Sumber foto: Google

BYD Gebrak Industri EV: Teknologi Charging 5 Menit untuk 400 Km

Tanggal: 27 Mar 2025 12:09 wib.
Tampang.com | Perusahaan otomotif China, BYD, kembali membuat gebrakan di pasar kendaraan listrik (EV) dengan meluncurkan teknologi Super E-Platform. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya super cepat, hanya membutuhkan 6 menit untuk penuh dan 5 menit untuk jarak tempuh 400 km.

1. Terobosan Pengisian Daya Cepat

Langkah BYD ini menjadi lompatan besar dalam industri EV, di mana salah satu tantangan utama adalah waktu pengisian baterai yang lama dibandingkan dengan pengisian bahan bakar konvensional.

Pendiri BYD, Wang Chuanfu, menegaskan bahwa inovasi ini mendekatkan kendaraan listrik dengan efisiensi waktu pengisian setara mobil berbahan bakar minyak.

"Kami mengejar tujuan agar waktu pengisian EV setara dengan mengisi bensin. Ini pertama kalinya industri mencapai level megawatt dalam daya pengisian," ujarnya saat peluncuran di Shenzhen.

Dibandingkan dengan Supercharger Tesla yang memiliki daya maksimal 500 kW, teknologi BYD mampu mencapai 1.000 kW (1 MW), menjadikannya dua kali lebih cepat dalam pengisian daya.

2. Model EV Baru dengan Super E-Platform

Teknologi ini sudah diterapkan pada dua model terbaru BYD, yakni:



Han L Sedan


Tang L SUV



Kedua model tersebut dipasarkan mulai 270.000 yuan (Rp599 juta) dan telah dibuka pre-order dengan pengiriman mulai Mei 2025.

3. Jaringan Stasiun Pengisian Ultra-Cepat

Untuk mendukung inovasi ini, BYD berencana membangun 4.000 stasiun pengisian daya ultra-cepat di seluruh China. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menghilangkan kecemasan pengguna EV terkait jarak tempuh dan waktu pengisian daya.

Sebagai perbandingan, Supercharger Tesla membutuhkan 15 menit untuk jarak 320 km, sementara teknologi BYD hanya perlu 5 menit untuk 400 km.

4. Dampak pada Pasar EV Global

Respon pasar terhadap inovasi ini sangat positif. Saham BYD di Hong Kong melonjak 6%, mencapai rekor tertinggi HK$408,80. Sebaliknya, saham Tesla anjlok 5,5% akibat penurunan penjualan dan berbagai kontroversi.

Di China, Tesla juga mengalami tekanan besar meskipun menawarkan uji coba gratis Full Self-Driving (FSD) hingga 16 April. Regulasi ketat terkait data pengguna masih menjadi kendala bagi Tesla dalam mengembangkan teknologi otonominya di negara tersebut.

5. BYD vs Tesla: Siapa yang Akan Memimpin?

Pada tahun 2024, BYD menjadi produsen kendaraan listrik terbesar kedua di dunia, sedikit di bawah Tesla dalam kategori battery-electric vehicles (BEV). Namun, jika termasuk mobil hybrid (PHEV), BYD justru memimpin dengan penjualan ratusan ribu unit.

Keunggulan BYD terletak pada:
Inovasi baterai dan charging super cepat
Harga lebih kompetitif dibanding Tesla
Dukungan kuat dari pemerintah China

Pendiri BYD, Wang Chuanfu, sering disebut sebagai "Elon Musk-nya China", menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur dan teknologi adalah kunci dominasi EV di masa depan.

"Kecepatan pengisian megawatt akan mengubah permainan," tutupnya.

Dengan strategi agresif dan inovasi teknologi, BYD berpotensi merebut posisi Tesla sebagai pemimpin industri EV global. Namun, apakah Tesla akan mampu menghadapi tantangan ini dengan inovasi baru? Persaingan di dunia kendaraan listrik semakin menarik untuk diikuti. 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved