Sumber foto: Google

Samsung Galaxy S26 Ultra Tersingkap! Fitur Layar AI Ini Bisa “Mematikan Pengintip” Secara Otomatis

Tanggal: 13 Jan 2026 12:49 wib.
Samsung terus menyiapkan kejutan besar untuk smartphone flagship terbarunya Galaxy S26 Ultra, dan salah satu fitur yang paling menarik perhatian bukan soal kamera atau performa melainkan layar yang bisa menyembunyikan isinya dari orang yang mengintip dari samping. Fitur ini disebut Privacy Display dan didukung oleh teknologi AI dan panel khusus, yang berpotensi jadi revolusi privasi pengguna ponsel pintar.

Apa Itu Fitur “Privacy Display”? Lebih Dari Sekadar Kamera!

Fitur Privacy Display yang dirumorkan hadir di Galaxy S26 Ultra bukanlah sekadar filter biasa seperti pelindung layar anti-intip yang dijual terpisah. Teknologi ini justru terintegrasi langsung ke panel layar OLED khusus yang disebut Flex Magic Pixel, sehingga dapat mengubah sudut pandang tampilannya berdasarkan AI tanpa perlu aksesori ekstra.

Saat diaktifkan, layar tetap tajam dan jelas bagi pengguna yang melihat dari depan, tetapi tampak gelap dan sulit dibaca dari sisi kanan atau kiri efektif mencegah orang-orang di dekat kita “mengintip” konten sensitif seperti pesan, e-mail, atau aplikasi bank di tempat umum.

Benarkah AI yang Mengontrol Privasi Layar?

Ya. Teknologi Flex Magic Pixel yang digunakan didukung oleh kecerdasan buatan (AI) yang bisa mengatur tampilan piksel layar secara dinamis bukan hanya meredupkan layar secara keseluruhan, tetapi menyesuaikan angle pandang visualnya sehingga informasi hanya bisa dibaca dari sudut pandang langsung.

Ini berbeda dari pelindung layar fisik, yang biasanya mengorbankan kualitas warna atau kecerahan. Pada Galaxy S26 Ultra, efek ini dibuat oleh perangkat keras sehingga tetap mempertahankan gambar yang tajam dan warna yang alami bagi pengguna yang menatap layarnya dengan normal.

Mengapa Privasi Jadi Sorotan Utama Tahun Ini?

Di era digital saat ini, kita sering mengecek informasi penting di tempat umum baik itu saldo bank, pesan pribadi, atau dokumen sensitif. Situasi semacam ini membuka peluang bagi yang tak diinginkan untuk “shoulder surfing”, alias mengintip layar dari samping di kereta, kafe, atau ruang tunggu.

Selama ini, solusi paling umum adalah pelindung layar anti-intip yang harus dibeli terpisah namun banyak pengguna mengeluhkan bahwa pelindung tersebut sering menurunkan kualitas visual serta membuat warna tampak pudar atau gelap.

Dengan Privacy Display berbasis AI, Samsung menawarkan solusi langsung dari perangkat keras yang bisa dinonaktifkan atau diaktifkan kapan pun diperlukan melalui pengaturan ponsel tanpa merusak tampilan saat tidak dibutuhkan.

Bagaimana Cara Fitur Ini Bekerja di Dunia Nyata?

Bocoran dari kode One UI 8.5 menunjukkan bahwa fitur ini dapat diaktifkan dari menu pengaturan layar atau melalui tombol cepat (quick settings). Selain itu, kemungkinan ada opsi otomatis yang membuat Privacy Display menyala ketika kita membuka aplikasi sensitif seperti aplikasi bank atau password manager di keramaian.

Beberapa laporan lain bahkan menyebutkan bahwa pengguna bisa memilih tingkat privasi dari mode standar hingga Maximum Privacy yang membuat tampilan lebih gelap dan lebih sulit dibaca dari sudut luas.

Apakah Fitur Ini Hanya Ada di S26 Ultra?

Awalnya, fitur layar privasi ini diproyeksikan eksklusif untuk Samsung Galaxy S26 Ultra karena membutuhkan panel Flex Magic Pixel yang khusus.

Namun laporan terbaru justru menyebutkan bahwa Samsung mungkin menghadirkan teknologi serupa juga pada varian Galaxy S26 dan S26+, sehingga pengalaman privasi layar tersebut tidak hanya terbatas pada model termahal saja.

Kelebihan Utama Fitur Dibanding Pelindung Layar Biasa

Kualitas Warna Tetap Terjaga
Tidak seperti pelindung fisik yang sering mengurangi warna dan kontras layar, teknologi AI ini mempertahankan tampilan layar tetap tajam dari depan.

Bisa Diaktifkan atau Dimatikan Sesuai Kebutuhan
Berbeda dari lapisan pelindung yang permanen dipasang, fitur ini bisa dinonaktifkan jika pengguna ingin berbagi tampilan layar dengan orang lain.

Otomatisasi dengan Situasi Nyata
Kemungkinan bisa disetel untuk aktif otomatis saat membuka aplikasi sensitif di ruang publik.

Potensi Implikasi untuk Industri Smartphone

Jika benar debut pada Galaxy S26 Ultra, fitur Privacy Display ini bisa menjadi standard baru di ponsel flagship, terutama karena tren privasi pengguna semakin penting di tengah meningkatnya mobile banking, e-commerce, dan komunikasi digital harian.

Teknologi seperti Flex Magic Pixel juga menunjukkan bahwa Samsung sedang bereksperimen dengan cara baru untuk mengubah fungsi layar bukan hanya soal resolusi atau kecepatan refresh rate, tapi juga pengalaman privasi langsung di tingkat piksel.

“Ultra” Bukan Sekadar Nama Ini Privasi yang Nyata

Dengan tren kekhawatiran privasi pengguna yang semakin tinggi, langkah Samsung menghadirkan fitur layar berbasis AI di Galaxy S26 Ultra menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya soal kamera atau performa chip, tetapi juga perlindungan informasi pengguna di kehidupan nyata.

Jika fitur ini bekerja seperti yang diharapkan, ini bisa menjadi salah satu alasan kuat bagi banyak orang untuk upgrade ke S26 Ultra atau minimal mempertimbangkan seri S26 terbaru saat diluncurkan. Dengan kemampuan menyembunyikan konten dari pandangan samping tanpa aksesori tambahan, Samsung tampaknya siap mendefinisikan ulang standar privasi tampilan layar smartphone.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved