Waspada! Ini 9 Tips Aman Mudik Lebaran di Jalur Rawan Gempa & Tsunami
Tanggal: 23 Mar 2025 15:48 wib.
Tampang.com | Hari Raya Idulfitri tinggal menghitung hari, dan tradisi mudik Lebaran telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Setiap tahun, saat Ramadan berakhir, jutaan orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Namun, di balik suasana bahagia ini, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi darat. Salah satu isu penting yang perlu diperhatikan adalah potensi bencana alam seperti gempa dan tsunami, mengingat Indonesia terletak di kawasan yang dikenal sebagai "Cincin Api Pasifik".
Menurut data dari Pusat Seismologi Nasional (Pusgen) pada tahun 2024, Indonesia memiliki setidaknya 14 segmen sumber gempa subduksi dan megathrust, serta 402 segmen sumber gempa sesar aktif. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman gempa bumi di wilayah ini sangat signifikan dan sering kali tidak dapat diprediksi. Gempa dan tsunami dapat terjadi kapan saja, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama bagi para pemudik.
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mencatat, selama periode perayaan Hari Raya dan liburan, terdapat 16 kejadian gempa dan tsunami yang mengakibatkan kerusakan yang signifikan. Beberapa di antaranya adalah Tsunami Ambon pada tahun 1674, Gempa Semarang-Jepara pada tahun 1821, dan Tsunami Aceh yang terkenal pada tahun 2004. Data ini menjadi pengingat penting bahwa korban bencana natural dapat muncul secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.
Tahun ini, pemerintah memperkirakan bahwa arus mudik akan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Moda transportasi darat diperkirakan menjadi pilihan utama pemudik, terutama di daerah rawan gempa seperti Pulau Jawa, yang memiliki 25 segmen sesar, serta Bali dan Nusa Tenggara dengan 49 segmen sesar, dan zona Sumatra yang memiliki 56 segmen sesar. Menghadapi peningkatan jumlah pemudik ini, sangat penting bagi setiap individu untuk memahami risiko yang ada dan mempersiapkan diri.
Untuk mengurangi risiko bencana, pemudik disarankan untuk memperoleh pengetahuan mitigasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meminimalisir risiko terkena dampak gempa dan tsunami sepanjang perjalanan mudik:
1. Pahami Daerah Rentan Gempa: Pemudik perlu mengenali sebaran sesar aktif yang ada di sepanjang jalur yang mereka tempuh. Hal ini dapat membantu mereka memahami di mana potensi pergeseran tanah paling besar.
2. Hati-hati dengan Permukaan Jalan: Gempa bumi yang kuat dapat menyebabkan rekahan di permukaan jalan, yang berpotensi membahayakan kendaraan. Jika melihat jalan yang terlihat tidak stabil, sangat disarankan untuk mencari jalur alternatif.
3. Risiko Likuifaksi: Ketika gempa kuat terjadi, tanah lunak dapat berperilaku seperti cairan, menyebabkan kendaraan tenggelam atau terjebak. Pemudik disarankan untuk mengenali zona rawan likuifaksi di jalur mudik mereka.
4. Jaga Jarak Antar Kendaraan: Ketika berkendara dalam rombongan, guncangan yang disebabkan oleh gempa bisa menciptakan potensi tabrakan. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk menjaga jarak aman antar kendaraan.
5. Perhatikan Kecepatan Kendaraan: Dalam situasi yang mendesak akibat guncangan gempa, kendaraan yang melaju cepat berisiko meluncur tidak terkontrol. Jika merasa guncangan yang aneh, segera kurangi kecepatan dan carilah tempat yang aman untuk berhenti.
6. Keselamatan di Tepi Jalan: Pemudik harus berhati-hati saat memilih lokasi untuk berhenti, termasuk memperhatikan kemungkinan bangunan di sekitar yang dapat runtuh atau terlihat tidak stabil.
7. Keberlanjutan Struktur Jalan: Kejadian gempa dapat merusak struktur jalan layang, yang posisinya bisa berbahaya bagi kendaraan yang sedang melintas. Selalu pastikan berada di tempat yang aman saat berkendara.
8. Bencana Longsor: Wilayah perbukitan dapat mengalami longsoran batu setelah guncangan gempa. Hindari jalur-jalur tersebut, terutama jika terjadi hujan deras setelah gempa.
9. Ketahui Potensi Tsunami: Jika gempa terjadi di lepas pantai, ada kemungkinan munculnya tsunami. Aplikasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami dari BMKG harus diinstal dan digunakan oleh pemudik untuk memastikan keselamatan.
Dengan memahami berbagai risiko dan langkah-langkah mitigasi seperti yang diuraikan di atas, para pemudik dapat lebih siap dalam menghadapi kemungkinan bencana alam selama perjalanan. Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menekankan pentingnya kesiapsiagaan ini agar mudik tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa, kepekaan terhadap ancaman bencana harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif kita, terutama saat waktu mudik yang penuh suka cita ini.