Geger di Serie A! Suporter Lempar Flare Hingga Kiper Cremonese Tertembak di Laga Lawan Inter Milan, Pelatih Sampai Ketakutan!
Tanggal: 2 Feb 2026 22:58 wib.
Insiden mengejutkan terjadi dalam pertandingan Serie A antara Cremonese dan Inter Milan yang digelar di Stadio Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Meski berakhir dengan kemenangan 2–0 untuk Inter Milan, laga tersebut dirusak oleh peristiwa berbahaya yang menimpa kiper utama Cremonese, Emil Audero, akibat lemparan flare dari tribun penonton.Pada menit awal babak kedua, sebuah flare tiba-tiba dilempar dari sektor suporter yang berada di tribun yang umumnya diisi oleh pendukung tim tamu. Flare itu mendarat sangat dekat dengan posisi Audero yang sedang sendirian di kotak penalti, membuat ledakan keras terjadi hanya beberapa langkah dari dirinya. Momen itu membuat pertandingan dihentikan sementara karena dianggap membahayakan keselamatan pemain dan para penonton di sekitar area lapangan.Untungnya, meskipun terkena dampak ledakan tersebut, Audero, yang merupakan penjaga gawang utama Cremonese dan juga kiper timnas Indonesia, tidak mengalami cedera serius. Ia hanya mengalami luka kecil di bagian kakinya dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dipastikan mampu melanjutkan pertandingan hingga akhir.Reaksi Pelatih CremoneseSetelah pertandingan, pelatih Cremonese, Davide Nicola, buka suara terkait dengan insiden yang dialami anak asuhnya. Nicola mengaku sempat sangat khawatir ketika melihat flare meledak dekat Audero dan awalnya mengira kiper andalannya itu benar-benar terkena benda keras yang serius.“Saya melihatnya dan sangat takut,” ujar Nicola. “Saya sempat berpikir Emil terkena ledakan benda keras. Untungnya, setelah diperiksa, dia masih sanggup melanjutkan pertandingan. Tetapi ini adalah kejadian yang sangat berbahaya dan seharusnya tidak terjadi di pertandingan sepak bola.”Pelatih asal Italia ini menekankan bahwa insiden semacam ini harus menjadi perhatian serius semua pihak yang terlibat dalam olahraga. Ia menyerukan agar pihak berwenang dan organisasi liga bisa menemukan solusi efektif untuk mencegah peristiwa serupa terulang, karena tindakan tersebut jelas melampaui batasan semangat kompetisi dan keselamatan pemain.Inter Milan Kecam Aksi SuporterBukan hanya pelatih Cremonese yang memberikan tanggapan tegas. Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, juga secara resmi mengecam aksi pelemparan flare tersebut. Marotta menyebut tindakan itu sebagai sesuatu yang “bodoh” dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga yang dijunjung tinggi oleh klub serta komunitas sepak bola pada umumnya.Marotta mengatakan bahwa perilaku semacam itu tidak ada hubungannya dengan semangat kompetitif dan harus dihentikan. Ia juga mengapresiasi profesionalisme Audero yang tetap tenang dan mampu melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan medis.Pembicaraan mengenai insiden itu juga menjalar ke berbagai media dan kalangan penggemar. Beberapa pihak menyatakan bahwa oknum yang melakukan hal tersebut harus diberikan sanksi tegas, termasuk kemungkinan larangan masuk stadion dalam jangka panjang dan bahkan tindakan hukum sesuai dengan peraturan setempat.Kronologi PertandinganDi luar insiden tersebut, laga antara Cremonese dan Inter Milan tetap berlangsung sebagai pertandingan Serie A penuh kompetisi. Inter Milan tampil dominan sepanjang pertandingan dan berhasil mencetak dua gol tanpa balasan.Gol pertama datang dari sundulan tajam Lautaro Martinez pada menit ke-16, memaksimalkan umpan dari tendangan sudut yang dieksekusi oleh rekan setimnya. Kemudian, pada menit ke-31, Piotr Zielinski menggandakan keunggulan Inter dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Cremonese.Pertandingan sempat berjalan penuh tensi karena dominasi penguasaan bola oleh Inter dan upaya dari Cremonese yang tak kunjung membuahkan gol. Namun, dominasi tersebut menjadi sorotan karena juga diwarnai dengan insiden yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain, yakni ledakan flare yang menimpa Audero.Dampak pada Serie A & Tindak LanjutInsiden pelemparan flare ini memicu perdebatan di kalangan suporter dan analis sepak bola Italia. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perilaku buruk yang harus ditindak tegas oleh otoritas liga. Jika tidak ada sanksi yang jelas, kejadian serupa bisa saja terulang di pertandingan berikutnya, merusak reputasi kompetisi Serie A.Sementara itu, Cremonese yang kini berada di posisi 16 klasemen Serie A dengan 23 poin, tetap harus berjuang untuk keluar dari zona berbahaya agar menjauh dari ancaman degradasi. Di sisi lain, Inter Milan terus memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin klasemen dengan raihan poin yang signifikan, menjaga jarak dengan pesaing di papan atas.Kemenangan Inter Milan atas Cremonese di Serie A sejatinya bisa menjadi headline biasa dari pertandingan liga domestik. Namun, insiden pelemparan flare yang mengenai kiper Cremonese Emil Audero mengubah momen tersebut menjadi peristiwa yang mengejutkan dan membahayakan. Santapan dramatis ini membuat sorotan bukan hanya pada skor akhir, tetapi juga disiplin dan keselamatan dalam olahraga sepak bola Italia.