Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
pilkada dki

Faizal Assegaf: Kabinet Kerja Pecah Suara, Presiden Membela Ahok-Djarok, Wakil Presiden Mendukung Anies-Sandi

16 April 2017 | Dibaca : 31229x | Penulis : Tonton Taufik

Menjelang pilkada DKI putaran ke-2, banyak sekali kecurangan terjadi yang didapat oleh panwaslu, hari ini, Minggu, 16 April 2017, banyak sekali berseliweran mobil PDIP membawa sembako untuk dibagikan ke warga Jakarta dari pihak tim sukses Ahok-Djarot.

Bukan hanya di masyarakat Jakarta yang pecah suara, seluruh masyarakat Indonesia mengamati, dikarenakan Ahok sudah jadi terdakwa, dan keputusan vonisnya ditunda manjadi tanggal 20 April 2017, seharusnya dibacakan seminggu yang lalu, karena ada permintaan dari kapolda jaya, maka pembacaan vonis bebas atau dihukumnya diundur, menjadi setelah pilkada.

Di kabinet kerja Presiden Joko Widodo pun terjadi pecah suara. Kubu Jokowi dan Luhut Binsar Panjaitan yang memiliki hubungan dekat dengan konglomerat aseng, makin terlihat sangat membela paslon Ahok-Djarot, walaupun sudah terbukti bahwa Ahok bersalah sebagai penista agama.

Kubu yang mendukung Anies-Sandi, diperkirakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menhan Rymizardd Ryacudu, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan sebagian besar dari anggota kabinet yang berhaluan nasionalis-religi.

Menurut Faizal Assegaf, ketua Progress 98, "Hubungan kedua kubu terlihat akur, namun suasana kebatinan di internal pemerintahan terbaca makin tidak solid, saling curiga dan beradu kekuatan.

Menurut Faizal, sebab musabab terjadinya tensi yang tinggi akibat dari akumulasi  keresahan umat islam atas kriminalisasi ulama/kyai dan tokoh-tokoh islam. 

Dan akibat dari kemungkinan besar grakan umat islam yang akan datang ke Jakarta pada tanggal 18-19 April, untuk menjaga pilkada yang adil dan jujur, menghindari intimidasi seperti yang terjadi di putaran ke-1, contohnya, yang dilakukan oleh iwan bopeng dkk. Sehingga diharapkan tidak ada lagi intimidasi terhadap panitia TPS, agar orang-orang yang tidak jelas bisa memberikan suara di pilkada DKI.

Menurut Faizal, "Sikap Jusuf Kalla memberi dukungan bagi calon Gubernur Muslim menuai simpati rakyat. Hal serupa juga secara eksplisit diperlihatkan Wiranto".

“Wajar bila Jusuf Kalla, Wiranto dan mayoritas anggota Kabinet atas kesamaan ideologi dan kepentingan nasional tergerak mengawasi Jokowi dan kroni-kroninya yang dicurigai mencurangi Pilgub DKI,” pungkas Faizal.

"Mayoritas rakyat dan petinggi negara tidak ingin Jakarta sebagai ibu kota negara dipimpin oleh terdakwa penista agama", kata Faizal.

"Melukai hati rakyat, juga menjadi preseden buruk dan merendahkan kehormatan NKRI," tegas Faizal Assegaf.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

amateur night
22 April 2017, by Ayu
Pada Artikel kali ini akan membahas tentang Review film full movie terbaru 2016 yang berjudul Amateur Night. Film tersebut disutradarai oleh Lisa Addario ...
Film Dunkirk Masih Memuncaki Klasemen Box Office
31 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sejak pekan lalu, film 'Dunkirk' hingga kini masih menjadi jawara di box office Film yang bercerita tentang perang dunia II garapan ...
iwa K
2 Mei 2017, by herline
Setelah berita tenangtang tertangkapnya penyanyi rap Iwa Kusuma alias Iwa K, pada harinSenin kemarin (1/5/2017) pihak Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah ...
Generasi Milenial Ternyata Miliki Hubungan Cinta yang Paling Bahagia, Ini Alasannya
6 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika kita membicarakan generasi milenial, kebanyakan kita memandang negatif pada mereka. Entah karena mereka cenderung bergantung pada ponsel, ...
Wanita, Ini 5 Tanda Bahwa Dia Tak Cocok Dijadikan Sebagai Pasangan Hidup
17 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika seorang wanita dinikahi oleh pria, maka sang pria harus siap memikul tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga. Namun, menjadi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab