Sumber foto: iStock

Usia Anak Main Media Sosial Akan Dibatasi? Begini Tanggapan DPR dan Langkah Pemerintah

Tanggal: 27 Jan 2025 14:57 wib.
Tampang.com | Wacana pembatasan usia anak dalam menggunakan media sosial mendapatkan dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari paparan konten negatif yang tidak sesuai dengan usia mereka.

"Kami mendukung upaya ini, mengingat banyak konten negatif yang dikonsumsi oleh anak-anak yang seharusnya tidak sesuai dengan usia mereka," ujar Dave dalam keterangannya kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat.

Meskipun demikian, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan batasan usia minimum untuk anak-anak menggunakan media sosial. Dave menegaskan bahwa keputusan ini harus didasarkan pada hasil kajian mendalam dari para ahli di bidang psikologi anak.

Kajian Mendalam untuk Kebijakan yang Tepat

Dave Laksono menyarankan agar kebijakan ini tidak terburu-buru dan melibatkan riset dari para pakar. "Kita harus melihat hasil riset dari ahli psikologi anak untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar tepat dan berdampak positif dalam jangka panjang," jelasnya.

Gagasan pembatasan usia bermain media sosial ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan peraturan yang lebih matang terkait hal tersebut. Langkah awalnya adalah menerbitkan aturan pemerintah untuk mengatur penggunaan media sosial bagi anak-anak.

"Sebetulnya ini nanti kita inginnya dipelajari dulu secara mendalam. Namun, sebagai langkah awal, pemerintah akan mengeluarkan aturan yang lebih konkret," kata Meutya dalam sebuah siaran YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 15 Januari 2025.

Langkah Panjang Menuju Regulasi

Proses menuju regulasi ini tidaklah singkat. Pemerintah harus melalui serangkaian kajian mengenai perlindungan anak di media sosial. Selain itu, pembahasan bersama DPR juga akan menjadi bagian penting dalam menentukan bentuk aturan yang ideal untuk melindungi anak-anak dari risiko yang ditimbulkan oleh penggunaan media sosial.

Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian serius terhadap isu ini. Dalam pertemuannya dengan Meutya Hafid, Prabowo menekankan pentingnya melindungi anak-anak Indonesia dari dampak negatif media sosial. Pemerintah berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak guna menciptakan aturan yang efektif dan tepat sasaran.

Tantangan dalam Implementasi

Salah satu tantangan terbesar dalam mengatur usia minimum penggunaan media sosial adalah kompleksitas dalam penegakan aturan. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk platform media sosial, sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai harapan.

Sebagai tambahan, regulasi ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi anak-anak dari paparan konten negatif tetapi juga untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya mendampingi anak saat menggunakan media sosial. Kolaborasi antara pemerintah, DPR, pakar, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini
Copyright © Tampang.com
All rights reserved