Sumber foto: SHUTTERSTOCK/ITTIGALLERY

Dampingi Lansia Agar Waspadai Penipuan Berkedok Salam Lebaran

Tanggal: 5 Apr 2024 08:47 wib.
Pada momen Lebaran, biasanya menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia untuk saling bersilaturahmi. Namun, bila belum ada kesempatan untuk bertemu, sejumlah masyarakat dapat saling berkirim pesan berisi salam Lebaran.

Namun, tak jarang pesan tersebut juga berisi foto, gambar bergerak, atau gif, dan bentuk-bentuk kreatif lainnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, momentum ini juga bisa jadi peluang bagi para pelaku penipuan atau kejahatan online. Kondisi ini terkadang membuat para lansia atau orang tua kita lengah dan terjebak dalam modus penipuan tersebut.

Apalagi saat ini, penggunaan internet tidak lagi menjadi monopoli generasi muda. Sudah banyak lansia yang juga memakai smartphone untuk keperluan sehari-hari. Menurut survey oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 7,19 persen dari total populasi Indonesia yang terkoneksi internet adalah lansia, yakni mereka yang berusia 55 tahun ke atas. Namun, dengan keterbatasan pengetahuan teknologi dan rentan terhadap kejahatan siber, lansia seringkali menjadi target empuk bagi para penipu digital.

 Modus Penipuan Online

Ada banyak modus penipuan online yang bisa terjadi, misalnya pengiriman salam Lebaran yang tanpa disadari korban disertai dengan file APK lewat WhatsApp. Ketika korban lengah dan menginstall aplikasi tersebut, maka pelaku akan memiliki akses ke smartphone korban.

Selain itu, modus lainnya adalah adanya nomor yang tidak dikenal mengirimkan link yang mengatasnamakan sebuah ekspedisi, memberitahukan bahwa link tersebut adalah untuk melacak pengiriman parsel untuk korban, padahal link tersebut dikirim oleh penipu.

Lansia rentan terhadap berbagai jenis kejahatan siber, seperti penipuan lewat telepon, SMS atau WhatsApp, penipuan melalui media sosial, penyebaran informasi palsu, dan penipuan melalui platform e-commerce.

Mereka seringkali menjadi korban karena kurangnya pengetahuan tentang teknologi dan mudahnya percaya terhadap informasi yang diterima. Lalu bagaimana cara lansia menghindari menjadi korban kejahatan siber, terutama saat Lebaran di mana volume pesan yang diterima bisa meningkat drastis? Dalam hal ini, OCBC memiliki tips yang bisa diperhatikan:

Tips Menghindari Penipuan Online Bagi Lansia

1. Teliti dalam Menerima Telepon hingga Email**

Para lansia dapat diimbau atau didampingi untuk tidak mengklik link atau membuka lampiran dalam email atau pesan WhatsApp yang mencurigakan. Mereka juga harus teliti dalam menerima telepon, SMS, atau email. Penyedia layanan keuangan seperti bank tidak pernah meminta password dan user akun melalui telepon atau email apapun. Jadi, ingatkan mereka untuk tidak pernah memberikan informasi pribadi kepada penelepon yang tidak jelas, dan selalu membaca SMS dan email dengan teliti.

2. Abaikan Tawaran Iklan Mencurigakan**

Minta para lansia untuk mengabaikan tawaran-tawaran dan iklan yang mencurigakan, terutama yang mengharuskan untuk mengirimkan uang atau memberikan data pribadi.

3. Cari Informasi Lengkap Sebelum Melakukan Transaksi**

Selalu cari info lengkap sebelum melakukan transaksi apapun. Periksa dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai website atau aplikasi yang digunakan. Apabila menggunakan jasa keuangan, pastikan sudah terdaftar di OJK.

Selain itu, para caregiver atau orang-orang terdekat lansia juga bisa berperan dalam melindungi mereka dari penipuan online. Terus ingatkan mereka akan cara-cara memproteksi diri di internet, dan terutama sekali, selalu hadir untuk mengajarkan dan menjawab pertanyaan mereka tentang teknologi, terutama smartphone dan hal-hal yang mereka gunakan sehari-hari.

Dengan adanya kesadaran dan pengetahuan tentang modus-modus penipuan ini, kesadaran akan keamanan siber di kalangan lansia juga meningkat, sehingga mereka dapat menggunakan internet dan melakukan transaksi secara lebih aman dan bijak. Apabila ada keraguan mengenai produk, layanan, dan informasi dari Bank, langsung hubungi Relationship Manager atau Customer Service yang terpercaya.

Khusus untuk nasabah OCBC, apabila menemukan atau mengindikasikan aktivitas yang mencurigakan, atau khawatir dengan keamanan rekening, segera hubungi TANYA OCBC 1500999 atau +62-21-26506300 (dari luar negeri) atau WhatsApp ke 08121500999.

Dengan saling menjaga dan mengingatkan, kita dapat mencegah agar para lansia tidak terkena modus penipuan di hari Idul Fitri yang berbahagia. Tetap selalu waspada!
Copyright © Tampang.com
All rights reserved