Tampang
Waspada! 7 Modus Penipuan WhatsApp yang Bisa Menguras Rekening Anda
Sumber foto: iStock

Waspada! 7 Modus Penipuan WhatsApp yang Bisa Menguras Rekening Anda

Tanggal: 23 Mar 2025 15:48 wib.
Tampang.com | WhatsApp kini telah menjadi salah satu aplikasi perpesanan paling populer di Indonesia, digunakan oleh berbagai kalangan untuk berkomunikasi sehari-hari. Namun, dengan popularitas tinggi tersebut, muncul juga beragam modus penipuan yang memanfaatkan platform ini. 

Para penipu berusaha keras mencari cara untuk mendapatkan data pribadi korbannya, yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menguras isi rekening mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami modus-modus penipuan yang sering terjadi melalui WhatsApp. Berikut ulasan lebih lengkap tentang beberapa modus penipuan yang harus diwaspadai.

1. Pura-pura Jadi Kurir Pengiriman Barang  

Salah satu modus penipuan yang marak terjadi adalah penipuan yang mengaku sebagai kurir pengiriman barang. Pelaku akan mengirimkan pesan kepada korbannya dengan menyertakan sebuah file apk berjudul "Lihat Foto Paket". Jika si korban tergoda untuk mengklik file tersebut, maka data pribadi mereka akan dicuri. Dengan akses yang didapat, pelaku dapat mengontrol akun perbankan milik korban dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan mereka.

2. Modus Undangan Nikah  

Penipuan lainnya berbentuk undangan pernikahan yang disertai file apk yang dinamakan "Surat Undangan Pernikahan Digital" dengan ukuran cukup besar, yakni 6,6 MB. Dalam modus ini, pelaku berusaha meyakinkan calon korbannya untuk segera membuka file tersebut. Para penipu biasanya merayu korban dengan janji-janji manis agar mereka mau mengecek isi file dan tanpa sadar memberikan akses kepada pelaku.

3. Surat Tilang Palsu  

Modus penipuan ini mirip dengan dua modus sebelumnya. Pelaku mengirimkan pesan yang terlihat resmi, disertai file apk yang mengaku sebagai surat tilang. Ketika korban membuka file tersebut, data pribadi mereka bisa saja dicuri, dan pelaku akan mendapatkan informasi rahasia yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan kriminal.

4. Catut MyTelkomsel  

Modus lain yang patut diperhatikan adalah penipuan yang mencatut nama MyTelkomsel, aplikasi yang digunakan untuk membeli berbagai layanan dari Telkomsel. Di sini, pelaku akan mengirimkan sebuah file dan meminta korban untuk mengunduhnya. Dengan meminta izin akses ke file dan aplikasi lainnya seperti foto, video, SMS, serta akun perbankan digital, pelaku berusaha menguasai perangkat korban dan informasi pribadi yang krusial, seperti PIN dan kata sandi.

5. Pengumuman Bank  

Penipuan juga dapat dilakukan dengan cara mengirimkan pengumuman yang mengklaim perubahan tarif transaksi dari sebuah bank. Pelaku akan mendesak korban untuk memilih antara dua opsi, yaitu setuju atau tidak setuju. Jika korban memilih untuk tidak setuju, mereka akan diminta untuk mengisi formulir melalui link yang dikirimkan. Namun, pada kenyataannya, meng klik link tersebut bisa berujung pada pencurian data yang lebih serius.

6. Modus VCS  

Beberapa bulan yang lalu, modus Video Call Sex (VCS) menjadi viral dan banyak dibicarakan. Dalam modus ini, seseorang akan menerima panggilan video dari nomor yang tidak dikenal. Saat panggilan dijawab, biasanya akan terlihat seorang wanita tanpa busana. Modus ini pada dasarnya adalah pemerasan, memanfaatkan kebodohan dan ketidaktahuan seseorang tentang teknologi. Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, mengingatkan kepada kita agar berhati-hati dan tidak bertindak gegabah, sebaiknya konsultasikan masalah ini pada teman yang lebih paham tentang teknologi.

7. Hoaks PPS  

Modus terbaru yang mulai muncul adalah pengiriman file apk dengan nama PPS Pemilu 2024. Penipuan ini mirip dengan undangan nikah dan surat tilang palsu. File apk ini akan meminta izin untuk mengakses SMS, dan jika sudah diberikan, pelaku dapat memperoleh One Time Password (OTP), username, serta password mobile banking korban. Ini menjadi ancaman yang serius, terutama menjelang momen-momen penting seperti pemilu yang sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Dalam menghadapi beragam modus penipuan yang ada, menyadari tanda-tanda dan pola dari penipuan tersebut adalah langkah pertama yang sangat vital. Sebaiknya selalu waspada terhadap pesan-pesan yang mencurigakan, jangan sembarangan membuka file dari sumber yang tidak jelas, dan selalu periksa kembali informasi yang diterima. Banyak penipuan yang menggunakan teknik manipulative untuk membuat korban merasa tertekan dan terburu-buru sehingga kehilangan kewaspadaan. Selain itu, teruslah memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan terbaru dalam dunia penipuan online agar dapat melindungi diri dari ancaman yang semakin canggih.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved