Sumber foto: iStock

Sanksi AS terhadap China Mulai Berdampak: Belanja Peralatan Chip China Diprediksi Turun Drastis

Tanggal: 14 Feb 2025 21:49 wib.
Sanksi Amerika Serikat (AS) yang menargetkan ekspor chip dan alat pembuat chip canggih ke China mulai menunjukkan dampak signifikan. Analis dari TechInsights memprediksi bahwa belanja China untuk peralatan chip akan mengalami penurunan tahun ini setelah tiga tahun berturut-turut mengalami pertumbuhan. Penurunan ini disebabkan oleh kelebihan kapasitas produksi di China serta kian ketatnya sanksi AS. Bagaimana dampak lengkapnya terhadap industri chip global? Simak ulasan berikut!

Penurunan Belanja Peralatan Chip China

China, yang selama ini menjadi pembeli terbesar peralatan fabrikasi wafer, diprediksi akan mengurangi pengeluarannya untuk peralatan chip pada tahun ini. Menurut data dari TechInsights, total pembelian China pada 2024 mencapai US41miliar(Rp670triliun),menyumbang4041miliar(Rp670triliun),menyumbang4038 miliar, dengan pangsa pembelian globalnya merosot menjadi 20%. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2021.

Boris Metodiev, analis senior manufaktur semikonduktor di TechInsights, menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk kontrol ekspor AS dan kelebihan kapasitas produksi di China. "Kita dapat melihat beberapa perlambatan dalam belanja China karena kontrol ekspor dan kelebihan kapasitas," ujarnya.

Dampak Sanksi AS terhadap Industri Chip China

Sanksi AS terhadap China telah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi industri chip di negara tersebut. AS memberlakukan serangkaian sanksi untuk membatasi akses China terhadap teknologi chip canggih, yang dianggap dapat digunakan untuk memajukan aplikasi militer atau mengancam keamanan nasional AS. Akibatnya, banyak perusahaan China yang sebelumnya menimbun peralatan chip untuk mengantisipasi sanksi yang semakin ketat.

Meskipun sanksi AS telah menghambat akses China terhadap teknologi chip canggih, perusahaan-perusahaan chip China tetap menunjukkan ketangguhan. Misalnya, Huawei berhasil memproduksi chip canggih tahun lalu, meskipun dengan biaya yang lebih mahal. Selain itu, China juga telah melakukan ekspansi besar-besaran ke segmen chip mature-node, meningkatkan kapasitas produksi, dan mengambil pangsa pasar dari pesaing seperti Taiwan.

Kelebihan Kapasitas Produksi di China

Selain sanksi AS, kelebihan kapasitas produksi juga menjadi faktor penting yang memengaruhi penurunan belanja peralatan chip di China. Dalam beberapa tahun terakhir, China telah melakukan investasi besar-besaran dalam industri chip untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Namun, investasi ini telah menyebabkan kelebihan kapasitas produksi, yang kini menjadi beban bagi industri chip China.

Kelebihan kapasitas ini tidak hanya memengaruhi pasar domestik China, tetapi juga pasar global. Dengan penurunan permintaan elektronik konsumen secara global, banyak perusahaan chip di China yang menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan produksi dan permintaan.

Dampak terhadap Pasar Global

China telah menjadi pendorong utama pertumbuhan global untuk sektor peralatan fabrikasi wafer pada 2023 dan 2024. Namun, dengan penurunan belanja China tahun ini, pasar global diprediksi akan mengalami perlambatan. Penurunan ini dapat memengaruhi pemasok peralatan chip di AS, Eropa, dan Asia, yang selama ini mengandalkan China sebagai pasar utama.

Meskipun demikian, beberapa analis percaya bahwa penurunan ini mungkin hanya bersifat sementara. China masih memiliki ambisi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri chip global, dan pemerintah China terus memberikan dukungan finansial dan kebijakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Masa Depan Industri Chip China

Meskipun menghadapi tantangan dari sanksi AS dan kelebihan kapasitas, masa depan industri chip China tetap menjanjikan. Perusahaan-perusahaan China seperti Huawei telah menunjukkan kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang sulit. Selain itu, ekspansi ke segmen chip mature-node juga membuka peluang baru bagi China untuk bersaing di pasar global.

Namun, untuk mencapai kemandirian teknologi, China masih perlu mengatasi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan akses terhadap teknologi canggih dan persaingan dengan negara-negara seperti AS, Taiwan, dan Korea Selatan.

Kesimpulan

Sanksi AS terhadap China telah mulai menunjukkan dampaknya, dengan penurunan belanja peralatan chip China yang diprediksi terjadi tahun ini. Namun, industri chip China tetap tangguh dan terus berupaya untuk mencapai kemandirian teknologi. Meskipun menghadapi tantangan, masa depan industri chip China masih menjanjikan, terutama dengan dukungan pemerintah dan kemampuan berinovasi perusahaan-perusahaan lokal.

Bagaimana menurut Anda tentang dampak sanksi AS terhadap industri chip China? Apakah China mampu mencapai kemandirian teknologi di tengah tekanan global? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
Copyright © Tampang.com
All rights reserved