Sumber foto: Google

Terjebak di Lift dan Emosi Meledak! Max Metino & Ismi Melinda Ungkap Drama Psikologis yang Bikin Penonton ‘Sesak’

Tanggal: 9 Jan 2026 22:23 wib.
Film terbaru berjudul Lift siap hadir sebagai pengalaman sinematik yang berbeda dari film Indonesia pada umumnya. Dibintangi oleh Ismi Melinda dan Max Metino, karya ini menjanjikan ketegangan psikologis yang intens karena sebagian besar cerita berlangsung di dalam ruang lift yang sempit konsep yang justru menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan suasana mencekam yang tidak mudah bagi para pemerannya.

Ismi Melinda mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat membintangi film ini adalah tuntutan emosional yang harus ia tampilkan dalam ruang yang begitu terbatas. Ia berperan sebagai Linda, seorang humas di sebuah perusahaan bernama Jamsa Land sekaligus orang tua tunggal yang berusaha menjaga citra perusahaan sekaligus melindungi anaknya. Karena hampir seluruh aksi berlangsung di dalam lift, Melinda harus memastikan bahwa emosi yang ditampilkan tetap kuat dan realistis agar penonton benar-benar merasakan tekanan serta kecemasan karakter yang ia perankan.

“Saya di sini sebagai Linda … banyak adegan di lift. Itu challenging banget. Gimana caranya penonton nggak bosan dan tetap ngerasa cerita ini kuat secara emosional,” ungkap Ismi saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Ketegangan tak hanya muncul dari berada di ruang sempit saja, melainkan juga dari dinamika karakter yang dipaksa saling berinteraksi secara intens dalam kondisi yang membuat suasana makin rapuh. Di sini masuk peran Anton, karakter yang diperankan oleh Max Metino seorang influencer populer dengan sifat penuh intrik. Ketika Anton dan Linda terjebak dalam lift yang sama, dinamika dan percakapan mereka menjadi motor utama drama yang dibangun.

Max sendiri menyebut keterlibatannya dalam film ini sebagai pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan. Fokus utama Max bukan hanya soal dialog, tetapi bagaimana membuat detak emosional kedua karakter benar-benar terasa di layar. “Kita harus delivery perasaan yang dialami Anton dan Linda di dalam lift,” kata Max. “Film ini sangat menegangkan dan membawa emosi yang dalam.”

Ketegangan “Silat Lidah” di Ruang Sempit

Menurut Max dan Ismi, pendekatan dalam film ini sangat berbeda dengan film lain yang pernah mereka jalani. Jika biasanya aksi atau konfrontasi lahir dari silat fisik, di Lift ketegangan justru tumbuh dari konfrontasi verbal dan psikologis yang mereka sebut sebagai silat lidah. Karena hampir tanpa ruang untuk bergerak bebas, kekuatan cerita dan drama sangat bergantung pada kualitas dialog dan chemistry kedua pemeran utama.

Proses persiapan pun tidak bisa dilakukan secara sekadar datang ke lokasi syuting dan langsung berakting. Kedua aktor mengaku melakukan reading bersama selama sekitar satu bulan termasuk reading di set lift yang sebenarnya untuk benar-benar merasakan suasana terbatas dan menegangkan yang akan mereka sampaikan pada penonton.

Ismi menuturkan bahwa proses ini membantu dirinya memahami karakter Linda secara lebih mendalam, terutama menghadapi kondisi psikologis ketika terjebak dan bagaimana menjaga fokus emosi dari awal sampai akhir cerita. Max pun menambahkan bahwa persiapan ini penting untuk membangun chemistry dengan Ismi sehingga penonton dapat merasakan intensitas hubungan kedua karakter di dalam lift.

Cerita yang Terus Memuncak

Informasi tambahan tentang film Lift menunjukkan bahwa ketegangan psikologis menjadi elemen inti dari film ini. Selain Max dan Ismi, film ini juga dibintangi Shareefa Daanish, dengan premis yang berputar di sekitar kejadian misterius ketika seseorang terjebak di dalam lift dan terungkap berbagai rahasia serta konflik emosional yang memuncak secara bertahap.

Genre thriller psikologis tidak hanya menekankan pada adegan menegangkan, tapi juga pada bagaimana cerita membangun rasa penasaran dan keterikatan emosional penonton terhadap nasib para karakter. Dengan lokasi terbatas seperti lift, setiap detik menjadi penting untuk menyampaikan sesuatu entah itu konflik batin, pengerahan emosi, atau eskalasi ketegangan interpersonal.

Tantangan Sutradara dan Kru

Tidak hanya para aktor yang menghadapi tantangan besar, proses penggarapan film ini juga membutuhkan kreativitas dari pihak sutradara Randy Chans dan tim produksi. Menurut informasi yang tersedia, Lift menggunakan dua set lift yang dirancang khusus agar visual tetap variatif dan tidak membosankan meski cerita berputar di lokasi yang sama hampir seluruhnya. Ini termasuk pemilihan sudut kamera, pencahayaan, dan tempo narasi agar adegan tetap terasa dinamis.

Sutradara juga harus jeli dalam merancang setiap baris dialog supaya tetap kuat dan berkontribusi pada ketegangan psikologis yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini penting karena tidak banyak variasi tindakan fisik yang bisa ditampilkan di dalam lift; alur cerita dan percakapan menjadi senjata utama untuk menjaga perhatian penonton.

Dengan hampir keseluruhan cerita berlangsung di dalam sebuah lift yang sempit, film Lift menjadi tantangan besar baik bagi aktor maupun tim produksi. Fokus pada emosi, chemistry antar pemain, dialog kuat, dan penyampaian ketegangan psikologis menjadi inti yang diupayakan agar penonton tidak hanya sekadar menonton, tetapi merasakan langsung apa yang dialami karakter di dalam layar.

Penggabungan kekuatan akting Max Metino dan Ismi Melinda, serta pendekatan storyline yang intens dan rapat, membuat film ini layak dinantikan bagi penikmat genre thriller psikologis. Dengan premis yang sederhana namun kuat, Lift berpotensi menjadi salah satu tontonan paling memacu adrenalin di layar lebar di awal 2026
Copyright © Tampang.com
All rights reserved