Sumber foto: Google

Rahasia Terbongkar: 7 Kebiasaan Sepele yang Bikin Motormu Boros Bensin, Ini yang Tidak Dikatakan Dealer!

Tanggal: 13 Jan 2026 12:49 wib.
Bensin boros selalu menjadi masalah klasik bagi para pengguna sepeda motor, terlebih di tengah harga bahan bakar yang terus meroket. Banyak pengendara yang langsung mengira ada kerusakan besar pada mesin, padahal penyebab utamanya justru bisa berasal dari kebiasaan harian yang tampak sepele dan beberapa komponen motor yang sering diabaikan.

Walau motor terlihat normal, konsumsi bensin dapat meningkat drastis tanpa disadari. Jika ini dibiarkan terus menerus, bukan hanya dompet yang terkuras, tetapi juga komponen mesin bisa lebih cepat aus. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang membuat bensin cepat habis menjadi langkah penting agar motor tetap irit, efisien, dan nyaman dikendarai sehari-hari.

1. Gaya Berkendara yang “Liar” Diam-Diam Bikin Boros

Faktor terbesar yang sering kali membuat motor boros bensin bukan masalah teknis melainkan kebiasaan pengendara sendiri. Gaya berkendara yang agresif, seperti membuka gas secara mendadak, sering ngebut atau menggeber motor tanpa alasan, membuat mesin harus bekerja ekstra dan konsumsi bensin melonjak tajam.

Meski motor tampak prima, efisiensi bahan bakar akan tetap sulit dicapai bila gaya berkendara tidak berubah. Dalam banyak kasus, mengendarai motor dengan halus dan stabil justru jauh lebih hemat dibanding sering memacu gas secara penuh.

2. Tekanan Angin Ban Turun? Siap-siap Motor “Rakus” Bensin

Ban motor yang kurang tekanan angin atau kondisi kempes bukan hanya berbahaya, tetapi juga membuat konsumsi bensin meningkat. Saat tekanan angin berkurang, permukaan kontak ban dengan aspal menjadi lebih luas, sehingga motor terasa lebih berat dan mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan laju.

Hasilnya? Bensin cepat habis karena mesin terus dipaksa memberikan tenaga lebih dari yang seharusnya hanya untuk mempertahankan laju di jalan datar. Ini penyebab teknis yang sering diabaikan oleh banyak pengendara sehari-hari.

3. Busi Lemah: Biar Sedikit, Efeknya Berat ke BBM

Busi yang sudah mulai aus atau lemah menyebabkan percikan api di ruang bakar menjadi tidak optimal. Kondisi ini membuat proses pembakaran bahan bakar menjadi tidak sempurna sebagian bensin yang masuk ke ruang mesin tidak terbakar dengan maksimal.

Hasilnya, tenaga mesin terasa turun dan pengendara sering tanpa sadar menggenggam gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga yang sama yang justru membuat konsumsi bensin langsung melonjak.

4. Filter Udara Kotor: Musuh “Tersembunyi” Pemborosan BBM

Filter udara yang kotor dapat menjadi biang utama borosnya konsumsi bensin karena menghambat aliran udara ke ruang bakar. Mesin membutuhkan campuran udara dan bensin yang tepat untuk pembakaran jika udara terhambat, campuran tersebut menjadi tidak ideal dan pembakaran pun menjadi tidak sempurna.

Akibatnya, bensin yang masuk ke mesin tidak sepenuhnya terbakar dan sebagian justru terbuang percuma, membuat konsumsi BBM meningkat tanpa disadari.

5. Rantai Motor yang Kendur atau Belt CVT Mulai Aus

Komponen drivetrain seperti rantai yang kendur atau belt CVT yang melar juga dapat menyebabkan konsumsi bensin membengkak. Ketika rantai terlalu longgar, tarikan pada roda menjadi berat sehingga mesin harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mempertahankan laju kendaraan.

Pada motor matic, belt CVT yang sudah aus atau tidak optimal juga memiliki efek yang sama yaitu membuat konsumsi bensin meningkat dan performa mesin menjadi tidak efisien.

6. Setelan Karburator atau Injektor yang Tidak Tepat

Mesin motor yang memakai karburator atau sistem injeksi sangat bergantung pada setelan yang presisi. Jika karburator tidak diatur dengan benar atau injektor sudah mulai kotor, suplai bahan bakar bisa menjadi terlalu kaya atau terlalu miskin keduanya membuat pembakaran menjadi tidak efisien.

Pada motor injeksi modern, injektor yang tersumbat juga membuat semprotan bahan bakar menjadi tidak optimal, sehingga bensin cepat habis tanpa performa mesin yang maksimal.

7. Beban Berlebih dan Aksesoris Berat

Tidak hanya masalah mesin dan kebiasaan berkendara membawa barang berlebih atau menggunakan aksesoris berat seperti box besar di belakang motor juga dapat meningkatkan konsumsi bensin. Beban tambahan membuat mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan laju, yang berujung pada penggunaan BBM yang lebih banyak dari normal.

Boros Bensin Bukan Selalu “Masalah Mesin”, Ini Solusinya

Konsumsi bensin yang terasa boros sering kali dikaitkan dengan masalah mesin besar, padahal banyak penyebabnya berasal dari kebiasaan berkendara atau kondisi komponen yang mudah diabaikan. Dengan memahami dan memperbaiki faktor-faktor seperti gaya berkendara, tekanan ban, kondisi busi, filter udara, hingga komponen drivetrain, motor bisa kembali terasa lebih irit dan efisien.

Mengatasi boros bensin bukan hanya tentang mengisi bahan bakar lebih sedikit, tetapi soal memastikan seluruh komponen dan kebiasaan berkendara bekerja optimal. Perawatan rutin serta gaya berkendara yang bijak bisa menjadi investasi jangka panjang yang nyata bagi kantong dan umur motor.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved