Tutup Iklan
powerman
  
login Register
3 Kebiasaan Menyikat Gigi Ini Mesti Diluruskan

3 Kebiasaan Menyikat Gigi Ini Mesti Diluruskan

27 Agustus 2017 | Dibaca : 356x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Menyikat gigi memang menjadi salah satu kegiatan rutin harian yang dilakukan untuk menjaga agar gigi tetap sehat.

Namun, dalam kebiasaan menyikat gigi, terdapat 3 kebiasaan yang mesti diluruskan. Tiga kebiasaan itu adalah frekuensi menyikat gigi, durasi menyikat gigi, dan hanya menggunakan satu jenis pasta gigi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Dr. drg. Hananto Seno, Sp.BM. MM, seperti dikutip dari laman Tempo.

1. Jika Sering Disikat, Maka Gigi Semakin Bersih

Sebagian orang percaya akan hal ini. Padahal, WHO, Badan Kesehatan Dunia dan FDI, Federasi Dokter Gigi Dunia menyarankan hanya melakukan sikat gigi dua kali sehari, yakni malam sebelum tidur dan pagi setelah sarapan.

Jika terlalu sering menyikat gigi, akan sebabkan gesekan berlebih pada gigi. Akibatnya, lapisan terluar gigi atau email gigi akan terkikis dan membahayakan lapisan dentin atau tulang gigi.

Rangsangan dari luar akan mengenai serat saraf di ujung dentin, yang terhubung dengan saraf bagian dalam gigi. "Ujung-ujung saraf yang terbuka ini akan menimbulkan rasa ngilu," terang dia.

Untuk atasi hal ini, Dokter Hananto mengingatkan agar tak langsung berkumur setelah sikat gigi. Biarkan pasta gigi mengendap sekitar 5 menit, lalu berkumur.

Pasta gigi ini nantinya akan mengisi pori-pori yang terbuka dan menghilangkan rasa ngilu. Kebiasaan ini wajib diterapkan setiap orang, meski gigi tidak mengalami ngilu. "Pasta gigi hampir tidak ada gunanya kalau habis sikat gigi langsung berkumur," ujar dia.

Soal frekuensi menyikat gigi dua kali sehari, Hananto menekankan keutamannya di malam hari. Sebab, produksi air liur, yang berfungsi membersihkan rongga mulut dan gigi, berkurang kala malam. Akibatnya, sisa makanan dalam ruang mulut akan mengendap dan menyebabkan proses fermentasi. "Gusi tidak akan tahan dengan sifat asam proses fermentasi sehingga timbul peradangan," kata dia.

2. Memakai Satu Pasta Gigi

Dokter Hananto malah menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang berbeda tiap minggunya. Hal ini karena menurutnya, masing-masing pasta gigi memiliki keunggulan masing-masing. Jika hanya menggunakan satu jenis pasta gigi terus-menerus, otomatis gigi akan kehilangan manfaat lain dari kandungan pasta gigi yang berbeda.

"Contohnya, pasta gigi antibakteri untuk membunuh kuman-kuman, padahal kita butuh kuman-kuman baik tertentu yang akhirnya ikut mati," ungkap dia.

Untuk mengatasi rasa kurang nyaman di lidah yang mungkin timbul ketika mengganti pasta gigi, Hananto menyarankan menggunakan merek pasta gigi yang sama, tapi berbeda variasi atau kandungannya. Bisa juga dengan mencari tahu kandungan pasta yang nyaman digunakan.

3. Menyikat Gigi Selama Mungkin

Dalam menyikat gigi, durasi bukanlah yang terpenting, melainkan cara menyikat gigi.

Agar tidak ada gigi yang terlewat kala dibersihkan, triknya adalah mengawali dan mengakhiri menyikat di tempat yang sama. "Misalnya memulai dari sebelah kanan atas, bergerak ke arah kiri terus ke bawah dan akhiri di tempat yang sama. Setelahnya, baru menyikat bagian dalam gigi. Cukup satu putaran saja," kata dia.

Pastikan juga gigi hanya disikat dengan gerakan satu arah, mulai dari bagian gigi yang dekat dengan gusi. "Untuk gigi bawah, sikat dari bawah ke atas. Sebaliknya, sikat dari atas ke bawah untuk gigi bagian atas," kata Hananto. Gusi juga perlu disikat. Tujuannya untuk melancarkan distribusi oksigen, sehingga gusi tetap berwarna merah muda.

Teknik menyikat gigi satu arah ini ampuh mengangkat sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Namun, bukan berarti sikat gigi listrik dengan gerakan memutar pantang digunakan.

Gerakan memutar sikat gigi listrik yang disertai selang air bisa menjangkau seluruh celah gigi. Meski sikat gigi listrik punya manfaat, sifatnya hanya pelengkap. "Sikat gigi secara manual lebih bagus karena kita bisa mengatur jangkauan kedalaman sikat," kata Hananto.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Taman Pesisir Pangumbahan, Wisata Pantai Berbasis Konservasi Penyu di Sukabumi
29 Juni 2018, by Maman Soleman
Penyu merupakan hewan tua yang sudah ada sejak zaman dinosaurus. Sayangnya, sejak berabad-abad maraknya perburuan ilegal dan konsumsi telur penyu, membuat ...
16 Manfaat Mandi Pagi dengan Air Dingin Bagi Kesehatan
25 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk memulai berbagai aktivitas. Terlebih pada pagi hari, udara pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh. Udara pada pagi ...
Membedakan Tingkat Perasaan Manusia Mulai Dari Rasa Tertarik Hingga Cinta
16 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Perasaan merupakan satu hal dalam kehidupan manusia yang cukup dijelaskan secara pasti. Pasalnya setiap insan memiliki perasaan yang berbeda hingga cara ...
Lakukan Hal Berikut Untuk Mencegah Pecahnya Pembuluh Darah
29 Juni 2018, by oteli w
Lakukan Hal Berikut Untuk Mencegah Pecahnya Pembuluh Darah Kehidupan manusia tidak dapat berjalan normal bahkan tidak bisa bertahan hidup tanpa adanya ...
leonardo da vinci
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari theguardian.com - Seorang profesor Universitas Oxford yakin bahwa dia mungkin telah mengungkapkan identitas ibu Leonardo. Leo secara luas ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab