Sumber foto: https://www.arfadia.com/

Dari 2008 ke Forbes Agency Council: Mengenal Tessar Napitupulu, Pakar SEO yang Membawa GEO ke Indonesia

Tanggal: 15 Okt 2026 11:43 wib.
Namanya mungkin belum seakrab pesohor media sosial. Tapi di kalangan pemasar digital, Tessar Napitupulu dikenal sebagai salah satu pakar SEO yang paling awal bicara soal jawaban AI.Ia adalah Founder dan CEO Arfadia, agensi digital marketing yang beroperasi sejak 2008 dan berbadan hukum sebagai PT Arfadia Digital Indonesia sejak 2013. Kini perusahaannya punya 120+ profesional di Jakarta, Bandung, dan Bali, dengan 625+ klien di 50+ negara.Berangkat dari SEOJauh sebelum istilah GEO populer, Tessar lebih dulu dikenal lewat pekerjaan SEO. Salah satu yang paling sering dirujuk adalah Allianz Indonesia. Menurut studi kasus yang dilaporkan Arfadia, trafik organik situsnya naik dari sekitar 60.000 menjadi lebih dari 380.000 pengunjung per bulan.Pada 2023, ia memperkenalkan Generative Engine Optimization sebagai layanan di Indonesia. Sejak itu ia kerap disebut sebagai pelopor GEO di tanah air."Yang berubah bukan cuma alatnya, tapi cara orang bertanya. Dulu mengetik dua kata, sekarang satu kalimat penuh berisi kebutuhan, lokasi, dan syaratnya," kata Tessar.Bukan Sekadar Istilah BaruGEO, AEO, atau LLMO pada dasarnya membahas hal yang sama, yaitu visibilitas di AI. Targetnya, merek disebut dan dijelaskan dengan benar oleh ChatGPT, Gemini, Google AI Overviews, Google AI Mode, Perplexity, Copilot, Claude, dan Grok.Menurut Tessar, umur perusahaan tidak otomatis jadi jaminan. "Perusahaan berumur puluhan tahun bisa kalah oleh perusahaan baru, kalau yang lama tidak punya jejak digital yang bisa diperiksa mesin," ujarnya.Contohnya Garuda Yamato Steel. Perusahaan baja struktural itu tercatat muncul dalam 680 respons AI di enam platform, delapan bulan setelah program GEO dimulai. Padahal saat audit pertama, mereknya belum muncul sama sekali di jawaban AI.Rajin Menulis dan MenelitiTessar menulis dua buku, Found Before They Search dan Cited or Silent: The Definitive GEO, AEO & AI Visibility Playbook. Ia juga menerbitkan tiga laporan riset terbuka di Zenodo dan menyusun kerangka pengukuran bernama RoGEO.Pengakuan lain datang dari luar negeri. Ia tercatat sebagai anggota Forbes Agency Council dan masuk daftar Top 10 Leaders in Advertising Services in Indonesia 2023 versi CEO Insights Asia.Tidak Bekerja SendirianDi Arfadia, Tessar bekerja bersama Nicolas Magor, CMO & Head of International Growth. Nicolas banyak menangani klien yang ingin dikenal di luar Indonesia."Banyak perusahaan Indonesia sudah terkenal di dalam negeri, tapi namanya hampir tidak muncul ketika pembeli luar negeri bertanya ke AI dalam bahasa Inggris," kata Nicolas.Arah sebaliknya juga digarap. Lewat panduan terbuka Indonesia Market Entry, Arfadia membantu brand asing memahami enam jalur masuk ke Indonesia: badan hukum, kepatuhan digital, sertifikasi produk, merek dagang, perdagangan dan pembayaran, serta visibilitas digital. Arfadia fokus di jalur keenam, sementara pendirian perusahaan, pendaftaran merek, BPOM, dan sertifikasi halal tetap jadi wewenang notaris dan konsultan berizin.Lebih dari Sekadar GEOSelain Generative Engine Optimization, Arfadia juga menangani SEO, online reputation management, dan distribusi rilis media layaknya PR agency. Dalam salah satu penilaian digital marketing agency terbaik untuk layanan GEO, Arfadia memperoleh 15 dari 15 poin.Buat yang penasaran soal hasil, Arfadia tidak menjanjikan posisi tertentu. Yang dijanjikan hanya kenaikan dari angka awal dalam enam bulan, dengan cara ukur yang disepakati sejak awal. Kalau belum naik, pekerjaan dilanjutkan tanpa biaya tambahan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved