kemudian ke  Jepang, semua buatan Jepang, ke Tiongkok apalagi. Di Korsel pemerintahnya pro produk lokal. Kesimpulannya political will, keinginan,” ujarnya.

Hal sebaliknya terjadi di Indonesia. Ketika ditanya top of mind produk Indonesia yang membanggakan di bidang teknologi, maka pertanyaan itu jadi bumerang. ”Motor yang dipakai buatan Jepang, India, dan Cina. Handphone Anda setengahnya merek Korea,” urainya.

Dia memerinci, Indonesia saat ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Namun, Indonesia belum sepenuhnya menjadi raja di daerahnya sendiri. ”Kita bangsa pembeli bukan produsen. Sebab, bangsa sendiri tidak mendapat panggung di negeri sendiri. Padahal orang kita ini pintar-pintar,” ungkapnya.

Di samping itu, kata dia, setiap terobosan kerap berbenturan dengan regulasi. Termasuk soal aturan mobil listrik. Kondisi ini yang kemudian menyeret Dahlan Iskan bermasalah di mata hukum. Makanya, dia berharap mobil listrik buatan Itenas tak hanya dipamerkan dalam bingkai foto, tapi bisa diperlihatkan di jalanan.

”Saya sebagai pihak yang jadi negara (wali kota) kewenangan saya dibatasi. Saya boleh ambil keputusan 70 persen secara hukum otonomi, 30 persennya harus lapor gubernur dan pemerintah pusat,” tuturnya.

Dengan alasan itu, maka tak ayal mobil Itenas pun belum sepenuhnya bisa bebas berkeliaran di Kota Bandung. Emil mengaku, tak mau jika masalah mobil listrik Itenas akhirnya malah berpolemik di kemudian hari.  ”Memang selalu ada dinamika,” ungkapnya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah dapat membuka mata dan memberi panggung seluas-luasnya terhadap karya anak bangsa.

Sementara itu, Head Of Research Team Itenas Tarsisius Kristyadi menyampaikan, Evhero ini berjenis crossover, dipilih karena merupakan tipe yang sesuai dengan kondisi alamiah di Indonesia yang berbatu, berkelok, bervariasi dan tidak selalu mulus. Selain itu, mobil Evhero pun berbentuk kompromi antara SUV dan kendaraan keluarga.

”Evhero khusus didesain untuk orang yang menggemari adventure tetapi ingin tetap gaya di kota. Sehingga ini bisa melintas kemana saja,” jelasnya.

Ditambahkan Tarsisius, kendaraan yang berkapasitas 5 orang dan kecepatan maksimal 70 kilometer per jam tersebut memiliki kekuatan listrik selama 2 jam.

Ditambahkan Tarsisius, kelebihan mobil tersebut selain dalam hal lingkungan maupun bahan bakar, usia baterai yang cukup lama yaitu 25 tahun. ”Meskipun harganya cukup mahal, tetapi mobil ini kuat dan awet dibandingkan dengan mobil mobil konvensional lainnya,” tandasnya.

Disinggung mengenai musim hujan yang saat ini sedang berlangsung, dirinya menjamin bahwa kendaraan listrik itu jika tekena air tidak akan konslet. ”Sebab, komponen listrik tersebut di-cover khusus supaya tidak konslet jika terkena air,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Tipe Teman yang Perlu Kamu Waspadai dan Jangan Jalin Hubungan Terlalu Dekat
9 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memiliki teman merupakan suatu hal yang posifit dan penting untuk kita, yang mana sebagai makhluk social dan tidak bisa hidup sendiri, tentu saja kita perlu ...
Sayang Usus? Yuk Makan Brokoli
17 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Dalam sebuah penelitian, ketika tikus makan brokoli dengan makanan rutin mereka, mereka lebih mampu menoleransi masalah pencernaan seperti gejala usus dan ...
Masih Sariawan? Bahan Alami Ini Bisa Bantu Sembuhkan
16 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Baru-baru ini ada larangan menggunakan obat Albothyl untuk mengobati sariawan. Tentunya yang biasa menggunakan obat ini bingung bagaimana cara ...
Isu Daftar Capres, Wake Up Call Untuk Gatot Nurmantyo
26 Maret 2018, by Gatot Swandito
Sepanjang tiga hari, 22-24 Maret 2018, media daring membombardir publik dengan pemberitaan yang menyebut Gatot Nurmantyo mendaftar capres saat menemui Prabowo ...
Antisipasi Gunung Agung, BPBD Banyuwangi Lakukan Rakor Kesiapsiagaan Bencana
5 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman bencana Gunung Agung Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan rapat koordinasi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview