Jangan Tunggu Bunyi Aneh! 7 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti Kalau Tak Ingin Celaka di Jalan!
Tanggal: 10 Jan 2026 15:55 wib.
Ban mobil mungkin tampak seperti komponen kendaraan yang sederhana, namun peranannya sangat krusial dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara. Banyak pengendara baru menyadari pentingnya mengganti ban hanya setelah muncul masalah serius, seperti mobil sulit dikendalikan atau ban pecah saat melaju. Padahal, ban memiliki usia pakai dan tanda-tanda keausan yang bisa dikenali lebih awal sebelum menyebabkan situasi berbahaya di jalan.
Kenapa Ban Harus Diganti Tepat Waktu?
Ban mobil merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Selama penggunaan, karet ban mengalami degradasi akibat tekanan, temperatur, dan gaya berkendara, sehingga performanya menurun meskipun masih terlihat tebal. Ban yang sudah melewati masa pakai rentan mengalami retak, kehilangan elastisitas, dan kehilangan cengkeraman pada jalan basah yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Merawat ban secara berkala dan menggantinya saat sudah waktunya bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan Anda dan penumpang. Berikut ini tanda-tanda penting bahwa ban mobil Anda sudah waktunya diganti.
1. Umur Ban Sudah Lebih dari 3–5 Tahun
Ban yang sudah berusia di atas tiga sampai lima tahun sebaiknya segera diganti, meskipun pola tapaknya masih terlihat tebal. Hal ini karena karet ban akan kehilangan elastisitasnya seiring waktu, sehingga lebih mudah pecah atau meletus saat digunakan.
2. Sudah Menempuh 40.000 – 50.000 Km
Produsen ban umumnya merekomendasikan ban diganti ketika kendaraan sudah menempuh jarak antara 40.000 hingga 50.000 kilometer. Jarak ini sebenarnya bervariasi tergantung jenis ban, kondisi jalan, dan gaya berkendara, tetapi secara umum ini menjadi acuan yang baik untuk mengganti ban sebelum menjadi sangat aus.
3. Ketebalan Tapak Menipis
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah kedalaman tapak ban yang menipis. Setiap ban memiliki indikator keausan tapak yang disebut Tread Wear Indicator (TWI). Ketika permukaan tapak ban sudah rata atau menyentuh indikator ini—biasanya kurang dari 1,6 mm—cengkeraman ban pada permukaan jalan akan berkurang drastis, terutama saat kondisi jalan basah, sehingga risiko tergelincir atau aquaplaning meningkat.
4. Ada Benjolan, Retakan, atau Lecet
Ban yang sehat memiliki permukaan yang halus dan utuh. Bila Anda menemukan benjolan pada sisi ban, ini bisa menjadi tanda bahwa struktur internal ban sudah rusak, yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan ban pecah secara tiba-tiba. Retakan atau lecet pada permukaan ban yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, usia ban, atau benturan dengan benda tajam juga merupakan sinyal bahwa ban sudah kehilangan kekuatannya dan perlu diganti.
5. Ban Sering Ditambal
Penggunaan ban yang sering ditambal karena kebocoran menandakan bahwa ban sudah kehilangan daya tahan dan lebih mudah rusak di kemudian hari, apalagi saat melaju di jalan yang tidak rata atau berlubang. Jika ban sudah sering ditambal, lebih baik menggantinya daripada terus menunda.
6. Getaran atau Suara Aneh Saat Berkendara
Getaran yang tidak wajar atau suara berbeda saat mobil melaju juga bisa menjadi tanda ban sudah tidak seimbang atau bahkan mulai rusak secara struktural. Hal ini sering terjadi ketika ban aus tidak merata misalnya salah satu sisi lebih cepat habis daripada lainnya sehingga mobil terasa goyah atau bergetar saat kecepatan tertentu.
7. Performa Menurun di Jalan Basah
Bila Anda merasa mobil tidak lagi cengkeram kuat saat melewati jalan yang basah atau licin, hal ini biasanya dikarenakan tapak ban yang sudah tipis. Ban yang sudah terlalu aus tidak mampu membuang air dengan baik, sehingga berisiko tergelincir saat menikung atau melakukan pengereman mendadak.
Tips Mengganti Ban yang Benar
Mengganti ban mobil dapat dilakukan sendiri terutama dalam kondisi darurat. Langkah pertama adalah memarkir kendaraan di permukaan yang datar dan mengaktifkan rem tangan. Siapkan peralatan seperti dongkrak, kunci roda, ban cadangan yang sesuai, serta sarung tangan. Setelah itu:
Longgarkan baut roda sebelum mengangkat mobil dengan dongkrak.
Angkat mobil sampai roda terangkat beberapa sentimeter dari tanah.
Lepaskan ban lama dan pasang ban baru dengan benar pada poros roda.
Turunkan mobil dan kencangkan kembali baut roda secara menyilang agar ban terpasang kuat dan seimbang.
Jangan Abaikan Ban Mobil
Ban yang aus atau bermasalah bukan hanya membuat kenyamanan berkendara menurun, tetapi bisa menjadi sumber bahaya serius di jalan. Mengenali tanda-tanda ban perlu diganti sejak dini membantu Anda menghindari kondisi yang lebih fatal seperti pecah ban di kecepatan tinggi atau kehilangan kontrol saat menikung.
Mulai sekarang, jangan hanya mengandalkan tampilan ban yang masih tebal dari luar. Selalu cek usia ban, jarak tempuh, kondisi tapak, dan tanda-tanda kerusakan lainnya secara berkala karena keselamatan Anda di jalan bergantung pada karet ban yang menempel di aspal.