Asal Usul Simbol Mata Uang Dunia: $, €, ¥, £
Tanggal: 29 Agu 2025 07:53 wib.
Di balik setiap transaksi, ada simbol-simbol yang kita gunakan sehari-hari: $, €, ¥, dan £. Simbol-simbol ini lebih dari sekadar tanda; mereka adalah cerminan dari sejarah, politik, dan budaya yang membentuk ekonomi global. Masing-masing memiliki cerita unik tentang bagaimana ia lahir dan mengapa ia menjadi representasi dari mata uang yang begitu kuat. Memahami asal usulnya membantu kita mengapresiasi perjalanan panjang dari koin fisik ke sistem keuangan modern yang kita kenal sekarang.
Simbol Dolar ($): Dari Peso Spanyol hingga Hegemoni Amerika
Simbol $ bisa dibilang yang paling dikenal di seluruh dunia. Digunakan oleh lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, simbol ini punya sejarah yang lebih tua dari Dolar Amerika itu sendiri. Asal usulnya yang paling diterima secara luas berhubungan dengan Peso Spanyol.
Di abad ke-18, ketika Spanyol menguasai sebagian besar benua Amerika, Peso Spanyol atau yang dikenal sebagai "dolar Spanyol" (koin piece of eight) adalah mata uang yang dominan dalam perdagangan internasional. Koin ini sangat populer dan beredar luas di Amerika Utara. Dokumen-dokumen pada masa itu menunjukkan bahwa pedagang sering kali menyingkat nama "pesos" menjadi "p" atau "ps." Seiring waktu, singkatan "ps" berkembang. Beberapa teori menyebutkan bahwa huruf "p" dan "s" ditumpuk menjadi satu, menciptakan garis vertikal yang menembus huruf "s." Teori lain yang populer, meskipun kurang memiliki dasar sejarah yang kuat, mengatakan bahwa simbol ini berasal dari lambang Pillars of Hercules pada koin Spanyol, yang berupa dua pilar dengan pita melilit di sekelilingnya, menyerupai huruf "S" dengan dua garis.
Apapun asal usulnya, pada akhir abad ke-18, simbol $ sudah digunakan secara luas di koloni-koloni Amerika untuk menyebut peso. Ketika Amerika Serikat membentuk mata uangnya sendiri, mereka mengadopsi nama "dolar" dan secara alami juga mengadopsi simbol $.
Simbol Euro (€): Kesatuan dan Stabilitas Eropa
Simbol € adalah salah satu simbol mata uang paling modern. Diciptakan pada tahun 1996, simbol ini dirancang untuk mewakili Eropa. Komisi Eropa mengusulkan sekitar 30 desain, dan akhirnya memilih yang sekarang kita kenal.
Simbol € terinspirasi dari huruf Yunani epsilon (€), yang merupakan huruf pertama dari kata "Eropa" (Europe) dalam banyak bahasa. Simbol ini juga memiliki dua garis horizontal yang paralel. Garis-garis ini melambangkan stabilitas Euro dan wilayah Euro itu sendiri. Desainnya sengaja dibuat sederhana agar mudah ditulis tangan dan dapat dikenali secara universal. Simbol ini secara resmi diperkenalkan pada 1 Januari 1999, saat Euro diluncurkan sebagai mata uang non-tunai, dan kemudian pada tahun 2002, saat uang kertas dan koin Euro mulai beredar.
Simbol Yen (¥): Adaptasi dari Tiongkok Kuno
Simbol ¥ digunakan untuk dua mata uang utama: Yen Jepang dan Yuan Tiongkok. Keduanya memiliki asal usul yang sama, yaitu dari karakter Tiongkok (yuán), yang berarti "lingkaran" atau "koin bulat."
Pada akhir abad ke-19, ketika Jepang dan Tiongkok berupaya memodernisasi ekonomi dan mata uang mereka, mereka mengadopsi nama "yen" dan "yuan" yang diambil dari karakter yang sama. Simbol ¥ sendiri adalah variasi dari huruf Latin 'Y' dengan dua garis horizontal. Garis-garis ini, mirip dengan Euro, sering diinterpretasikan sebagai simbol stabilitas, meskipun asal usul yang lebih sederhana menunjukkan bahwa itu hanyalah cara untuk membedakannya dari huruf 'Y' biasa.
Meskipun Yen dan Yuan menggunakan simbol yang sama, seringkali ada perbedaan dalam penggunaannya. Di Tiongkok, simbol ¥ biasanya hanya punya satu garis horizontal, sementara di Jepang seringkali menggunakan dua. Namun, dalam konteks digital dan umum, perbedaan ini sering diabaikan dan simbol ¥ secara universal merujuk pada kedua mata uang tersebut.
Simbol Pound (£): Warisan Romawi Kuno
Simbol £ memiliki sejarah yang sangat panjang dan kaya, berakar dari zaman Romawi. Simbol ini berasal dari huruf Latin 'L', yang merupakan singkatan dari kata libra. Dalam bahasa Latin, libra berarti "berat" atau "keseimbangan." Kata ini merujuk pada satuan berat kuno, libra pondo, yang secara harfiah berarti "satu pon berat."
Pada masa itu, nilai mata uang sering kali ditentukan oleh berat logam mulianya. Sistem moneter ini kemudian diadopsi oleh banyak kerajaan di Eropa, termasuk di Inggris. Ketika Inggris mengembangkan mata uang mereka sendiri, mereka mengadopsi nama pound, yang diambil dari kata pondo tadi, dan menggunakan simbol £ sebagai representasi dari libra. Garis horizontal yang melintasi huruf 'L' sering ditambahkan untuk menunjukkan bahwa itu adalah singkatan, bukan sekadar huruf. Simbol ini telah digunakan selama berabad-abad dan menjadi salah satu simbol mata uang tertua yang masih dipakai hingga kini.