Tutup Iklan
hijab
  
login Register
3 Kebiasaan Menyikat Gigi Ini Mesti Diluruskan

3 Kebiasaan Menyikat Gigi Ini Mesti Diluruskan

27 Agustus 2017 | Dibaca : 569x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Menyikat gigi memang menjadi salah satu kegiatan rutin harian yang dilakukan untuk menjaga agar gigi tetap sehat.

Namun, dalam kebiasaan menyikat gigi, terdapat 3 kebiasaan yang mesti diluruskan. Tiga kebiasaan itu adalah frekuensi menyikat gigi, durasi menyikat gigi, dan hanya menggunakan satu jenis pasta gigi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Dr. drg. Hananto Seno, Sp.BM. MM, seperti dikutip dari laman Tempo.

1. Jika Sering Disikat, Maka Gigi Semakin Bersih

Sebagian orang percaya akan hal ini. Padahal, WHO, Badan Kesehatan Dunia dan FDI, Federasi Dokter Gigi Dunia menyarankan hanya melakukan sikat gigi dua kali sehari, yakni malam sebelum tidur dan pagi setelah sarapan.

Jika terlalu sering menyikat gigi, akan sebabkan gesekan berlebih pada gigi. Akibatnya, lapisan terluar gigi atau email gigi akan terkikis dan membahayakan lapisan dentin atau tulang gigi.

Rangsangan dari luar akan mengenai serat saraf di ujung dentin, yang terhubung dengan saraf bagian dalam gigi. "Ujung-ujung saraf yang terbuka ini akan menimbulkan rasa ngilu," terang dia.

Untuk atasi hal ini, Dokter Hananto mengingatkan agar tak langsung berkumur setelah sikat gigi. Biarkan pasta gigi mengendap sekitar 5 menit, lalu berkumur.

Pasta gigi ini nantinya akan mengisi pori-pori yang terbuka dan menghilangkan rasa ngilu. Kebiasaan ini wajib diterapkan setiap orang, meski gigi tidak mengalami ngilu. "Pasta gigi hampir tidak ada gunanya kalau habis sikat gigi langsung berkumur," ujar dia.

Soal frekuensi menyikat gigi dua kali sehari, Hananto menekankan keutamannya di malam hari. Sebab, produksi air liur, yang berfungsi membersihkan rongga mulut dan gigi, berkurang kala malam. Akibatnya, sisa makanan dalam ruang mulut akan mengendap dan menyebabkan proses fermentasi. "Gusi tidak akan tahan dengan sifat asam proses fermentasi sehingga timbul peradangan," kata dia.

2. Memakai Satu Pasta Gigi

Dokter Hananto malah menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang berbeda tiap minggunya. Hal ini karena menurutnya, masing-masing pasta gigi memiliki keunggulan masing-masing. Jika hanya menggunakan satu jenis pasta gigi terus-menerus, otomatis gigi akan kehilangan manfaat lain dari kandungan pasta gigi yang berbeda.

"Contohnya, pasta gigi antibakteri untuk membunuh kuman-kuman, padahal kita butuh kuman-kuman baik tertentu yang akhirnya ikut mati," ungkap dia.

Untuk mengatasi rasa kurang nyaman di lidah yang mungkin timbul ketika mengganti pasta gigi, Hananto menyarankan menggunakan merek pasta gigi yang sama, tapi berbeda variasi atau kandungannya. Bisa juga dengan mencari tahu kandungan pasta yang nyaman digunakan.

3. Menyikat Gigi Selama Mungkin

Dalam menyikat gigi, durasi bukanlah yang terpenting, melainkan cara menyikat gigi.

Agar tidak ada gigi yang terlewat kala dibersihkan, triknya adalah mengawali dan mengakhiri menyikat di tempat yang sama. "Misalnya memulai dari sebelah kanan atas, bergerak ke arah kiri terus ke bawah dan akhiri di tempat yang sama. Setelahnya, baru menyikat bagian dalam gigi. Cukup satu putaran saja," kata dia.

Pastikan juga gigi hanya disikat dengan gerakan satu arah, mulai dari bagian gigi yang dekat dengan gusi. "Untuk gigi bawah, sikat dari bawah ke atas. Sebaliknya, sikat dari atas ke bawah untuk gigi bagian atas," kata Hananto. Gusi juga perlu disikat. Tujuannya untuk melancarkan distribusi oksigen, sehingga gusi tetap berwarna merah muda.

Teknik menyikat gigi satu arah ini ampuh mengangkat sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Namun, bukan berarti sikat gigi listrik dengan gerakan memutar pantang digunakan.

Gerakan memutar sikat gigi listrik yang disertai selang air bisa menjangkau seluruh celah gigi. Meski sikat gigi listrik punya manfaat, sifatnya hanya pelengkap. "Sikat gigi secara manual lebih bagus karena kita bisa mengatur jangkauan kedalaman sikat," kata Hananto.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Belajar dari Kisah 'Email Ayah untuk Anaknya'...
13 Maret 2018, by Dika Mustika
Zaman now! Zaman now yang terkenal harus selalu kekinian, harus selalu update status, harus selalu tahu apa yang sedang happening! Hal-hal yeng terjadi zaman ...
Bukan Hanya Ojek Online, Biaya Umrah Juga Perlu Batas Minimal
29 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kasus First Travel yang sangat merugikan banyak calon jamaah haji lantaran tidak bisa berangkat ke tanah suci dapat menjadi pelajaran bagi kita ...
Cara Penanganan Mimisan
13 April 2018, by oteli w
Cara Penanganan Mimisan Mimisan bisa terjadi kapan dan dimana saja dan walau tidak membahayakan nyawa seseorang, namun tetap saja bisa buat panik bagi yang ...
Politik Dalam Pandangan Generasi Millenial
25 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Seperti kita ketahui bersama, bahwa tahun 2018 ini adalah tahun pesta rakyat Indonesia untuk memilih wakil – waki rakyat yang sesuai ...
5 Tips Sukses Berlibur Bersama Keluarga
5 September 2017, by Rachmiamy
Liburan bersama keluarga memang sangat mengasyikkan. Apalagi berlibur ke suatu tempat yang banyak diimpikan oleh banyak orang. Tapi dalam setiap liburan pasti ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab