Ini Kata Demiz Terkait Penilaian Dedi Mulyadi Terhadap Kekalahan Mereka di Pilgub Jabar 2018

Tanggal: 3 Jul 2018 15:45 wib.
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 Dedi Mulyadi mengungkapkan beberapa factor yang menyebabkan kubu mereka kalah di Pilkada Jabar. Salah satunya adalah karena pasangannya Deddy Mizwar. Lantas terkait penilaian itu, apa kata Deddy Mizwar yang sering disapa akrab dengan Demiz?

"Silakan saja berkomentar, terserah. Enggak ada evaluasi," ujar Demiz, pada Senin (2/7/2018).

Menurut Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi dan dirinya berasal dari partai berbeda, dan dia mewajarkan jika Dedi Mulyadi atas nama Golkar melakukan evaluasi terhadap pertarungan mereka di Pilkada Jabar 2018, di 27 Juni lalu.

"Partainya beda masing-masing. Golkar punya evaluasi sendiri," kata Demiz.

Meski begitu, bukan berarti Demokrat selaku partai yang mendukungnya menjadi Calon Gubernur tidak menaunginya. Ia mengatakan bahwa mereka juga menganalisa, hanya saja tidak perlu dipersoalkan.

"Kita analisa dan kita enggak perlu persoalkan," jelasnya.

Dimana sebelumnya Dedi Mulyadi mengatakan salah satu factor kekalahan mereka di hitung cepat Pilkada Jabar, menurutnya adalah Demiz selama ini dekat dengan Partai PKS dan Gerindra.

"Saya dengan Pak Deddy Mizwar itu dua irisan yang berbeda. Deddy Mizwar itu kan memiliki sejarah yang cukup dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera," ungkap Dedi Mulyadi di DPP Partai Golkar, Jalan Angrek Nelly, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).

Awalnya, kata Dedi Mulyadi kedekatan tersebut bisa membantu mendapatkan suara lebih banyak dari para pendukung #2019GantiPresiden, akan tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian.

Bahkan di TPS tempat Demiz mencoblos pun perolehan suara pasangannya juga sangat kecil. Padahal sebelumnya Dedi pernah meminta Demiz untuk menetap di Bekasi menggaet suara di wilayah Bekasi dan Bogor.

"Bahkan saya sudah minta beliau untuk tidak lagi tinggal di rumahnya di Bandung. Tetapi untuk fokus di kota Bekasi ditempat beliau dan tidak usah ke mana-mana," Kata Dedi

Namun, Demiz justru memilih untuk tetap tinggal di Bandung.

"Ini sudah lama, sudah punya analisis. karena kan saya tiap hari keliling di Lapangan. Mengerti apa sih yang jadi problem, dan apa yang jadi isu di setiap masyarakat," Katanya

 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved