Sumber foto: iStock

SpaceX Starship Meledak di Uji Coba, Penerbangan Terpengaruh! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Tanggal: 19 Jan 2025 20:28 wib.
Badan Pengelola Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) baru-baru ini mengalihkan sejumlah jalur penerbangan untuk menghindari puing-puing pesawat luar angkasa Starship milik SpaceX yang meledak dalam uji coba terbarunya.

Peristiwa ini terjadi beberapa saat setelah peluncuran roket tersebut dan menyebabkan gangguan signifikan pada penerbangan di beberapa bandar udara, terutama di wilayah dekat Puerto Rico.

Menurut laporan dari TechCrunch, pesawat-pesawat yang sedang dalam perjalanan terlihat mengubah jalur penerbangan atau mengambil jalur menunggu di langit setelah terjadinya ledakan tersebut.

Insiden ini berpusat di sekitar wilayah Florida, tepatnya di Miami International Airport dan Fort Lauderdale-Hollywood International Airport. Di kedua bandara ini, pengelola mengeluarkan pengumuman terkait adanya keterlambatan penerbangan hingga 30 menit, yang disebabkan oleh "anomali peluncuran roket" yang terjadi setelah peluncuran Starship oleh SpaceX.

Peluncuran Starship ini dilakukan pada Kamis, 16 Januari 2025, di fasilitas peluncuran Boca Chica, Texas, sebagai bagian dari uji coba ke-7 sistem peluncuran SpaceX. Meskipun mengalami ledakan, peluncuran ini tetap dianggap penting karena roket besar tersebut berhasil mencapai tonggak sejarah baru.

Pada uji coba kali ini, Starship membawa beberapa upgrade dan peralatan baru yang akan diuji oleh SpaceX. Salah satu momen yang dinilai sebagai keberhasilan adalah saat menara peluncuran berhasil menangkap roket tersebut setelah peluncuran. Ini menjadi yang kedua kalinya SpaceX berhasil melakukan hal tersebut, meskipun ujian besar itu tetap berakhir dengan ledakan.

Namun, tidak semua dampak dari peluncuran tersebut bersifat positif. Beberapa penerbangan mengalami gangguan yang cukup besar akibat puing-puing dari wahana luar angkasa yang hancur. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi sejumlah penumpang, terutama bagi maskapai yang terbang melalui jalur-jalur yang terpengaruh.

Qantas, salah satu maskapai terkemuka, bahkan mengeluhkan keterlambatan penerbangan akibat reruntuhan roket SpaceX yang mengganggu jalur penerbangan mereka. Pengaruhnya juga dirasakan oleh banyak penerbangan lain yang terpaksa mengubah jalur atau menunda penerbangan untuk menghindari kemungkinan bahaya.

Kehadiran puing-puing Starship yang hancur menjadi sorotan publik setelah video yang menampilkan momen kehancurannya viral di media sosial. Video tersebut memicu banyak perhatian, terutama di platform X (sebelumnya Twitter), tempat banyak pengguna membagikan rekaman ledakan roket tersebut. CEO SpaceX, Elon Musk, pun turut merespons video yang beredar dengan candaannya, menyebut bahwa meskipun kesuksesan tidak bisa dijamin, kejadian tersebut tetap "menghibur" banyak orang.

Tanggapan Musk ini mencerminkan sikap khasnya yang penuh optimisme meskipun dalam situasi yang penuh ketidakpastian, serta menunjukkan bagaimana SpaceX berusaha menjaga citranya di mata publik.

Peristiwa ini bukanlah yang pertama kalinya SpaceX menghadapi gangguan akibat puing-puing dari peluncuran roketnya. Sepekan sebelumnya, reruntuhan dari wahana luar angkasa buatan SpaceX juga telah mengganggu jalur penerbangan, bahkan menyebabkan keterlambatan pada penerbangan maskapai besar seperti Qantas.

Meskipun insiden-insiden ini menunjukkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi oleh SpaceX dalam menjalankan program peluncurannya, mereka tetap bertekad untuk terus mengembangkan teknologi luar angkasa mereka, yang juga berpengaruh pada industri penerbangan komersial.

SpaceX, yang dipimpin oleh Elon Musk, terus berfokus pada inovasi untuk mendorong eksplorasi luar angkasa dan mempersiapkan perjalanan manusia ke Mars. Meskipun sering menghadapi kegagalan dan tantangan, perusahaan ini dikenal dengan tekadnya untuk terus maju dan mencoba kembali setelah setiap uji coba yang tidak berhasil.

Tentu saja, hal ini juga mencerminkan tantangan besar dalam menciptakan teknologi peluncuran luar angkasa yang lebih aman dan andal, baik untuk pengiriman barang maupun untuk misi manusia di masa depan.

Kendati demikian, insiden seperti yang baru-baru ini terjadi menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi luar angkasa semakin maju, risikonya tetap ada. Puing-puing yang terbawa ke udara setelah ledakan dapat membahayakan penerbangan komersial yang melintas.

Oleh karena itu, koordinasi yang baik antara SpaceX, FAA, dan badan pengelola penerbangan lainnya sangat penting untuk mencegah terjadinya insiden yang lebih besar. Penerbangan yang terganggu akibat ledakan roket ini juga menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang harus dihadapi oleh industri luar angkasa dan penerbangan di dunia saat ini.

Meskipun demikian, banyak pihak yang masih percaya pada kemampuan SpaceX untuk belajar dari setiap kegagalan dan terus maju dalam upaya mereka mencapai ambisi besar, seperti mengirimkan manusia ke Mars pada tahun 2026.

Untuk itu, meskipun uji coba kali ini tidak berjalan sempurna, banyak yang menantikan apa yang akan terjadi pada peluncuran-peluncuran SpaceX selanjutnya, dan apakah mereka dapat mencapainya dengan lebih sedikit gangguan yang dapat mempengaruhi dunia penerbangan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved