Kebijakan Full Day School Sekolah Negeri yang Membingungkan

Tanggal: 21 Jun 2017 06:10 wib.
Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengeluarkan kebijakan sekolah negeri untuk belajar selama 8 jam di sekolah atau yang sering disebut Full Day School, banyak dikomentari oleh masyarakat.

Presiden Joko Widodo sendiri bilang, kebijakan tersebut dibatalkan. Tetapi kemarin tgl 20 Juni 2017, Pramono Anung sebagai sekretaris negara mengatakan bahwa pihak Istana tidak pembatalan dari kebijakan menteri pendidikan dan kebudayaan nomer 23 tahun 2017 tentang full day school.

Prof Muhadjir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang 200-2016,menegaskan tetap akan dilanjutkan proses sosialisai untuk belajar 8 jam di sekolah.

"Sangat lucu kalau kebijakan belajar 8 jam di sekolah dibatalkan, kan Program Penguatan Karakter itu salah satu program aksi Jokowi - JK", ucap Muhadjir Effendy.

Muhadjir Effendy yakin, bahwa kebijakan full day school tidak akan dibatalkan Presiden Joko Widodo, hanya saja penerapannya belum tahu kapan dimulai sejak pro kontra terjadi di masyarakat.

PB NU mengirimkan surat kepada pemerintah, tentang keberatan atas akan adanya Full Day School, yang akan berkurangnya sekolah di madrasah NU.

Menurut Said Aqil Siradj, Program Penguatan Karakter berbeda dengan penambahan waktu belajar di sekolah. Isu yang beredar pendidikan Agama akan dihapuskan, diganti oleh pendidikan moral.

 

 

 

 

 

 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved