Pasar EV Terus Meningkat, Periklindo Ingatkan Tantangan Besar Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
Tanggal: 4 Nov 2026 12:46 wib.
Perkembangan industri kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif. Minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat seiring hadirnya berbagai pilihan produk dan teknologi baru. Namun, pertumbuhan pasar EV tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan ekosistem pendukung agar industri kendaraan listrik dapat berkembang secara berkelanjutan.Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, mengingatkan pemerintah agar mulai mengantisipasi sejumlah tantangan yang berpotensi muncul seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Menurutnya, pertumbuhan jumlah kendaraan harus berjalan seimbang dengan pembangunan infrastruktur, ketersediaan energi, serta kesiapan sumber daya manusia.Peringatan tersebut disampaikan Moeldoko dalam gelaran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri kendaraan listrik, tetapi sejumlah persoalan mendasar perlu diselesaikan sejak sekarang.Infrastruktur SPKLU Harus Mengimbangi Pertumbuhan Pasar EVSalah satu tantangan utama yang menjadi perhatian Periklindo adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Infrastruktur pengisian daya memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat ketika menggunakan kendaraan listrik, khususnya untuk perjalanan jarak jauh.Moeldoko mengingatkan bahwa peningkatan jumlah kendaraan listrik tanpa diikuti pembangunan SPKLU yang memadai dapat menimbulkan persoalan baru. Salah satunya adalah antrean panjang kendaraan ketika pengguna membutuhkan pengisian baterai.Apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi, pengalaman masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik bisa terganggu. Bahkan, keterbatasan fasilitas pengisian daya berpotensi menurunkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan berbasis baterai.Karena itu, pemerintah dan pihak swasta perlu mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya. Perencanaan lokasi SPKLU juga harus mempertimbangkan pertumbuhan populasi kendaraan listrik, terutama di kawasan perkotaan, jalur antarkota, dan pusat aktivitas masyarakat.Pasokan Listrik Nasional Perlu DipersiapkanSelain infrastruktur pengisian daya, ketersediaan pasokan listrik nasional juga menjadi perhatian penting. Semakin banyak masyarakat menggunakan kendaraan listrik, semakin besar pula kebutuhan energi yang harus dipenuhi.Moeldoko menilai pemerintah dan PT PLN (Persero) perlu mulai menghitung kebutuhan tambahan kapasitas pembangkit listrik untuk mendukung perkembangan industri EV dalam jangka panjang.Perhitungan tersebut tidak cukup hanya melihat kebutuhan listrik saat ini. Pemerintah juga harus memperkirakan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang agar kapasitas pembangkit dan jaringan distribusi dapat disiapkan secara bertahap.Jika peningkatan konsumsi listrik tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur energi, Indonesia berisiko menghadapi persoalan pasokan pada masa mendatang.Dengan demikian, pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem kelistrikan nasional. Ketersediaan energi yang stabil menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang andal.Indonesia Berpeluang Membangun Industri EV NasionalDi tengah berbagai tantangan tersebut, Moeldoko melihat perkembangan kendaraan listrik sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan industri otomotif nasional.Selama bertahun-tahun, industri otomotif global didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE). Untuk mengejar ketertinggalan dalam industri tersebut tentu membutuhkan investasi dan kemampuan teknologi yang besar.Namun, peralihan menuju kendaraan listrik membuka peluang baru bagi Indonesia untuk membangun kekuatan industri dari awal.Peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui pengembangan manufaktur kendaraan listrik, produksi komponen, industri baterai, hingga teknologi pendukung lainnya.Dengan strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar bagi produk kendaraan listrik dari luar negeri, tetapi juga dapat menjadi basis produksi yang kompetitif.Pengembangan SDM Terampil Menjadi KebutuhanTantangan berikutnya adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian di bidang kendaraan listrik.Pertumbuhan industri EV membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus, mulai dari teknologi baterai, sistem kelistrikan kendaraan, perawatan, hingga pengembangan perangkat lunak otomotif.Moeldoko menilai pemerintah perlu memperkuat pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri.Lembaga pendidikan dan pelaku industri juga perlu bekerja sama dalam menyusun kurikulum serta program pelatihan. Dengan begitu, lulusan pendidikan vokasi memiliki keterampilan yang relevan dan siap memasuki dunia kerja.Persiapan SDM menjadi penting karena perkembangan teknologi kendaraan listrik berlangsung cukup cepat. Tanpa tenaga ahli yang memadai, Indonesia berisiko kehilangan kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam industri otomotif masa depan.Regulasi dan Riset Harus Terus DiperkuatSelain infrastruktur dan SDM, Periklindo juga menyoroti pentingnya regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi kendaraan listrik.Pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diterapkan dapat memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Aturan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), standardisasi komponen, serta pengembangan manufaktur perlu disusun secara terarah.Di samping itu, riset dan inovasi harus mendapatkan perhatian lebih besar. Pengembangan teknologi baterai, pengolahan bahan baku, hingga sistem daur ulang baterai bekas menjadi bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik.Pengelolaan baterai setelah masa pakainya berakhir juga perlu dipersiapkan untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung prinsip ekonomi sirkular.Pasar EV Indonesia Membutuhkan Ekosistem yang KuatPertumbuhan pasar EV memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi industri otomotif. Namun, peningkatan penjualan kendaraan listrik saja belum cukup untuk menjamin keberhasilan transisi menuju mobilitas ramah lingkungan.Ketersediaan SPKLU, pasokan listrik, tenaga ahli, regulasi, serta kemampuan industri lokal harus dikembangkan secara bersamaan.Pesan Periklindo menjadi pengingat bahwa keberhasilan industri kendaraan listrik membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.Apabila berbagai tantangan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik global sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.