Mayor Teddy Tanggapi Laporan Siswa di Nias Soal Tak Ada Guru Datang ke Sekolah
Tanggal: 21 Jan 2025 21:50 wib.
Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang menunjukkan beberapa siswa SD yang mengeluhkan ketidakhadiran guru mereka di sekolah selama hampir satu bulan. Video tersebut direkam di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o Hilimbarozu, yang terletak di Nias, Sumatera Utara, dan menjadi viral setelah dibagikan oleh berbagai akun di media sosial. Dalam video tersebut, siswa-siswa dengan wajah polos dan penuh kekecewaan menyatakan bahwa mereka tidak menerima pembelajaran selama sebulan karena guru mereka tidak datang ke sekolah.
Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswa yang berbicara di depan kamera dengan perasaan bingung dan kecewa. Mereka mengungkapkan bahwa selama hampir sebulan terakhir, mereka tidak mendapatkan pelajaran apapun, karena guru yang seharusnya mengajar di kelas tidak datang. Hal ini tentu saja membuat banyak pihak merasa prihatin, terutama orang tua siswa yang mengkhawatirkan pendidikan anak-anak mereka.
Tanggapan dari berbagai pihak di media sosial pun beragam, dengan banyak warganet yang menyayangkan kondisi tersebut. Banyak yang mengecam ketidakhadiran guru sebagai bentuk kelalaian terhadap tanggung jawab profesi, sementara yang lainnya mendesak agar pihak berwenang segera menindaklanjuti permasalahan ini agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Kabinet Mayor Teddy bersama timnya langsung turun tangan untuk menangani masalah yang terjadi di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o Hilimbarozu. Mayor Teddy mengunjungi sekolah tersebut untuk memastikan kebenaran dari laporan yang beredar serta untuk melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
"Tentu kami sangat prihatin mendengar keluhan ini. Kami sudah langsung menindaklanjuti laporan ini dan mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi. Kami ingin memastikan bahwa permasalahan ini dapat segera diselesaikan," ujar Mayor Teddy dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media.
Setelah tiba di sekolah tersebut, Mayor Teddy dan timnya melakukan pertemuan dengan pihak sekolah serta Dinas Pendidikan setempat. Mereka berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari tahu alasan mengapa para guru tidak hadir mengajar di sekolah tersebut. Selain itu, mereka juga berusaha mencari solusi agar masalah serupa tidak terulang di masa depan.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Nias juga turut memberikan klarifikasi bahwa ketidakhadiran guru-guru tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah administrasi dan keterbatasan transportasi yang menyulitkan guru-guru untuk datang ke sekolah. Namun, mereka berjanji akan segera mengambil tindakan agar masalah ini segera dapat diatasi.
Mayor Teddy juga menekankan pentingnya kehadiran guru di sekolah sebagai bagian dari tanggung jawab mereka untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah terpencil. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan memberikan dukungan agar sekolah-sekolah di daerah-daerah tersebut tidak kekurangan tenaga pengajar.
Peristiwa ini tentunya juga mendapat perhatian besar dari masyarakat, terutama orang tua siswa. Banyak orang tua yang mengungkapkan rasa khawatir mereka terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka. "Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan. Anak-anak kami butuh guru yang mengajar, bukan hanya datang ke sekolah tanpa mendapatkan ilmu," ujar salah seorang orang tua siswa yang diwawancarai.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar ada upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. Salah satunya adalah dengan memastikan distribusi tenaga pendidik yang merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah yang sulit dijangkau seperti Nias.
Setelah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, Mayor Teddy berjanji akan memastikan bahwa masalah ini segera ditangani dengan serius. Ia juga menambahkan bahwa ke depannya, pihak pemerintah akan terus memonitor kondisi sekolah-sekolah yang ada di daerah-daerah pelosok untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami akan terus berusaha untuk memastikan bahwa anak-anak di seluruh Indonesia mendapatkan hak mereka untuk pendidikan yang layak, tanpa terkendala masalah ketidakhadiran guru. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi ini," tegas Mayor Teddy.
Kasus ketidakhadiran guru yang terjadi di SD Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o Hilimbarozu ini menjadi sorotan publik dan mengundang berbagai reaksi. Namun, respons cepat dari Sekretaris Kabinet Mayor Teddy bersama timnya menunjukkan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ini. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil, dapat semakin membaik.