Waspada! Ancaman Keamanan dari Monitor Medis China di Rumah Sakit AS
Tanggal: 26 Feb 2025 20:35 wib.
Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan keprihatinannya terhadap produk-produk buatan China, khususnya terkait dengan perangkat medis. Belum lama ini, satu perangkat yang banyak digunakan di rumah sakit, yaitu monitor medis yang dikenal dengan sebutan Contec CMS8000, dilaporkan berpotensi membawa risiko serangan siber. Monitor ini berfungsi untuk mendeteksi berbagai tanda vital pasien, termasuk elektrokardiogram, detak jantung, saturasi oksigen, tekanan darah, suhu tubuh, serta frekuensi pernapasan.
Namun, meningkatnya jumlah perangkat kesehatan yang berasal dari China di sistem kesehatan AS telah memicu kekhawatiran mengenai dampak keamanan yang bisa ditimbulkan. Lembaga Makanan dan Obat AS (FDA) serta Lembaga Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) telah memberikan peringatan terkait keberadaan 'backdoor' atau akses ilegal yang bisa dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mengeksploitasi kerentanan meningkat pada sistem perangkat medis buatan China.
CISA menjelaskan bahwa adanya backdoor dan trafik jaringan asing memungkinkan perangkat medis tak hanya mengunduh tetapi juga mengeksekusi file-file tidak terverifikasi yang ditujukan ke alamat IP yang tidak teridentifikasi oleh fasilitas medis manapun. Dalam catatannya, dikatakan bahwa saluran komunikasi perangkat tersebut terhubung dengan universitas pihak ketiga, yang adalah suatu praktik yang tidak umum dan bertentangan dengan standar legalitas perangkat medis.
"Ketika perangkat tidak berfungsi semestinya, maka file dalam perangkat tersebut akan dimodifikasi, tanpa sepengetahuan penggunanya, misalnya rumah sakit," ungkap CISA, yang juga dikutip oleh CNBC Internasional. CISA menekankan bahwa modifikasi semacam ini dapat membawa dampak berbahaya bagi sistem kesehatan di seluruh AS. Salah satu contohnya, perangkat mungkin memberikan informasi yang salah, seperti menunjukkan bahwa pasien mengalami gagal ginjal, yang pada gilirannya mendorong staf medis untuk melakukan tindakan yang tidak tepat sesuai dengan kondisi pasien yang sebenarnya.
Christopher Kaufman, seorang profesor bisnis di Westcliff University, California, menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap masalah ini dan menyebutkan, "Ini adalah ketimbangan besar yang bisa sewaktu-waktu meledak." Asosiasi Rumah Sakit AS (AHA) juga sejalan dengan pentahapan tersebut, mewakili lebih dari 5.000 rumah sakit dan klinik di seluruh negeri. Mereka dengan tegas mengatakan bahwa semakin banyaknya perangkat medis buatan China membawa ancaman serius bagi keamanan sistem kesehatan di AS.
Dalam hal ini, AHA memandang pentingnya tindakan cepat terkait monitor Contec yang terindikasi memiliki backdoor berbahaya tersebut. “Perlu bagi kita untuk memasukkan monitor Contec dalam daftar perangkat yang berpotensi membahayakan pasien, dan kita harus segera menambal kerentanan yang ada sebelum hal ini benar-benar menjadi masalah,” kata John Riggi, penasihat nasional keamanan siber dan risiko untuk AHA.
Sayangnya, saat ini CISA menyampaikan bahwa belum ada perangkat lunak pembaruan yang tersedia untuk mengatasi kerentanan ini. Namun, pihak pemerintah tengah menjalin koordinasi dengan Contec, perusahaan yang berdomisili di Qinhuangdao, China. Sayangnya, saat ini Contec belum memberikan tanggapan terkait aliran informasi ini.
“Tidak ada kepastian mengenai jumlah alat ini yang beredar di rumah sakit di AS. Namun, kami memperkirakan ada ribuan monitor Contec yang memiliki kerentanan yang cukup mengkhawatirkan,” ungkap Riggi. Dalam langkah jangka pendek, FDA merekomendasikan kepada seluruh sistem medis dan pasien agar menggunakan perangkat buatan China hanya dalam jaringan lokal dan menonaktifkan fitur pengawasan jarak jauh.
Bagi perangkat yang hanya memberikan opsi untuk pengawasan jarak jauh, FDA menyarankan agar pengguna mencari alternatif lainnya. Meskipun saat ini belum terjadi insiden buruk, kecelakaan, atau kematian akibat kerentanan dari perangkat buatan China, AHA meminta anggota rumah sakit untuk segera memastikan bahwa monitor medis yang diproduksi di China tidak lagi terhubung ke internet.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk selalu waspada dan memperhatikan keamanan perangkat yang digunakan dalam sistem kesehatan. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi medis canggih, langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk melindungi keselamatan pasien dan integritas sistem medis di seluruh negeri.