Sumber foto: tvinsider.com

Society of The Snow : kecelakaan pesawat, berhasilkah untuk bertahan hidup?

Tanggal: 26 Mar 2024 21:21 wib.
Pada 13 Oktober 1972, telah terjadi tragedi kecelakaan pesawat di pegunungan Andes. Pesawat angkatan udara Uruguay Air Force Flight  571, membawa tim rugby beserta pendukungnya dari Uruguay menuju ke Inggris untuk bertanding. Naasnya, ditengah penerbangan, terjadi kendala adanya awan tebal hingga akhirnya pesawat tiba-tiba jatuh di Pegunungan Andes. Kecelakaan pesawat ini jatuh ditumpukan salju yang tebal hingga mengakibatkan bada pesawat terbagi menjadi dua. Tragedi kecelakaan pesawat pada tahun 1972 ini telah menjadi perhatian dunia hingga akhirnya kisahnya diabadikan dalam sebuah film yang berjudul Society of the snow.

Film Society of The Snow juga merupakan adaptasi dari sebuah novel karya Pablo verci dengan judul yang sama Society of The Snow. Film ini masuk nominasi penghargaan Oscar dalam kategori Internasional Best Film 2024, bahkan film ini juga sudah tayang di Netflix.

Society of The Snow benar-benar menggambarkan kisah nyata tragedi kecelakaan pesawat di pegunungan Andes. Sebelum pembuatan film, para aktor dan kru produksi melakukan interaksi dan wawancara terhadap para korban dan keluarga korban yang selamat.

Seperti kisah nyatanya, film ini juga menceritakan tentang penerbangan dari Uruguay menuju ke Santiago, Inggris mengalami kecelakaan pesawat. Pesawat terjatuh di pegunungan salju Andes dengan suhu minus 40 derajat celcius. Dari 45 penumpang yang dibawa, 33 penumpang diantaranya berhasil selamat. Namun mereka terjebak di pegunungan es yang tebal, terjebak dalam cuaca yang sangat dingin dan kelaparan, hingga membuat korban harus bertahan antara hidup dan mati.

Proses pencarian pesawat dilakukan hari demi hari namun karena awan yang tebal membuat proses pencarian begitu lama. Bahkan proses pencarian sempat dihentikan dan dianggap semua penumpang pesawat dinyatakan meninggal.

Film ini memperlihatkan bagaimana para korban mempertahankan hidupnya dengan berbagai cara. Depresi dan putus asa mulai menyelimuti para korban. Para korban yang selamat harus menahan kelaparan ditengah pegunungan salju sampai berhari-hari. Hingga akhirnya terpaksa membuat mereka memakan bangkai temannya yang sudah meninggal. Tidak ada yang mau menjadi kanibal, namun hal ini terpaksa dilakukan untuk bertahan hidup.

Para korban yang mampu bertahan hidup berjalan menyusuri dinginnya salju untuk mencari pertolongan. Setelah berhari-hari bahkan hingga satu bulan lebih bertahan, mereka berhasil mendapat pertolongan. Tiga helikopter berhasil menyelamatkan semua para korban yang selamat.

Melalui film ini, ada pesan yang ingin disampaikan bahwa bagaimana perjuangan dan pertahanan dalam bertahan hidup dan selalu percaya akan keajaiban Tuhan.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved