Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Apakah Otak Besar Tandakan Bayi Cerdas pada Bayi Prematur?

Apakah Otak Besar Tandakan Bayi Cerdas pada Bayi Prematur?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 350x | Penulis : Rindang Riyanti

Penelitian baru menunjukkan tingkat pertumbuhan korteks serebral otak pada bayi yang lahir prematur dapat memprediksi seberapa baik mereka dapat berpikir, berbicara, merencanakan dan memperhatikannya nanti di masa kecil. Penelitian ini diterbitkan dalam edisi online jurnal Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology. Korteks serebral adalah lapisan luar otak yang menutupi otak besar, dan bertanggung jawab atas fungsi kognitif, seperti bahasa, ingatan, perhatian dan pemikiran.

"Pada bayi yang lahir prematur, semakin banyak korteks serebral tumbuh di awal kehidupan, anak-anak yang lebih baik melakukan tugas yang kompleks saat mereka berusia enam tahun," kata penulis studi A. David Edwards, DSc, dari Imperial College di London. "Periode sebelum kelahiran penuh sangat penting untuk perkembangan otak. Masalah yang terjadi saat ini memiliki konsekuensi jangka panjang, dan tampaknya kelahiran prematur mempengaruhi pertumbuhan otak."

Studi tersebut mengamati tingkat pertumbuhan otak dari 82 bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 30 minggu menggunakan pemindaian MRI otak mereka antara 24-44 minggu. Pemindaian otak dikumpulkan berulang kali dari segera setelah bayi lahir sampai tanggal jatuh tempo penuh mereka. Kemampuan kognitif mereka diuji pada usia dua tahun dan lagi pada usia enam tahun.

Studi ini menemukan bahwa semakin cepat tingkat pertumbuhan korteks serebral pada masa bayi, semakin tinggi nilai mereka pada tes perkembangan dan kecerdasan sebagai anak-anak. Penurunan lima sampai 10 persen pada area permukaan korteks serebral pada usia penuh diperkirakan kira-kira satu standar deviasi menurunkan skor pada tes kecerdasan di masa kanak-kanak nanti. Keterampilan motorik tidak berkorelasi dengan laju pertumbuhan korteks serebral, dan ukuran otak secara keseluruhan tidak terkait dengan kemampuan kognitif umum.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kita harus fokus pada pertumbuhan daerah otak tertentu seperti korteks saat mencoba memahami atau mendiagnosis masalah potensial pada bayi dan janin," kata Edwards.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kisah Inspiratif Seorang Nenek Petani Cabai Mampu Naik Haji
7 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Dilansir dari Liputan6.com, Sebuah kisah menginspirasi juga menyentuh hati datang dari seorang nenek petani cabai bernama Mbah Nafingah. Ia ...
Sering Lelah? Mungkin Ini Dialami Tubuh Kamu
14 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tidur yang cukup memang menjadi suatu keharusan untuk menjaga kesehatan tubuh. Biasanya, jika kita kekurangan tidur, maka tubuh akan sering ...
Atasi Gangguan Pencernaan dengan Smoothies Pisang Jahe
13 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Smoothie merupakan salah satu minuman alami yang sehat bagi tubuh. Smoothie yang satu ini, terbuat dari campuran pisang, jahe dan ...
Raja Dangdut Promosikan IDAMAN Lewat Lagu
16 Mei 2017, by herline
Partai IDAMAN (Partai Islam Damai Aman) telah resmi menjadi salah satu partai di Indonesia dengan ketua umumnya Raja Dangdut, Rhoma Irama. Dengan ...
guru
10 Mei 2017, by Fikri Faturrahman
  Banyak orang yang bilang di Indonesia, bahwa menjadi guru itu pekerjaannya sangat banyak namun upahnya tidak sebanding. Kita seringkali mendengar kisah ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis