Sumber foto: Google

AI Mana yang JUARA? Gemini vs Copilot — Fakta Hasil Uji Kemampuan Ini Bakal Mengejutkan Kamu!

Tanggal: 10 Jan 2026 15:54 wib.
Persaingan antara Google Gemini dan Microsoft Copilot semakin sengit di dunia kecerdasan buatan (AI). Dua teknologi ini sedang diuji dalam berbagai skenario untuk melihat mana yang lebih unggul dalam membantu tugas sehari-hari pengguna komputer, mulai dari membuat jadwal perjalanan hingga menulis skrip otomatis. Uji kemampuan seperti ini penting karena menunjukkan kekuatan dan kelemahan masing-masing AI dalam konteks nyata yang sering dihadapi pengguna.

Dalam pengujian yang dikutip dari ZDNet dan dipublikasikan oleh Liputan6.com, kedua asisten AI diberikan tujuh skenario berbeda secara berurutan, kemudian hasilnya dibandingkan satu sama lain. Tujuan tes ini adalah untuk menilai kemampuan Gemini dan Copilot dalam berbagai jenis tugas yang mencerminkan kebutuhan pengguna komputer pada umumnya.

Skenario pertama adalah menyusun itinerary perjalanan bertema pasar Natal. Gemini berhasil menyusun jadwal perjalanan yang akurat dengan rekomendasi kota dan rute kereta yang sesuai syarat perjalanan. Copilot, di sisi lain, hanya memberikan rencana yang sederhana dan terbatas tanpa detail rute yang jelas. Hasil ini menunjukkan bahwa Gemini lebih hebat dalam merancang rencana perjalanan yang komprehensif.

Pada tes kedua, yaitu pembuatan peta rute perjalanan, keduanya diminta membuat panduan visual dan informasi rute. Gemini mengakui keterbatasannya dalam membuat rute panjang secara visual tetapi kemudian memberikan tautan Google Maps dengan penanda lokasi yang tepat sebagai solusi. Copilot, sayangnya, menghasilkan peta yang kurang informatif dan bahkan menuliskan beberapa lokasi secara salah sampai akhirnya menyerah pada tugas ini. Ini kembali menunjukkan keunggulan Gemini dalam menangani konteks geografis yang kompleks.

Selanjutnya, pada tugas menelusuri sejarah Windows dan menyusunnya dalam tabel, kedua AI tampil memadai. Mereka mampu menyajikan daftar versi sistem operasi beserta tanggal rilis secara rapi dan informatif. Gemini bahkan memberi poin ekstra dengan menambah catatan mengenai pembaruan dari Windows 8 ke 8.1, yang menunjukkan kemampuannya menangani detail sejarah perangkat lunak.

Perbedaan yang lebih mencolok terlihat pada tantangan pembuatan infografik. Copilot mencoba menghasilkan ilustrasi dengan ikon clip-art sederhana, tetapi hasilnya kurang menarik dan tidak berkembang meski beberapa kali diperbaiki. Sementara itu, Gemini menghasilkan ilustrasi konseptual yang jelas dan informatif jauh lebih cepat, menunjukkan bahwa Gemini unggul dalam tugas-tugas visual dan kreatif.

Dalam tugas yang melibatkan pengambilan keputusan finansial sederhana — seperti apakah lebih baik membeli atau menyewa mobil berdasarkan faktor-faktor tertentu — kedua AI memberikan jawaban yang aman, relevan, dan konsisten. Ini menunjukkan bahwa dalam skenario pembantu keputusan dasar, kedua sistem relatif seimbang.

Namun, saat diuji dalam penulisan skrip PowerShell, di mana AI diminta membuat skrip untuk mengganti nama ratusan berkas foto berdasarkan metadata, hasilnya sangat berbeda. Copilot menunjukkan performa unggul dengan menyajikan skrip yang efektif, termasuk pengelolaan eror dan saran membuat cadangan data. Sementara itu, Gemini sering mendekati kesalahan, menyarankan penggunaan alat pihak ketiga tanpa tautan, dan menghasilkan skrip yang tidak berfungsi dengan baik. Dalam tugas ini, Copilot menunjukkan dominasi dalam automasi teknis dan pengkodean.

Ujian ketujuh adalah trivia tentang film, di mana kedua chatbot diminta mengenali adegan yang terlupa dan menyebutkan aktor yang terlibat. Kedua AI mampu menangani tugas ini dengan baik: Gemini memberikan jawaban yang ringkas, sementara Copilot memberikan penjelasan panjang yang lebih detail. Meskipun gaya jawabannya berbeda, keduanya berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik.

Melihat keseluruhan hasil uji coba, Gemini tampil lebih unggul dalam tugas yang melibatkan kreativitas, visualisasi, dan analisis perjalanan atau konteks geografis. Sementara itu, Copilot menunjukkan kelebihan dalam tugas teknis seperti pembuatan skrip dan automasi dalam konteks pemrograman. Untuk tugas trivia dan keputusan finansial dasar, keduanya tampil seimbang dengan gaya penyampaian yang berbeda—Gemini lebih ringkas, Copilot lebih detail.

Hasil pengujian ini menggambarkan bahwa tidak ada satu AI yang secara mutlak dominan dalam semua skenario. Gemini cenderung lebih fleksibel dan mampu memberikan solusi yang mudah dipahami dalam tugas-tugas yang memerlukan kreativitas dan integrasi konteks kompleks, sementara Copilot lebih kuat pada tugas-tugas khusus yang membutuhkan logika teknis dan kemampuan scripting.

Dalam dunia kecerdasan buatan yang terus berkembang, persaingan seperti ini penting untuk memetakan kekuatan masing-masing teknologi AI. Pengguna sebaiknya mempertimbangkan tujuan penggunaan mereka sebelum memilih antara Gemini atau Copilot: apakah mereka butuh asisten AI yang fleksibel dan kreatif, atau solusi yang kuat dan efisien dalam tugas teknis.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved