Sumber foto: Google

Lonjakan Pemudik di Pelabuhan Merak Akibat Kebijakan WFA Jelang Lebaran 2025

Tanggal: 25 Mar 2025 14:54 wib.
Tampang.com | Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan menjelang Lebaran 2025 berdampak pada meningkatnya jumlah pemudik lebih awal. Masyarakat yang ingin menghindari kepadatan memilih berangkat sejak akhir pekan lalu, terlihat dari lonjakan pengguna kapal ferry, terutama kendaraan roda empat pribadi.

Antisipasi Lonjakan Pemudik: Buffer Zone di Pelabuhan Indah Kiat

Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhy, bersama ASDP dan pemangku kepentingan lainnya, meninjau kesiapan Pelabuhan Indah Kiat sebagai buffer zone untuk mengurai antrean di Pelabuhan Merak.

"Jika area parkir di Pelabuhan Merak hampir penuh, kendaraan pribadi roda empat akan dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat sebagai area penyangga," ujar Menhub, Minggu (23/3/2025).

Pelabuhan Indah Kiat memiliki luas 93.426 meter persegi dan mampu menampung 2.072 kendaraan kecil. Selain itu, Jalan Lingkar Selatan (JLS) akan difungsikan sebagai kantong parkir tambahan jika kapasitas di Pelabuhan Ciwandan mencapai batas maksimal.

Lonjakan Jumlah Penumpang dan Kendaraan

Menurut Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, jumlah pemudik yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak mengalami lonjakan signifikan:

H-10 hingga H-9 (21-22 Maret 2025)
88.396 orang menyeberang, naik 47% dibandingkan tahun lalu
20.887 unit kendaraan, didominasi kendaraan roda empat

Sabtu (22 Maret 2025) - H-9
50.055 penumpang, naik 79% dibandingkan tahun lalu
6.015 kendaraan roda empat, melonjak 102% dari tahun sebelumnya

Menurut Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, lonjakan ini sudah diprediksi karena libur Lebaran tahun ini lebih panjang.

"Kami memperkirakan sekitar 30.000 kendaraan kecil akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak pada 27-29 Maret mendatang. Sebagian antrean akan dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat agar tidak menumpuk," kata Yossianis.

Diskon Tarif dan Pengaturan Kendaraan

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP menerapkan diskon tarif hingga 36% pada layanan ekspres lintasan Merak-Bakauheni mulai 24-30 Maret 2025.

Diskon berlaku untuk:
Pejalan kaki
Golongan IVA, IVB, VA, VIA

Strategi distribusi kendaraan juga diterapkan:
Mobil pribadi & bus diarahkan melalui Pelabuhan Merak
Sepeda motor & truk VB-VIB melalui Pelabuhan Ciwandan
Truk golongan VII, VIII, IX dialihkan ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ)

Selain itu, kendaraan dari Exit Tol Cilegon Timur akan diarahkan ke Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ, sedangkan kendaraan dari Exit Tol Merak masuk sesuai jadwal check-in.

Pentingnya Tiba Sesuai Jadwal untuk Hindari Antrean

Shelvy Arifin menegaskan bahwa antrean kendaraan yang terjadi pada akhir pekan lalu disebabkan oleh lonjakan pemudik dan perbaikan Dermaga VI Merak.

"ASDP sedang mempercepat perbaikan Dermaga VI setelah insiden KMP Portlink III. Saat ini, proses bongkar muat kendaraan memerlukan waktu lebih lama karena menggunakan rampa samping," jelasnya.

Oleh karena itu, pengguna jasa diimbau tiba di pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan tiket agar mendapatkan prioritas antrean naik kapal.

Kesimpulan:
Kebijakan WFA mendorong pemudik berangkat lebih awal
Lonjakan signifikan pemudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan
Pelabuhan Indah Kiat & Jalan Lingkar Selatan disiapkan sebagai buffer zone
Diskon tarif dan pengaturan distribusi kendaraan diterapkan
Pemudik diimbau tiba sesuai jadwal untuk kelancaran perjalanan

Dengan berbagai strategi ini, diharapkan perjalanan mudik Lebaran 2025 berjalan lebih lancar dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved