Amerika Serikat Blokir DeepSeek, AI China yang Disebut Saingi ChatGPT
Tanggal: 22 Mar 2025 14:22 wib.
Tampang.com | Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memperketat pengawasan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) asal China. Kali ini, Departemen Perdagangan AS resmi melarang pegawainya mengakses chatbot AI DeepSeek di perangkat milik pemerintah. Larangan ini mengikuti kebijakan serupa yang telah diterapkan di berbagai instansi lain, termasuk Pentagon dan NASA.
Alasan AS Melarang Penggunaan DeepSeek
Dalam pengumuman yang dikirimkan melalui email kepada pegawai, Departemen Perdagangan menegaskan bahwa akses ke DeepSeek dilarang pada semua perangkat Government Furnished Equipment (GFE), yang mencakup smartphone, komputer, dan tablet yang diberikan oleh pemerintah.
Selain Departemen Perdagangan, larangan serupa juga telah diberlakukan oleh:
Kantor Administrasi Kepala DPR AS
Departemen Pertahanan (Pentagon)
Angkatan Laut AS
NASA
Meskipun alasan spesifik pelarangan ini belum dijelaskan secara terbuka, banyak pihak menduga bahwa keputusan tersebut terkait dengan kekhawatiran keamanan data dan potensi penyalahgunaan AI untuk kepentingan intelijen asing.
RUU Baru: DeepSeek Berpotensi Dilarang Secara Nasional
Pemerintah AS tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melarang penggunaan DeepSeek secara luas. Jika RUU ini disahkan, individu maupun perusahaan yang tetap menggunakan DeepSeek dapat dikenai sanksi hukum berupa denda atau hukuman penjara.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan AS yang telah lebih dulu membatasi penggunaan teknologi China, termasuk larangan terhadap aplikasi seperti TikTok dan Huawei di berbagai sektor pemerintahan.
Negara Lain yang Ikut Memblokir DeepSeek
DeepSeek bukan hanya menghadapi pembatasan di AS. Sejumlah negara lain juga mulai mengambil tindakan serupa dengan alasan keamanan, di antaranya:
Taiwan, Italia, Australia, dan Korea Selatan sudah lebih dulu memblokir DeepSeek secara terbatas.
Jerman dan Perancis sedang mengkaji apakah teknologi ini melanggar regulasi perlindungan data GDPR di Uni Eropa.
Jepang dan India mempertimbangkan larangan dengan alasan perlindungan data dan potensi kebocoran informasi sensitif.
DeepSeek: AI China yang Mengancam Dominasi ChatGPT?
DeepSeek menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi sejak awal tahun ini. Model AI DeepSeek R1 disebut memiliki efisiensi tinggi meskipun menggunakan spesifikasi lebih rendah dibanding pesaingnya seperti ChatGPT dari OpenAI atau Gemini dari Google.
Namun, meskipun DeepSeek mendapat pujian karena performanya, banyak pihak menyoroti risiko keamanannya, terutama terkait bagaimana data pengguna disimpan dan dikelola.
Kesimpulan: Eskalasi Persaingan AI Global
Pelarangan DeepSeek di AS dan negara-negara lain menunjukkan bahwa persaingan AI kini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga geopolitik dan keamanan data. AS tampaknya ingin mencegah dominasi China di bidang AI, sementara negara-negara lain masih mempertimbangkan bagaimana menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan privasi.
Akankah DeepSeek mampu bertahan dari gelombang larangan ini, atau justru semakin berkembang sebagai pesaing serius ChatGPT? Kita tunggu perkembangannya!