4 Pelajaran Hidup dari When Life Gives You Tangerines, Tetap Bahagia Meski Banyak Cobaan
Tanggal: 26 Mar 2025 09:42 wib.
Dalam setiap kisah yang ditampilkan dalam serial drama Korea Selatan, When Life Gives You Tangerines, terdapat banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik. Drama yang berlatar belakang di Pulau Jeju pada dekade 1950-an ini menceritakan perjalanan hidup Oh Ae Sun (yang diperankan oleh IU), seorang gadis yang berani dan memimpikan untuk menjadi seorang penyair. Sayangnya, kendala ekonomi yang dihadapinya membuatnya sulit untuk melanjutkan pendidikan yang diinginkannya.
Di sisi lain, ada Gwan Sik (diperankan oleh Park Bo Gum), seorang pemuda yang pendiam namun tulus mencintai Ae Sun sejak masa kecil mereka. Dalam perjalanan hidup yang penuh liku-liku, keduanya harus melalui berbagai tantangan, namun semangat juang mereka tidak surut.
1. Menerima Keadaan yang Tidak Sesuai Rencana
Salah satu pesan penting yang tersampaikan melalui karakter Ae Sun adalah pentingnya menerima keadaan yang tidak sesuai harapan. Meskipun bercita-cita menjadi penyair, Ae Sun harus menghadapi kenyataan pahit dalam lingkungan patriarkal yang membatasi peran wanita. Kehidupan tidak memberinya banyak pilihan, bahkan ia pernah dipaksa untuk menikah dengan seorang duda. Kendati demikian, keberanian Ae Sun untuk merobohkan batasan yang ada dan menentukan jalan hidupnya sendiri menjadi contoh bahwa menerima situasi bukanlah sinyal untuk berhenti berjuang, tapi justru langkah awal untuk menemukan cara baru menggapai mimpi.
2. Tidak Berekspektasi Lebih
Ae Sun belajar untuk tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan. Dalam konteks realitas sosial dan ekonomi di Pulau Jeju yang penuh tantangan, ia menjalani hidup dengan segenap harapan dan usaha. Menghadapi kehidupan dengan cara ini mengajarkan kita bahwa, terkadang, menurunkan ekspektasi bisa membantu kita lebih siap menghadapi berbagai rintangan. Kesadaran ini akhirnya memungkinkan Ae Sun untuk tetap fokus pada perjuangannya, meskipun jalan yang harus dilaluinya tak selalu mulus.
3. Mengatasi Duka atas Kematian Seseorang yang Dicintai
Di tengah kebahagiaan yang mereka ciptakan, Ae Sun dan Gwan Sik juga harus menghadapi tragedi yang menghampiri mereka: kematian putra bungsu mereka, Yang Dong Myeong, yang meninggal dunia pada usia tiga tahun akibat tragedi hujan badai. Peristiwa ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi mereka. Meskipun kesedihan melanda, mereka tetap menyadari pentingnya untuk melanjutkan hidup demi dua anak lainnya yang juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Ini menunjukkan bahwa dalam hidup, meskipun kita akan mengalami kesedihan yang mendalam, kita tetap harus berusaha bangkit dan melanjutkan hidup demi orang-orang yang kita cintai.
4. Tetap Bahagia Meskipun Banyak Cobaan
Kehidupan rumah tangga Ae Sun dan Gwan Sik tak lepas dari beragam cobaan, seperti kemiskinan dan tantangan sosial yang terus mengintai. Namun, mereka mampu menemukan kebahagiaan di antara kesulitan yang ada. Mereka mengajarkan kepada kita pentingnya bersyukur dan merayakan momen-momen kecil kebersamaan yang memberikan makna, meskipun dikelilingi oleh berbagai permasalahan. Ketahanan cinta dan kebersamaan di tengah badai kehidupan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu bergantung pada kondisi eksternal, melainkan pada bagaimana kita bisa membangun momen berharga bersama orang-orang terkasih di sekeliling kita.
Melalui kisah Ae Sun dan Gwan Sik, When Life Gives You Tangerines tidak hanya menghadirkan narasi yang menyentuh, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang berharga bagi penontonnya. Drama ini mengajak kita merenungkan ulang arti kehidupan, harapan, dan keteguhan hati.