XLSmart Resmi Didirikan, Apakah Merger XL Axiata dan Smartfren Akan Lahirkan Raksasa Telekomunikasi Baru?
Tanggal: 26 Mar 2025 12:59 wib.
PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telcom (SmartTel) kini resmi menyatu dalam entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Pengumuman ini diiringi dengan tanda tangan kesepakatan definitif yang dilakukan ketiga perusahaan pada bulan Desember 2024. Persetujuan dari pemegang saham mengenai merger ini telah disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Selasa, 25 Maret 2025.
Rajeev Sethi, yang menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO XLSmart, menyampaikan bahwa penggabungan ini bertujuan untuk membentuk operator telekomunikasi yang lebih tangguh dan kompetitif di pasar Indonesia. Dalam konferensi pers yang diadakan di JW Marriot, Jakarta, Sethi menekankan komitmen perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas jaringan, serta menghadirkan layanan digital yang lebih baik untuk masyarakat.
Merger ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Nilai dari ketiga entitas sebelum digabungkan mencapai lebih dari Rp 104 triliun atau setara dengan 6,5 miliar dollar AS. Proyeksi pendapatan proforma XLSmart diperkirakan akan melebihi Rp 45,4 triliun (sekitar 2,8 miliar dollar AS), dengan EBITDA yang juga diantisipasi mencapai lebih dari Rp 22,4 triliun (1,4 miliar dollar AS).
Penggabungan ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi biaya yang signifikan, dengan estimasi pra-pajak mencapai 300 juta dolar AS (Rp 4,7 triliun) hingga 400 juta dolar AS (Rp 6,3 triliun) setiap tahun, setelah integrasi jaringan dan optimasi sumber daya rampung dilaksanakan. “Merger ini tidak sekadar menyatukan usaha, tetapi juga langkah strategis dalam membangun infrastruktur digital yang kuat, memperkuat konektivitas, memandirikan masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di kancah regional,” ucap Arsjad Rasjid selaku Presiden Komisaris XLSmart.
Setelah penggabungan, XL Axiata akan tetap menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menjadi bagian dari XLSmart. Namun, semua merek – XL Axiata, Smartfren, dan XLSmart – akan tetap hadir dalam operasional setelah proses merger selesai. Operator XLSmart dijadwalkan akan mulai beroperasi penuh pada 16 April 2025.
Ketika merger ini dilakukan, Axiata Group Berhad dan Sinar Mas akan menguasai 34,8 persen saham XLSmart masing-masing, memberikan kekuatan dan pengaruh dalam keputusan strategis yang diambil oleh perusahaan.
Sebagai bagian dari perubahan ini, susunan direksi dan komisaris XLSmart yang disetujui dalam RUPSLB juga telah ditetapkan dan terdiri dari individu-individu berpengalaman seperti Rajeev Sethi sebagai Presiden Direktur & CEO serta Arsjad Rasjid sebagai Presiden Komisaris. Susunan lengkap direksi dan komisaris menunjukkan komitmen XLSmart untuk menggabungkan pengalaman dan keahlian dari berbagai pihak guna menciptakan perusahaan telekomunikasi yang lebih efisien dan inovatif.
Dengan langkah inovatif ini, XLSmart berpotensi untuk menjadi salah satu kekuatan utama dalam industri telekomunikasi Indonesia, menjanjikan layanan yang lebih baik dan solusi digital yang lebih komprehensif bagi penggunanya. Menarik untuk melihat perkembangan selanjutnya seiring dengan pelaksanaan visi besar dari merger ini.