Sumber foto: Google

Mobil Listrik Murah BYD Bakal Punya Sensor ‘Mobil Otonom’? Seagull & Dolphin Bisa ‘Lihat’ Lebih dari Sekadar Jalan!

Tanggal: 9 Jan 2026 22:20 wib.
Produsen mobil listrik asal China, BYD, kini siap membawa teknologi yang biasanya hanya ada di mobil mewah masuk ke hatchback entry-level seperti BYD Seagull dan BYD Dolphin. Dokumen uji tipe terbaru yang dirilis oleh regulator otomotif China mengungkapkan bahwa kedua model murah ini akan opsional dilengkapi dengan sensor LiDAR fitur canggih yang selama ini lebih sering ditemui di kendaraan premium dengan sistem bantuan mengemudi tingkat tinggi.

LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi sensor yang menggunakan gelombang cahaya laser untuk mendeteksi objek sekitar dengan presisi tinggi, menciptakan peta tiga dimensi lingkungan di sekitar mobil. Pemasangan sensor yang biasanya dipasang di atap kendaraan ini menunjukkan bahwa BYD tengah memperluas kemampuan sistem bantuan mengemudi ke level lebih tinggi pada mobil-mobil yang harganya jauh lebih terjangkau.

Sensor Canggih yang Dulu Hanya Ada di Mobil Mahal

Menurut informasi dari dokumen homologasi yang dibuka oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, Seagull dan Dolphin akan opsional menawarkan LiDAR di versi terbaru yang diuji untuk pasar domestik China. Jika fitur ini disetujui, ini berarti teknologi yang biasanya eksklusif pada mobil kelas atas kini mulai merambah segmen harga ekonomis.

LiDAR akan menjadi bagian dari sistem bantuan mengemudi lanjutan yang dikenal sebagai DiPilot 300 atau versi domestiknya disebut God’s Eye B. Sistem ini menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang kuat untuk memproses data secara cepat sehingga kendaraan bisa “melihat” lingkungan sekitarnya secara lebih akurat.

Sebelumnya, DiPilot 300 hanya dipasang pada model BYD yang lebih premium, termasuk model dari merek mewah Denza. Keputusan untuk membawanya ke hatchback Seagull dan Dolphin memperlihatkan strategi BYD untuk meningkatkan kemampuan ADAS (Advanced Driver Assistance System) di semua lini produknya, tidak hanya di kelas atas.

Apa Artinya LiDAR di Mobil Listrik Murah?

Pemasangan sensor LiDAR bukan sekedar gimmick atau acara “pajangan teknologi”. Sensor ini memungkinkan mobil melakukan deteksi objek yang lebih akurat terutama pada jarak yang lebih jauh, serta memahami bentuk dan posisi objek di sekitar secara 3D. Ini adalah fondasi bagi kemampuan bantuan mengemudi yang lebih baik—termasuk kemungkinan fitur Navigate on Autopilot (NOA) di jalan tol dan jalan perkotaan dalam kondisi tertentu.

DiPilot 300 sendiri punya potensi untuk memperluas fungsi bantuan mengemudi yang lebih canggih dibandingkan sistem dasar yang saat ini tersedia di banyak hatchback, seperti kendali jelajah adaptif, monitoring titik buta, atau rem otomatis darurat. Dengan LiDAR, semua fungsi ini bisa bekerja lebih mulus dalam berbagai kondisi, termasuk saat cahaya rendah atau visibilitas menurun.

Langkah Besar BYD Menuju Mobil Cerdas

Keputusan BYD untuk memasang LiDAR di Seagull dan Dolphin mencerminkan perubahan signifikan dalam arah teknologi kendaraan listrik yang semakin intelligent. Tidak hanya fokus pada motor listrik atau baterai, tetapi juga kemampuan kendaraan untuk membaca dan berinteraksi dengan lingkungannya secara real time.

Lebih jauh lagi, BYD telah membentuk tim penelitian besar dengan ribuan tenaga ahli untuk memperkuat pengembangan sistem ADAS dan kemampuan mobil otonom masa depan, serta telah menginvestasikan puluhan miliar yuan ke dalam teknologi cerdas ini. Hal ini menunjukkan tekad pabrikan untuk tidak hanya mengejar kompetisi di pangsa pasar EV global, tetapi juga memimpin dalam teknologi kendaraan pintar.

Bagaimana Dengan Pasar Luar Negeri?

Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang sudah dipasarkan di beberapa negara di luar China. Misalnya, varian Seagull bahkan dijual di pasar Eropa dengan nama BYD Dolphin G sebelum akan hadir di China.

Dengan teknologi LiDAR yang semakin terjangkau, tidak menutup kemungkinan sistem ini juga akan dibawa ke versi ekspor mobil-mobil ini—walaupun regulasi di luar China terhadap fitur semacam ini bisa berbeda tergantung masing-masing negara. Ini berarti konsumen global berpotensi mendapatkan fitur ADAS canggih di mobil listrik yang masih relatif murah.

Tantangan dan Harapan

Walaupun teknologi LiDAR dan sistem ADAS semakin maju, masih ada tantangan dalam penerapannya. Misalnya, regulasi di beberapa negara mensyaratkan pengawasan pengemudi meskipun kendaraan punya fitur semi-otonom, dan sistem semacam ini belum benar-benar menggantikan manusia saat berkendara. Namun kemajuan seperti ini jelas menunjukkan bahwa era mobil yang lebih ‘cerdas’ bukan lagi hanya milik mobil-mobil mewah.

Dengan strategi ini, BYD bukan hanya memperluas penggunaan teknologi canggih di kendaraan listriknya, tapi juga mendorong standar yang lebih tinggi untuk industri otomotif secara keseluruhan—bahwa fitur keselamatan dan bantuan mengemudi tingkat lanjut tidak harus mahal atau eksklusif.

Singkatnya, langkah BYD menghadirkan LiDAR di mobil listrik murah seperti Seagull dan Dolphin bisa menjadi game-changer di pasar EV global dan menandai masa depan kendaraan pintar yang lebih inklusif serta terjangkau
Copyright © Tampang.com
All rights reserved