Sumber foto: Google

Balon Raksasa ‘Pelangi di Mars’ Muncul di SCBD, Upie Guava Ngaku Deg-Degan Jelang Tayang

Tanggal: 21 Feb 2026 12:18 wib.
Kehadiran balon raksasa bertema film Pelangi di Mars mendadak mencuri perhatian publik di kawasan bisnis Jakarta. Instalasi unik tersebut dipasang di area SCBD dan langsung menjadi magnet bagi pejalan kaki maupun penggemar film lokal yang penasaran dengan proyek layar lebar tersebut. Momen ini sekaligus menjadi bagian dari strategi promosi kreatif menjelang penayangan film yang digadang-gadang membawa konsep visual berbeda dari film Indonesia pada umumnya.Balon raksasa berwarna cerah dengan nuansa fantasi itu tampak mencolok di tengah gedung-gedung perkantoran modern. Banyak pengunjung yang berhenti sejenak untuk berfoto, bahkan membagikan momen tersebut ke media sosial. Kehadirannya bukan sekadar dekorasi biasa, melainkan simbol semangat petualangan dan imajinasi yang diangkat dalam film. Elemen visual ini sengaja dihadirkan agar publik merasakan atmosfer cerita sebelum filmnya resmi tayang di bioskop.Salah satu pemeran yang ikut merasakan euforia sekaligus ketegangan menjelang perilisan adalah Upie Guava. Ia mengaku memiliki perasaan campur aduk ketika melihat promosi film dalam skala besar seperti ini. Menurutnya, promosi balon raksasa di pusat kota memberikan sensasi berbeda karena menunjukkan keseriusan tim produksi dalam memperkenalkan film kepada masyarakat luas.Upie menyebut rasa deg-degan yang ia rasakan bukan tanpa alasan. Film ini dianggap sebagai proyek yang cukup spesial karena menawarkan cerita dengan pendekatan visual dan tema yang tidak biasa. Ia berharap kehadiran balon raksasa tersebut bisa meningkatkan rasa penasaran penonton sekaligus membangun antusiasme menjelang hari penayangan resmi.Kampanye promosi menggunakan instalasi besar di ruang publik memang bukan hal baru di industri hiburan global, namun masih tergolong jarang di Indonesia. Oleh karena itu, kemunculan balon raksasa “Pelangi di Mars” di kawasan SCBD menjadi sorotan tersendiri. Banyak yang menilai langkah ini sebagai gebrakan kreatif untuk menarik perhatian generasi muda yang aktif di media sosial.Tak hanya menjadi latar foto, balon raksasa itu juga berfungsi sebagai media komunikasi visual tentang tema film yang penuh warna dan imajinatif. Desainnya yang mencolok mencerminkan perjalanan fantastis yang menjadi inti cerita. Dengan konsep ini, tim produksi ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan penonton, bahkan sebelum mereka masuk ke dalam bioskop.Upie Guava juga menilai bahwa promosi semacam ini dapat membantu membangun koneksi emosional antara film dan calon penonton. Ia merasa bahwa kehadiran simbol visual di ruang publik membuat film terasa lebih hidup dan nyata. Hal tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa industri perfilman Indonesia semakin berani bereksperimen dalam strategi pemasaran.Selain faktor promosi, Upie menyoroti proses panjang yang telah dilalui selama produksi film. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini menuntut pendalaman karakter dan penyesuaian dengan konsep cerita yang penuh nuansa fantasi. Karena itu, menjelang penayangan, wajar jika muncul perasaan gugup sekaligus antusias melihat respons awal masyarakat.Respons publik terhadap balon raksasa ini terbilang positif. Banyak warga yang mengaku tertarik dan penasaran dengan alur cerita filmnya setelah melihat instalasi tersebut secara langsung. Bahkan, tidak sedikit yang mulai mencari informasi lebih lanjut mengenai jadwal tayang serta jajaran pemain yang terlibat dalam proyek tersebut.Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan promosi kreatif dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan awareness terhadap film lokal. Di tengah persaingan dengan film internasional, inovasi seperti balon raksasa di lokasi strategis dinilai mampu menciptakan pembicaraan luas di masyarakat. Dengan begitu, film memiliki peluang lebih besar untuk dikenal sebelum masuk ke layar lebar.Upie berharap penonton dapat merasakan pesan positif yang ingin disampaikan film “Pelangi di Mars”. Ia menilai bahwa film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk berani bermimpi dan menjelajahi imajinasi tanpa batas. Harapan tersebut semakin besar seiring meningkatnya perhatian publik sejak balon raksasa itu dipasang.Menjelang hari tayang, rasa deg-degan yang diungkapkan Upie menjadi hal yang wajar bagi seorang pemeran. Baginya, momen melihat karya yang telah dikerjakan dengan penuh dedikasi akhirnya diperkenalkan ke publik merupakan pengalaman emosional yang sulit dijelaskan. Ia hanya bisa berharap film ini diterima dengan baik dan mampu memberikan kesan mendalam bagi penonton.Dengan kemunculan balon raksasa di jantung kota Jakarta, promosi “Pelangi di Mars” berhasil menciptakan gebrakan yang berbeda. Langkah ini tidak hanya memperkuat identitas visual film, tetapi juga menandai semakin kreatifnya strategi promosi film Indonesia dalam menarik perhatian publik. Kini, semua mata tertuju pada penayangan film tersebut, menunggu apakah hype besar ini akan berbanding lurus dengan kesuksesan di layar lebar.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved