Sulit Dihilangkan, Malaysia Lanjutkan Kebiasaan Buruk di Laga Kontra Kuwait

Tanggal: 26 Apr 2024 16:26 wib.
Timnas U-23 Malaysia terus mengalami kesulitan dalam menghilangkan kebiasaan buruk mereka saat berlaga di Piala Asia U-23 2024. Hukuman penalti akibat pelanggaran di kotak terlarang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan Harimau Muda.

Awal dari masalah ini terjadi ketika Malaysia mengalami kekalahan tipis 1-2 dari China dalam laga uji coba sebelum Piala Asia U-23 2024. Dalam pertandingan tersebut, kedua gol dari Tim Negeri Tirai Bambu tercipta lewat eksekusi penalti. Kejadian serupa terulang ketika Malaysia kalah 0-1 dalam laga uji coba kedua melawan tuan rumah Qatar, di mana gol kemenangan Qatar juga berasal dari tendangan penalti.

Masuk ke Piala Asia U-23 2024, harapan untuk tidak mengulangi kesalahan di laga uji coba menjadi tekad bagi Malaysia. Bek Malaysia, Ubaidullah Shamsul, menyatakan bahwa kecerobohan di lapangan harus dikurangi, karena dalam dua laga terakhir mereka memberikan tiga penalti kepada lawan. Hal ini dianggap sebagai kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki agar tidak terulang di turnamen yang lebih besar.

Namun, kenyataannya adalah kebiasaan buruk tersebut kembali terulang dalam laga pertama Piala Asia U-23 2024, di mana Malaysia kalah 0-2 dari Uzbekistan dengan gol pertama Uzbekistan dicetak melalui tendangan penalti. Laga kedua melawan Vietnam juga berakhir dengan kekalahan 0-2, dimana gol kedua Vietnam juga lahir lewat tendangan penalti. Teranyar, Malaysia kembali kecolongan lewat gol penalti saat takluk 1-2 dari Kuwait pada laga ketiga.

Dengan demikian, Malaysia tercatat tidak pernah gagal memberikan penalti kepada lawan dalam lima laga terakhir. Kebiasaan ini disoroti oleh legenda sepakbola Malaysia, Datuk Jamal Nasir Ismail, yang menilai bahwa para pemain bertahan kurang tenang dalam mengendalikan situasi berbahaya di kotak penalti.

Pelatih asal Malaysia, Wan Jamak Wan Hassan, juga menambahkan bahwa dalam situasi pertandingan penting, para pemain sudah seharusnya waspada dan berhati-hati saat berada di kotak penalti. Menurutnya, jika pemain tergesa-gesa, maka kecolongan gol mudah tidak bisa dihindari.

Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan buruk ini bukan hanya dari segi teknis permainan, tetapi juga membutuhkan kestabilan mental dan konsentrasi. Untuk itu, mungkin diperlukan perubahan dalam pola latihan atau peningkatan pengawasan dalam situasi-situasi tertentu agar kebiasaan buruk ini dapat dihilangkan.

 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved