Sumber foto: google

Kenangan Mendalam Denada Saat Melihat Jenazah Ibunya: Aroma yang Sederhana Namun Penuh Makna

Tanggal: 25 Feb 2025 20:30 wib.
Denada, penyanyi yang dikenal luas di Indonesia, kembali mengenang momen yang penuh emosional ketika dia tiba di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ibunya, Emilia Contessa, yang diterima Tuhan pada 27 Januari 2025 silam. Kedatangan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah perjalanan batin yang mendalam bagi Denada untuk mengucapkan selamat tinggal kepada sosok yang telah membesarkannya.

Saat ia melihat jenazah ibunya untuk yang terakhir kalinya, Denada merasakan berbagai emosi yang bergejolak di dalam hatinya. Ia mengungkapkan betapa tersentuhnya dirinya ketika mendapati bahwa jenazah sang ibu masih dalam keadaan belum dimandikan. Dalam kondisi tersebut, aroma khas yang selalu dikenalnya dari ibunya masih terasa kental, sehingga menambah kesedihan sekaligus keindahan dari momen tersebut. "Masih belum dimandikan, jadi wanginya dia juga masih wanginya dia yang aku kenal. Terus cantik, Masya Allah. Senyum," ujar Denada dengan penuh rasa haru saat diwawancarai di acara FYP.

Memanfaatkan setiap detik yang ada, Denada tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. "Aku cuba puas-puasin gitu. Jadi dari mulai aku nyampe tuh ngeliat dia, aku puas-puasin, aku sayang-sayang. Aku peluk-peluk, aku elus-elus, aku cium-cium, aku ajak ngobrol," lanjutnya dengan nada yang penuh kasih. Denada seolah-olah ingin mengabadikan setiap momen yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi.

Dalam percakapan terakhirnya, Denada berbagi berbagai cerita, mengungkapkan hal-hal yang mungkin selama ini belum sempat ia katakan kepada ibunya. Ia berkeinginan untuk memastikan hubungan antara mereka tidak menyisakan kesedihan. "Aku ajak dia ngobrol, aku ceritakan semua gitu. Apa pun yang terjadi di hidup aku ya mungkin selama ini aku nggak ceritain sama dia," tambahnya, menegaskan betapa berharganya setiap percakapan itu.

Tidak hanya sekadar cerita, momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi Denada untuk memberikan penghiburan kepada ibunya yang sudah tiada. "Aku bilang nggak apa-apa ya, aku bilang gitu jangan takut ya, aku bilang gitu. Aku di sini kok, aku bilang gitu,” ungkapnya, menguatkan diri dan menyemangati almarhum ibunya dengan penuh kasih dan kelembutan.

Di tengah kesedihan yang meliputi, Denada berupaya untuk mengikhlaskan kepergian sang ibu. Ia meyakini bahwa ibunya kini berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. "Sekarang Mama yang jagain Allah, aku bilang gitu. Nanti yang jagain Mama malaikat-malaikat, aku bilang gitu," tuturnya dengan tulus, menunjukkan betapa dalamnya rasa sayang dan penghargaannya kepada sosok yang telah mendidiknya dengan penuh kasih.

Melalui pernyataan dan kenangannya, Denada menunjukkan kepada kita semua betapa pentingnya momen-momen terakhir bersama orang-orang yang kita cintai. Meskipun terpisah oleh waktu dan ruang, kenangan yang indah akan tetap abadi dalam hati.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved