Sumber foto: Google

Angkat Kisah Anak NTT, TVRI Rilis Film Dokumenter “Surat Untuk Presiden”

Tanggal: 26 Agu 2025 19:34 wib.
Jakarta – Dalam rangka memperingati HUT ke-63, TVRI meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul “Surat Untuk Presiden” yang mengangkat kisah sederhana namun penuh makna dari seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Film ini akan tayang perdana pada 31 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB di TVRI dan juga televisi lokal lainnya.Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno menjelaskan bahwa karya ini menjadi bentuk nyata komitmen TVRI dalam menghadirkan tayangan yang bukan hanya informatif, tetapi juga menghibur serta menyentuh kehidupan masyarakat. “Film ini merupakan salah satu bentuk komitmen TVRI untuk mensosialisasikan program-program pemerintah tidak hanya dalam bentuk berita tapi juga dalam bentuk yang menghibur,” ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta, Ahad.Kisah Brian, Anak Desa dengan Harapan BaruFilm dokumenter ini menceritakan tentang Brian, seorang siswa SD dari keluarga kurang mampu yang tinggal di sebuah desa terpencil di NTT. Sehari-harinya, Brian harus bergulat dengan keterbatasan ekonomi keluarganya. Namun, harapan baru muncul ketika ia mendengar kabar tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.Bagi Brian, program itu bukan sekadar makanan, melainkan secercah harapan yang bisa meringankan beban kedua orang tuanya. Ketika akhirnya program MBG sampai ke sekolahnya, perasaan bahagia dan rasa syukur memenuhi hati Brian. Apalagi, program itu datang tepat di saat keluarganya menghadapi kondisi yang semakin sulit.Dukungan terhadap Asta Cita PemerintahIman menegaskan bahwa film ini juga sekaligus menjadi bagian dari dukungan TVRI terhadap program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing. “Lebih jauh, karya ini juga menjadi bagian dari dukungan TVRI terhadap program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam membangun SDM Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing,” ungkapnya.Dengan menayangkan kisah nyata seperti ini, TVRI ingin menunjukkan bahwa media publik tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan nilai kebersamaan, optimisme, dan rasa empati terhadap sesama.Diperankan oleh Warga LokalYang membuat “Surat Untuk Presiden” semakin istimewa adalah keputusan TVRI untuk tidak menggunakan aktor profesional. Semua pemeran dalam film ini berasal dari anak-anak dan warga desa setempat, termasuk murid-murid SD Noelbaki.“Kami memakai mereka sebagai aktor sesungguhnya, jadi kami tidak memakai pemain-pemain dari Jakarta melainkan memang anak-anak dari SD Noelbaki sendiri,” jelas Iman.Proses casting hingga pemilihan pemeran dilakukan langsung di lokasi. Meski tanpa pengalaman akting, para anak-anak dan warga lokal mampu memperlihatkan kemampuan alami yang menyentuh hati. “Saya rasa ini juga capaian bagi mereka yang ternyata memiliki kemampuan luar biasa,” tambahnya.Syuting film ini digarap selama dua minggu penuh di desa tempat Brian tinggal. Dengan pengambilan gambar yang otentik dan natural, film ini diharapkan bisa membawa penonton untuk benar-benar merasakan realitas kehidupan anak-anak di NTT.Sebuah Cermin HarapanMelalui “Surat Untuk Presiden”, TVRI ingin menghadirkan sebuah karya yang bukan hanya sekadar tontonan, melainkan juga cermin bagi masyarakat luas. Kisah Brian adalah simbol dari ribuan anak Indonesia yang masih berjuang di tengah keterbatasan, namun tetap menyimpan harapan besar untuk masa depan.Film dokumenter ini diharapkan tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa setiap kebijakan pemerintah, sekecil apapun, bisa membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat di pelosok negeri.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved