Sumber foto: google

Upah Minimum dan Biaya Hidup di Malaysia: Mengapa Banyak Warga Indonesia Tertarik?

Tanggal: 25 Feb 2025 20:28 wib.
Malaysia telah menjadi salah satu destinasi yang banyak diminati oleh warga Indonesia yang ingin mencari peluang kerja di luar negeri. Salah satu daya tarik utama yang membuat Malaysia menonjol adalah besarnya upah minimum yang ditawarkan, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Hal ini tentunya menggugah minat banyak orang yang ingin memperbaiki keadaan ekonomi mereka dan meraih kehidupan yang lebih baik. Namun, sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di Malaysia, penting bagi calon pekerja untuk mempertimbangkan beberapa aspek penting. Faktor-faktor seperti biaya hidup, tingkat persaingan dalam mencari pekerjaan, dan adaptasi terhadap lingkungan yang baru menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. 

Biaya hidup di Malaysia bervariasi, tergantung pada gaya hidup individu dan lokasi tempat tinggal. Secara umum, dapat dikatakan bahwa biaya hidup di Malaysia cenderung lebih mahal dibandingkan dengan di Indonesia. Dalam hal ini, beberapa komponen biaya yang perlu diperhatikan adalah sewa tempat tinggal, transportasi, makanan, serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Menariknya, berdasarkan informasi terbaru, Upah Minimum Regional (UMR) di Malaysia untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar 1.700 Ringgit Malaysia (sekitar Rp6,3 juta) per bulan. Ini merupakan kenaikan signifikan dari tahun 2024 yang hanya 1.500 Ringgit Malaysia (sekitar Rp5,5 juta). Kenaikan upah minimum ini pasti menjadi magnet bagi banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berencana untuk berkarir di negeri jiran tersebut, mengingat perbedaan yang mencolok dalam hal pendapatan.

Rata-rata gaji bulanan pekerja di Malaysia juga cukup menggiurkan, berkisar sekitar 2.500 Ringgit Malaysia (sekitar Rp9,2 juta). Namun, perlu dicatat bahwa angka ini hanya sebuah rata-rata dan ada banyak faktor yang memengaruhi, termasuk sektor pekerjaan, pengalaman kerja, dan lokasi tempat kerja. Untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor pabrik, umumnya mereka akan menerima gaji sesuai dengan upah minimum yang berlaku, yang saat ini sudah mencapai 1.700 Ringgit Malaysia per bulan. Mengacu pada penghasilan tersebut, penting juga untuk mengetahui berapa rata-rata biaya hidup di Malaysia. Sebagai gambaran, biaya sewa tempat tinggal untuk apartemen berkisar antara 120-350 Ringgit (Rp414 ribu hingga Rp1,2 juta), sedangkan untuk guesthouse atau homestay bisa berkisar antara 110-320 Ringgit (Rp379 ribu hingga Rp1,1 juta). Biaya transportasi umum, seperti kereta dan bus, umumnya mencapai sekitar 50 Ringgit (Rp182 ribu) per bulan. Bagi mereka yang lebih suka menggunakan taksi, biaya ini tentu akan lebih tinggi.

Dari segi kebutuhan konsumsi, makanan juga dapat menjadi faktor yang patut dicermati. Biaya makan di restoran sederhana biasanya sekitar 15 Ringgit (Rp54 ribu) per porsi. Bagi yang ingin lebih menghemat, berbelanja bahan makanan di supermarket untuk memasak sendiri akan lebih menguntungkan. Selain itu, biaya untuk utilitas seperti listrik, air, dan internet diperkirakan berkisar sekitar 213 Ringgit (Rp777 ribu) per bulan. Jika semua perkiraan biaya hidup ini dijumlahkan, total biaya hidup di Malaysia bisa berkisar antara 500 hingga 1.000 Ringgit (sekitar Rp1,7 juta hingga Rp3,4 juta) per bulan. Namun, angka-angka tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada pilihan tempat tinggal, cara transportasi yang digunakan, jenis makanan yang dibeli, serta gaya hidup individu masing-masing.

Sebelum memutuskan untuk "kabur aja dulu", sangat penting untuk melakukan perencanaan yang matang, serta mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar tidak mengalami kesulitan setelah berada di Malaysia. Informasi yang lengkap dan akurat menjadi kunci utama agar semua harapan dan cita-cita bisa terwujud dengan baik di negara yang menawarkan banyak peluang ini.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved