Bagaimana Cara Shalat Saat Bepergian Jauh?
Tanggal: 26 Feb 2025 20:24 wib.
Shalat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim, termasuk saat melakukan perjalanan jauh. Dalam kondisi bepergian, ada beberapa keringanan yang diberikan dalam praktik shalat, sehingga umat Islam tetap dapat menjalani ibadah tersebut dengan mudah dan nyaman. Di bawah ini, kita akan membahas bagaimana cara shalat saat bepergian jauh, serta langkah-langkah yang perlu diperhatikan.
Pertama-tama, penting untuk diketahui bahwa perjalanan jauh dalam konteks syariat Islam didefinisikan sebagai perjalanan yang mencapai jarak minimal 48 mil atau sekitar 77 kilometer. Ketika seseorang melakukan perjalanan sejauh ini, mereka diberikan kelonggaran dalam melaksanakan shalat, baik dari segi jumlah rakaat juga dari segi waktu. Ketika sedang bepergian, umat Islam diperbolehkan untuk menggabungkan shalat, yaitu menjamak shalat dzuhur dengan ashar atau maghrib dengan isya.
Cara menggabungkan shalat ini dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu dengan cara menjamak ta’khir dan menjamak taqdim. Pada jamak ta’khir, shalat dzuhur dan ashar dilaksanakan bersama-sama pada waktu shalat ashar, sementara pada jamak taqdim, shalat dalil dilakukan bersamaan dengan shalat dzuhur pada waktu shalat dzuhur. Hal ini tentunya memberikan kemudahan bagi mereka yang tengah bepergian jauh agar tidak terbebani dengan kewajiban shalat yang melelahkan.
Selama bepergian, shalat juga dapat dilaksanakan dalam bentuk qasar, yaitu memendekkan rakaat shalat. Misalnya, shalat dzuhur yang biasanya 4 rakaat dapat dipendekkan menjadi 2 rakaat. Hal ini berlaku untuk shalat ashar dan isya yang juga dipendekkan menjadi 2 rakaat masing-masing. Namun, untuk shalat maghrib yang terdiri dari 3 rakaat, tidak dapat dipendekkan. Sebagai catatan, qasar hanya sah dilakukan jika perjalanan memang memenuhi syarat panjang yang telah ditentukan sebelumnya.
Kondisi lain yang perlu diperhatikan saat shalat dalam perjalanan jauh adalah tempat pelaksanaan shalat. Umat Islam diperbolehkan untuk shalat di mana saja, asalkan tempat tersebut suci dan bersih. Misalnya, jika Anda sedang dalam perjalanan jauh dan terpaksa harus berhenti di pinggir jalan atau di dalam kendaraan, Anda dapat melaksanakan shalat dengan cara yang terbaik sesuai kondisi Anda. Anda bisa melakukan gerakan shalat di tempat duduk, atau jika memungkinkan, berhenti sejenak di tempat yang aman untuk melaksanakan shalat dengan tenang.
Juga, jangan lupa untuk mematuhi waktu shalat yang tepat. Usahakan untuk memperkirakan waktu shalat menjelang perjalanan Anda, sehingga dapat dijadwalkan dengan baik. Sebagai umat Muslim, memprioritaskan shalat di saat bepergian sangat penting, walaupun waktu dan tempatnya kadang tidak menetap. Gunakan aplikasi atau alat bantu seperti jam tangan untuk mengingatkan waktu shalat, sehingga Anda tidak melewatkannya.
Terakhir, niat merupakan bagian utama dalam setiap ibadah. Ketika kita berangkat untuk bepergian jauh, sebaiknya kita niatkan dalam hati bahwa kita akan menjalankan shalat meskipun dengan kondisi yang berbeda. Niat yang baik akan memudahkan kita dalam menjalankan ibadah saat sedang dalam perjalanan.
Dengan mengikuti aturan dan tata cara yang telah disyariatkan saat bepergian jauh, umat Islam dapat melaksanakan shalat dengan tenang dan tidak merasa terbebani meskipun berada dalam perjalanan. Dengan demikian, meskipun jauh dari rumah, koneksi spiritual dengan Tuhan tetap terjaga melalui ibadah shalat yang dilakukan secara tepat dan sesuai tuntunan.