Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Apakah Otak Besar Tandakan Bayi Cerdas pada Bayi Prematur?

Apakah Otak Besar Tandakan Bayi Cerdas pada Bayi Prematur?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 377x | Penulis : Rindang Riyanti

Penelitian baru menunjukkan tingkat pertumbuhan korteks serebral otak pada bayi yang lahir prematur dapat memprediksi seberapa baik mereka dapat berpikir, berbicara, merencanakan dan memperhatikannya nanti di masa kecil. Penelitian ini diterbitkan dalam edisi online jurnal Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology. Korteks serebral adalah lapisan luar otak yang menutupi otak besar, dan bertanggung jawab atas fungsi kognitif, seperti bahasa, ingatan, perhatian dan pemikiran.

"Pada bayi yang lahir prematur, semakin banyak korteks serebral tumbuh di awal kehidupan, anak-anak yang lebih baik melakukan tugas yang kompleks saat mereka berusia enam tahun," kata penulis studi A. David Edwards, DSc, dari Imperial College di London. "Periode sebelum kelahiran penuh sangat penting untuk perkembangan otak. Masalah yang terjadi saat ini memiliki konsekuensi jangka panjang, dan tampaknya kelahiran prematur mempengaruhi pertumbuhan otak."

Studi tersebut mengamati tingkat pertumbuhan otak dari 82 bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 30 minggu menggunakan pemindaian MRI otak mereka antara 24-44 minggu. Pemindaian otak dikumpulkan berulang kali dari segera setelah bayi lahir sampai tanggal jatuh tempo penuh mereka. Kemampuan kognitif mereka diuji pada usia dua tahun dan lagi pada usia enam tahun.

Studi ini menemukan bahwa semakin cepat tingkat pertumbuhan korteks serebral pada masa bayi, semakin tinggi nilai mereka pada tes perkembangan dan kecerdasan sebagai anak-anak. Penurunan lima sampai 10 persen pada area permukaan korteks serebral pada usia penuh diperkirakan kira-kira satu standar deviasi menurunkan skor pada tes kecerdasan di masa kanak-kanak nanti. Keterampilan motorik tidak berkorelasi dengan laju pertumbuhan korteks serebral, dan ukuran otak secara keseluruhan tidak terkait dengan kemampuan kognitif umum.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kita harus fokus pada pertumbuhan daerah otak tertentu seperti korteks saat mencoba memahami atau mendiagnosis masalah potensial pada bayi dan janin," kata Edwards.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Anies dan JK Kerap Satu Mobil, Hari Ini Keduanya Kembali Terlihat Turun dari Mobil yang Sama, Apa Artinya?
4 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pilkada serentak 2018 telah berlalu, dan suhu politik Indonesia tidak berhenti begitu saja. Karena masih ada pemilu 2019 selain pemilu  serentak juga ...
software mengemudi
2 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Algoritma komputer yang dikembangkan oleh para peneliti teknik di University of Waterloo dapat secara akurat menentukan kapan pengemudi mengirim SMS sambil ...
Pendidikan Politik untuk Masyarakat lebih Cenderung ke Arah Politik "Gorengan"
28 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Suhu politik jelang Pileg dan Pilpres 2019 yang akan digelar bulan April 2019 mendatang semakin panas. Panasnya suhu politik ini terutama karena ...
Joan Mir : Valentino Rossi Adalah Idola Saya
26 November 2017, by Rachmiamy
Kehadiran Valentino Rossi bisa dikatakan sebuah fenomena di ajang balapan MotoGP. Diusianya yang hampir 39 tahun, pembalap berjuluk The Doctor tersebut masih ...
5 Kebiasaan Ini Akan Merusak Rambut
9 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Rambut merupakan mahkota perempuan yang harus dijaga kesehatannya. Namun , ternyata rambut akan mudah rusak disebabkan oleh rutinitas ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview