Erick Thohir, Dengan Danantara BUMN Tidak Bergantung Anggaran Negara
Tanggal: 19 Feb 2025 18:24 wib.
Tampang.com | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan bahwa keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menjadi terobosan besar bagi BUMN dalam mengembangkan bisnisnya tanpa bergantung pada anggaran negara.
Menurut Erick, Danantara adalah visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat peran BUMN agar lebih mandiri dan memiliki sumber pendanaan alternatif di luar APBN.
"BUMN harus berinovasi dan mencari solusi kreatif untuk pembiayaan. Dengan adanya Danantara, kita tidak lagi bergantung pada anggaran negara," ujar Erick Thohir dalam sebuah wawancara, Selasa (19/2/2025).
BPI Danantara dibentuk sebagai badan pengelola investasi yang berfokus pada pengembangan aset strategis BUMN. Lembaga ini akan bekerja seperti sovereign wealth fund, yang mengelola dana investasi untuk memaksimalkan nilai aset BUMN tanpa membebani anggaran pemerintah.
BPI Danantara diharapkan dapat:
Mengoptimalkan aset BUMN agar lebih produktif dan menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Mendukung proyek strategis nasional tanpa harus terus meminta suntikan modal dari APBN.
Membuka peluang investasi internasional yang bisa memperkuat daya saing BUMN di pasar global.
Dengan pendekatan ini, BUMN dapat lebih fleksibel dan agresif dalam ekspansi bisnisnya, terutama dalam sektor infrastruktur, energi, dan industri strategis lainnya.
Meskipun pemerintah membentuk BPI Danantara, posisi Erick Thohir sebagai Menteri BUMN tetap tak tergoyahkan. Ia tetap berperan dalam mengarahkan transformasi perusahaan-perusahaan pelat merah agar lebih efisien dan kompetitif.
Selama kepemimpinannya, Erick Thohir telah melakukan berbagai reformasi di BUMN, seperti:
Merger bank-bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Restrukturisasi Garuda Indonesia agar lebih sehat secara finansial.
Digitalisasi bisnis BUMN, seperti integrasi layanan Telkom dan pengembangan ekosistem digital Pertamina.
Menurut Erick, keberadaan Danantara bukanlah pengganti peran Kementerian BUMN, melainkan pelengkap dalam mengelola investasi dan pengembangan bisnis BUMN.
"Kami tetap fokus untuk memastikan BUMN bekerja secara profesional dan memberikan dampak ekonomi bagi rakyat," tegas Erick.
Dengan adanya Danantara, pemerintah berharap bisa mengurangi ketergantungan BUMN terhadap APBN, sehingga anggaran negara dapat dialokasikan lebih optimal untuk sektor lain, seperti kesehatan dan pendidikan.
Selain itu, BPI Danantara juga berpotensi menarik investasi asing yang lebih besar, karena memberikan kepastian pengelolaan aset BUMN yang lebih transparan dan profesional.
Ke depan, BUMN diharapkan dapat:
Lebih mandiri secara finansial dan tidak terus meminta subsidi dari pemerintah.
Menjadi pemain global dengan investasi di luar negeri.
Menjalankan proyek infrastruktur dan energi dengan lebih cepat tanpa terkendala dana dari APBN.
Pembentukan BPI Danantara menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam memperkuat peran BUMN tanpa membebani APBN. Erick Thohir tetap berkomitmen dalam mendorong efisiensi dan inovasi di BUMN, sehingga perusahaan-perusahaan milik negara bisa lebih kompetitif di tingkat global.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Danantara akan bekerja dan membawa manfaat bagi ekonomi nasional.