Tutup Iklan
hijab
  
login Register
“Ibadah Haji Itu MAHAL BANGET!!”

“Ibadah Haji Itu MAHAL BANGET!!”

2 September 2017 | Dibaca : 720x | Penulis : Muhammad Jeffrey Fakhrurozy

Di sebuah emperan masjid, sehabis sholat maghrib, terlihat Sukamto dan Cak Munir mengobrol asyik…

Cak Munir     :     “Alhamdulillah ya… banyak saudara-saudara kita di kampong ini yang sudah menyempurnakan Islam-nya dengan ibadah haji ke Baitulloh. Semoga bisa menambah berkah Alloh SWT atas kampung kecil nan damai sejahtera ini!!” (bergumam di sebelah Sukamto)

Sukamto       :     “Aamiiin… Cak!!” (mengiringi lafadz aamiiin-nya Cak Munir)

Cak Munir     :     “Saya jadi rindu dengan suasana sejuknya thowaf di Baitulloh, berdebar-debarnya hati saat sa’i Shofa-Marwah, cucuran peluh kenikmatan saat berdoa dan berdzikir di padang Arofah dan semangat membara ketika melempar jumroh ‘Aqobah, Wustho dan Ula… hmmmh…” (melanjutkan gumamannya)

Sukamto       :     “Memangnya Cak Munir sudah haji ya??” (menceletuk penasaran)

Rasa penasaran Sukamto hanya dibalas pelan seraya menundukkan kepala oleh Cak Munir.

Cak Munir     :     “Alhamdulillah…”

Sukamto       :     “Ta… Tapi… Tapi kok Cak Munir nggak dipanggil Abah atau Pak Haji???” (mengejar pertanyaan saking kaget dan penasarannya)

Cak Munir     :     “Hehehe… Lucu kamu, To!!” (tertawa kecil)

Sukamto       :     “Yeee… Orang Tanya malah diketawain !!” (mulai kesal)

Cak Munir     :     “Iya… Iya… Nanti kalau sudah saatnya akan saya jawab kok, To.” (semakin membuat Sukamto penasaran)

Sukamto       :     “Halah Cak, sampean itu kayak ukhti-ukhti di pesantren aja, bikin penasaran.” (dengan muka masam)

Disaat Sukamto mulai menunjukkan kekesalannya, Cak Munir mengalihkan pembicaraan. Cak Munir muali beraksi…

Cak Munir     :     “Sudah… Sudah… Btw, kamu sendiri apa nggak kepingin memperkokoh pondasi Islam-mu?? Enak lo ibadah haji itu!!

                                Apalagi kamu sudah lulus S-2, bayaran sebagai dosen udah lumayan, rumah juga sudah punya kan?! Sudah saatnya lah kamu mengkhususkan diri untuk Alloh…”

Sukamto       :     “Ya… Pengen juga lah, Cak… Tapi ya itu… MAHAL BANGET!!! Antreannya juga lama…Lagipula haji itu kan bagi yang mampu, Cak!!!” (dengan nada tinggi)

Cak Munir     :     “Walah To… To... Mahal itu berapa she ?”

Sukamto       :     “Iya, Cak!! Belum lagi nanti buat tasyakuran menjelang keberangkatan, ngasih oleh-oleh, terus pulangnya juga tasyakuran lagi. Kerasa namget kan itu, Cak?!!

                                Apalagi kemarin saya lihat acara tasyakurannya Cak No itu mewah banget, Cak.”

Meskipun Sukamto selalu mencari-cari pembenaran atas dalihnya, namun Cak Munir semakin tertarik untuk melancarkan serangan mematikan agar dapat mengalahkan setan yang sedang menguasai hatinya. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai, bak pepatah obrolan mereka harus dihentikan karena adzan untuk melaksanakan sholat isyak telah berkumandang. Mereka pun beranjak dari duduk menuju tempat wudhu.

***BERSAMBUNG***

Tampang sholih-sholihah yang semoga selalu disayangi Alloh… Mari kita berintrospeksi, banyak sekali ayat-ayat Alloh yang diberikan kepada kita, baik yang tersurat di dalam Al Quran maupun yang tersirat di dalam kehidupan, yang jelas dengan semua itu Alloh SWT bermaksud menunjukkan kebesaran-Nya sehingga kita semakin sadar bahwa kita hanyalah hamba-Nya yang harus memperbanyak syukur, beribadah kepada-Nya, bukan mengkufuri-Nya. Ingatlah! Alloh SWT telah memberikan warning pada kita di Surat Al ‘Adiyat ayat 6 :

“Sesungguhnya manusia terhadap Tuhannya niscaya banyak berkeluh kesah.”

Itu adalah sifat dasar bagi manusia. Selanjutnya kita harus bisa mengontrolnya, kita harus bisa mengantisipasinya, kita harus bisa meminimalisir kerugian-kerugian akibat sifat tersebut. Memang… terkadang nikmat Alloh yang berupa akal pikiran ini justru menjadi boomerang untuk kita. Sebuah perintah ibadah, tidak perlu kita masukkan ke dalam akal pikiran kita, seharusnya langsung saja kita kerjakan. Begitu juga sebuah larangan berbuat dosa, tidak perlu kita masukkan ke dalam akal pikiran kita, seharusnya langsung saja kita jauhi sejauh-jauhnya. Ketika sebuah perintah terlebih dahulu kita masukkan ke dalam akal pikiran, maka yang akan muncul adalah dalih, alasan-alasan untuk tidak mengerjakannya yang kemudian diikuti pembenaran-pembenaran terhadap dalih tersebut.

So, ketika Alloh SWT sudah memerintahkan untuk ibadah haji ke Baitulloh, tidak perlu kita masukkan ke dalam akal pikiran kita, seharusnya langsung saja kita kerjakan. Semoga Alloh memberikan manfaat dan barokah. Aamiiin…

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Tipe Orang yang Perlu di Hindari Dalam Kehidupan
15 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Sebagai makhluk sosial tentunya kita membutuhkan orang lain untuk mendukung dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan dalam menjalani kehidupan ...
Dengan Modal 100 Ribu, Kamu Dapat Menginap di Hotel Ini Selama 1 Bulan
10 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tiap hotel pastinya mematok tarif yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada fasilitas yang disediakan pada tamu. Semakin mahal, maka fasilitas ...
piring
21 Juli 2017, by Gatot Swandito
Ini pengalamanku libur lebaran dua tahun lalu di Temanggung Jawa Tengah. Di Temanggung, tepatnya di desa Ketanduran kira-kira 1 jam dari Wonosobo, udaranya ...
Undang Jokowi ke Rapimnas? Apakah Demokrat Usung Jokowi?
6 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam menghadapi Pilpres 2019 nanti, Partai Demokrat akan mempersiapkan calon yang akan diusung sebagai presiden 2019. Hal tersebut akan ...
Jusuf Kalla Berharap Kader HMI banyak yang jadi Pengusaha
20 November 2017, by Admin
Tampang.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap para kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lebih banyak yang terjun jadi pengusaha. Karena selama ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab