PSI dan Jokowi: Waketum PSI Jelaskan Posisi Presiden ke-7
Tanggal: 26 Mar 2025 13:41 wib.
Tampang.com | Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, menanggapi narasi yang menyebut PSI sebagai "Partai Jokowi". Ia menegaskan bahwa PSI sejak awal memang berkomitmen untuk memperjuangkan warisan kebijakan dan visi pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
PSI Mengadopsi Visi Jokowi
Andy menjelaskan bahwa PSI terinspirasi oleh visi dan misi Jokowi dalam membangun Indonesia.
"Warisan dalam artian kerja, dalam artian apa yang menjadi visi, misi Pak Jokowi dalam membangun Indonesia itu menjadi inspirasi kita," kata Andy saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/3/2025).
Ia menegaskan bahwa PSI ingin melanjutkan dan memperjuangkan apa yang telah dikerjakan Jokowi selama dua periode kepemimpinannya.
Posisi Jokowi di PSI: Formal atau Informal?
Dalam politik, menurut Andy, ada banyak posisi yang bisa diambil, baik formal maupun informal. Ia membiarkan publik menafsirkan sendiri peran Jokowi dalam PSI.
"Di dalam politik itu segala sesuatu mungkin enggak perlu terlalu formal, tapi orang bisa cukup menilai sendiri dengan apa yang ada saat ini," ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, sebagai Ketua Umum PSI serta pernyataan Jokowi yang menyinggung partai terbuka—konsep yang kini diadopsi PSI.
"Silakan tafsirkan sendiri mengenai posisi beliau (Jokowi) di PSI," sambung Andy.
Jokowi Sebagai Mentor dan Inspirator
Andy menegaskan bahwa PSI melihat Jokowi sebagai mentor dan inspirator.
"Yang jelas, selama ini Pak Jokowi menjadi mentor, menjadi inspirator bagi PSI," katanya.
Menurutnya, banyak hal baik yang telah dikerjakan Jokowi dalam membangun Indonesia, dan PSI ingin memastikan bahwa warisan tersebut tetap berlanjut di masa depan.