Tutup Iklan
powerman
  
login Register
“Ibadah Haji Itu MAHAL BANGET!!”

“Ibadah Haji Itu MAHAL BANGET!!”

2 September 2017 | Dibaca : 464x | Penulis : Muhammad Jeffrey Fakhrurozy

Di sebuah emperan masjid, sehabis sholat maghrib, terlihat Sukamto dan Cak Munir mengobrol asyik…

Cak Munir     :     “Alhamdulillah ya… banyak saudara-saudara kita di kampong ini yang sudah menyempurnakan Islam-nya dengan ibadah haji ke Baitulloh. Semoga bisa menambah berkah Alloh SWT atas kampung kecil nan damai sejahtera ini!!” (bergumam di sebelah Sukamto)

Sukamto       :     “Aamiiin… Cak!!” (mengiringi lafadz aamiiin-nya Cak Munir)

Cak Munir     :     “Saya jadi rindu dengan suasana sejuknya thowaf di Baitulloh, berdebar-debarnya hati saat sa’i Shofa-Marwah, cucuran peluh kenikmatan saat berdoa dan berdzikir di padang Arofah dan semangat membara ketika melempar jumroh ‘Aqobah, Wustho dan Ula… hmmmh…” (melanjutkan gumamannya)

Sukamto       :     “Memangnya Cak Munir sudah haji ya??” (menceletuk penasaran)

Rasa penasaran Sukamto hanya dibalas pelan seraya menundukkan kepala oleh Cak Munir.

Cak Munir     :     “Alhamdulillah…”

Sukamto       :     “Ta… Tapi… Tapi kok Cak Munir nggak dipanggil Abah atau Pak Haji???” (mengejar pertanyaan saking kaget dan penasarannya)

Cak Munir     :     “Hehehe… Lucu kamu, To!!” (tertawa kecil)

Sukamto       :     “Yeee… Orang Tanya malah diketawain !!” (mulai kesal)

Cak Munir     :     “Iya… Iya… Nanti kalau sudah saatnya akan saya jawab kok, To.” (semakin membuat Sukamto penasaran)

Sukamto       :     “Halah Cak, sampean itu kayak ukhti-ukhti di pesantren aja, bikin penasaran.” (dengan muka masam)

Disaat Sukamto mulai menunjukkan kekesalannya, Cak Munir mengalihkan pembicaraan. Cak Munir muali beraksi…

Cak Munir     :     “Sudah… Sudah… Btw, kamu sendiri apa nggak kepingin memperkokoh pondasi Islam-mu?? Enak lo ibadah haji itu!!

                                Apalagi kamu sudah lulus S-2, bayaran sebagai dosen udah lumayan, rumah juga sudah punya kan?! Sudah saatnya lah kamu mengkhususkan diri untuk Alloh…”

Sukamto       :     “Ya… Pengen juga lah, Cak… Tapi ya itu… MAHAL BANGET!!! Antreannya juga lama…Lagipula haji itu kan bagi yang mampu, Cak!!!” (dengan nada tinggi)

Cak Munir     :     “Walah To… To... Mahal itu berapa she ?”

Sukamto       :     “Iya, Cak!! Belum lagi nanti buat tasyakuran menjelang keberangkatan, ngasih oleh-oleh, terus pulangnya juga tasyakuran lagi. Kerasa namget kan itu, Cak?!!

                                Apalagi kemarin saya lihat acara tasyakurannya Cak No itu mewah banget, Cak.”

Meskipun Sukamto selalu mencari-cari pembenaran atas dalihnya, namun Cak Munir semakin tertarik untuk melancarkan serangan mematikan agar dapat mengalahkan setan yang sedang menguasai hatinya. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai, bak pepatah obrolan mereka harus dihentikan karena adzan untuk melaksanakan sholat isyak telah berkumandang. Mereka pun beranjak dari duduk menuju tempat wudhu.

***BERSAMBUNG***

Tampang sholih-sholihah yang semoga selalu disayangi Alloh… Mari kita berintrospeksi, banyak sekali ayat-ayat Alloh yang diberikan kepada kita, baik yang tersurat di dalam Al Quran maupun yang tersirat di dalam kehidupan, yang jelas dengan semua itu Alloh SWT bermaksud menunjukkan kebesaran-Nya sehingga kita semakin sadar bahwa kita hanyalah hamba-Nya yang harus memperbanyak syukur, beribadah kepada-Nya, bukan mengkufuri-Nya. Ingatlah! Alloh SWT telah memberikan warning pada kita di Surat Al ‘Adiyat ayat 6 :

“Sesungguhnya manusia terhadap Tuhannya niscaya banyak berkeluh kesah.”

Itu adalah sifat dasar bagi manusia. Selanjutnya kita harus bisa mengontrolnya, kita harus bisa mengantisipasinya, kita harus bisa meminimalisir kerugian-kerugian akibat sifat tersebut. Memang… terkadang nikmat Alloh yang berupa akal pikiran ini justru menjadi boomerang untuk kita. Sebuah perintah ibadah, tidak perlu kita masukkan ke dalam akal pikiran kita, seharusnya langsung saja kita kerjakan. Begitu juga sebuah larangan berbuat dosa, tidak perlu kita masukkan ke dalam akal pikiran kita, seharusnya langsung saja kita jauhi sejauh-jauhnya. Ketika sebuah perintah terlebih dahulu kita masukkan ke dalam akal pikiran, maka yang akan muncul adalah dalih, alasan-alasan untuk tidak mengerjakannya yang kemudian diikuti pembenaran-pembenaran terhadap dalih tersebut.

So, ketika Alloh SWT sudah memerintahkan untuk ibadah haji ke Baitulloh, tidak perlu kita masukkan ke dalam akal pikiran kita, seharusnya langsung saja kita kerjakan. Semoga Alloh memberikan manfaat dan barokah. Aamiiin…

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pria Urakan Banyak Disukai banyak Wanita. Kenapa Bisa?
14 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Apa yang Anda fikirkan ketika bertemu dengan seorang pria yang penempilannya tidak rapi? Selain tidak rapi, dia juga merupakan seorang ...
Sate Kere Khas Solo Kini Jadi Sate Kaya
24 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sate kere, kuliner khas Kota Solo bakal menjadi untuk para tamu di acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Lantas ...
8 Manfaat Buah Melon Untuk Kesehatan
31 Maret 2018, by oteli w
Berikut adalah berbagai manfaat melon untuk kesehatan tubuh dan untuk menghindari berbagai penyakit yang ada di tubuh kita. 1. Mencegah Serangan ...
Mata Uang Indonesia Justru Menguat di Tengah Teror
18 Mei 2018, by oteli w
Mata Uang Indonesia Justru Menguat di Tengah Teror Sebagaimana diketahu bebrapa hari lalu bahwa mata uang Rupiah menguat di tengah terjadinya teror ...
gusdur
26 Mei 2017, by Tonton Taufik
Disebuah wawancara dengan media asing, Gusdur menyatakan bahwa kepolisian bisa saja berbohong, bahwa kejadian-kejadian masyarakat radikal dengan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
belireview