Sinopsis Pernikahan Arwah Dibintangi Morgan Oey & Fakta Menarik
Tanggal: 27 Feb 2025 18:51 wib.
Film horor terbaru berjudul "Pernikahan Arwah" akan segera tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 27 Februari 2025. Dalam bahasa Inggris, film ini dikenal sebagai "The Butterfly House". Sebelum Anda memutuskan untuk membeli tiketnya, ada baiknya menyimak sinopsisnya terlebih dahulu.
"Pernikahan Arwah" disutradarai oleh Paul Agusta, yang dikenal lewat karyanya di film "Parts of the Heart" dan "Daysleepers". Naskah film ini ditulis oleh Aldo Swastia dan Ario Sasongko, yang sebelumnya telah menggarap beberapa proyek menarik di industri perfilman Indonesia.
Dalam film ini, Morgan Oey dan Tasya Maharani memerankan tokoh utama, Salim dan Tasya. Mereka akan beradu akting dengan sejumlah aktor dan aktris berbakat Tanah Air, seperti Brigitta Cynthia, Jourdy Pranata, Puty Sjahrul Munir, Amagerald, Alam Setiawan, Verdi Sulaeman, dan Bernadette Bonita. Morgan Oey, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota boyband SMASH, telah menjajal dunia akting sejak tahun 2011 dan membintangi sejumlah film seperti "Assalamualaikum Beijing" (2014) dan "Sweet Twenty" (2017).
Film ini akan menyajikan elemen budaya dan tradisi Tionghoa dengan nuansa horor yang kental. "Pernikahan Arwah" berfokus pada gagasan tentang pernikahan dan hubungan antara yang hidup dan yang mati, menjadikannya salah satu film yang dinantikan oleh penonton horor di tahun 2025.
Sinopsis dari film ini dimulai dengan pasangan calon suami istri, Salim (diperankan oleh Morgan Oey) dan Tasya (Zulfa Maharani), yang baru menjalani acara Sangjit, sebuah tradisi tunangan dalam budaya Tionghoa. Setelah acara tersebut, Salim menerima kabar buruk yang memaksanya untuk kembali ke rumah kakek dan neneknya di Jawa Tengah. Rencana awal mereka untuk melakukan sesi foto prewedding di luar negeri terpaksa dibatalkan dan dialihkan ke rumah kakeknya.
Ketika Tasya dan Febri, ketua tim photoshoot, datang untuk menyusul Salim, mereka mulai merasakan ada kejanggalan di rumah tersebut. Secara mengejutkan, muncul sosok arwah perempuan berpakaian pengantin Tionghoa yang memunculkan ketegangan dan misteri. Arwah tersebut tampaknya sedang mencari sesuatu yang berkaitan dengan Salim dan Tasya.
Maka, Salim, Tasya, dan tim photoshoot mereka bertekad untuk mengungkap semua misteri kelam yang melibatkan keluarga dan leluhur Salim sebelum keadaan menjadi semakin buruk.
Beralih ke fakta-fakta menarik mengenai film "Pernikahan Arwah", yang pertama adalah film ini mengangkat tradisi kuno Tionghoa yang dikenal sebagai Minghun. Tradisi ini melibatkan pernikahan antara dua orang yang telah meninggal, atau pun antara yang hidup dan yang sudah tiada. Tujuannya adalah untuk menghormati leluhur dan menghindari berbagai kesialan di dunia nyata.
Selain itu, dalam setiap adegan terdapat beragam simbol etnis Tionghoa, termasuk naga dan kupu-kupu merah. Dalam budaya Tionghoa, naga melambangkan kekuatan dan keberanian, sedangkan kupu-kupu merah mengisyaratkan harapan dan kerinduan yang tak terungkap. Kupu-kupu dengan sayap yang rapuh menjadi representasi dari kerinduan mendalam yang dialami oleh karakter dalam film.
Terakhir, film ini juga memanfaatkan elemen ritual asli yang berhubungan dengan pemanggilan arwah. Hal ini dibenarkan oleh Verdi Sulaeman yang berperan sebagai Ko Chungchun, menambahkan kedalaman dan keotentikan pada cerita.
Bagi Anda yang tertarik untuk menyaksikan kisah Salim dan Tasya dalam mengungkap misteri ini, jangan lewatkan untuk menyaksikannya di bioskop XX1, CGV, dan Cinepolis pada tanggal tayang 27 Februari 2025. Tiket dapat dibeli melalui tautan berikut:
Link Beli Tiket Film Pernikahan Arwah - XXI
Link Beli Tiket Film Pernikahan Arwah - CGV
Link Beli Tiket Film Pernikahan Arwah - Cinepolis