Tren #KaburAjaDulu: Protes Sosial atau Solusi Hidup Lebih Baik?
Tanggal: 23 Feb 2025 14:55 wib.
Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan ramainya tagar #KaburAjaDulu. Tren ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap berbagai permasalahan dalam negeri, mulai dari tingginya biaya hidup, ketidakstabilan ekonomi, hingga kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah. Tidak sedikit yang mengutarakan keinginan untuk meninggalkan Indonesia dan mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.
Namun, seberapa realistis langkah ini? Salah satu negara di Kepulauan Pasifik, Nauru, menawarkan kewarganegaraan kepada warga asing dengan harga US$ 140.500 atau sekitar Rp 2,2 miliar. Dengan membayar biaya tersebut, seseorang bisa mendapatkan paspor Nauru yang memberikan akses bebas visa ke beberapa negara seperti Inggris, Irlandia, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Mengapa Nauru Menjual Kewarganegaraan?
Nauru, sebuah negara kecil di Pasifik, mengalami dampak buruk dari perubahan iklim, terutama naiknya permukaan air laut dan banjir yang mengancam populasi pesisir serta infrastruktur vital seperti bandara dan pusat pemerintahan. Oleh karena itu, pemerintah Nauru menggagas program penjualan paspor untuk mengumpulkan dana guna mendanai proyek "Higher Ground Nauru," sebuah inisiatif yang bertujuan merelokasi penduduk ke area yang lebih tinggi dan lebih aman.
Presiden Nauru, David Adeang, menyatakan bahwa program ini adalah langkah proaktif untuk menyelamatkan masa depan bangsa mereka. Sejak tahun 2019, pemerintah berupaya mengumpulkan dana awal sebesar US$ 65 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk membangun kota baru, mengembangkan pertanian, dan menciptakan lapangan kerja bagi warganya. Diperkirakan sekitar 90% populasi Nauru akan direlokasi sebagai bagian dari rencana tersebut.
Dampak Sosial dari Tren #KaburAjaDulu
Tren #KaburAjaDulu memicu diskusi tentang bagaimana masyarakat melihat masa depan mereka di Indonesia. Beberapa faktor yang melatarbelakangi fenomena ini antara lain:
Tingginya Biaya Hidup Kenaikan harga kebutuhan pokok, perumahan, dan pendidikan menjadi beban bagi banyak orang, terutama generasi muda. Beberapa negara seperti Jepang, Kanada, dan Australia menawarkan kesejahteraan sosial yang lebih baik, membuat warga Indonesia tertarik untuk mencari peluang di sana.
Minimnya Lapangan Pekerjaan dan Upah yang Tidak Kompetitif Meskipun Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil, banyak lulusan perguruan tinggi masih kesulitan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak. Bandingkan dengan negara-negara maju yang memiliki sistem kompensasi lebih baik dan peluang karier yang lebih jelas.
Ketidakpuasan terhadap Pemerintah Kinerja pemerintah dalam mengatasi korupsi, penegakan hukum, serta kebijakan publik yang kurang berpihak kepada rakyat sering kali menjadi pemicu ketidakpuasan yang meluas. Hal ini membuat sebagian masyarakat ingin mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain.
Kesempatan untuk Mendapatkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik Faktor keamanan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup yang lebih baik di negara-negara tertentu menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mempertimbangkan untuk pindah.
Apakah Paspor Nauru Pilihan yang Tepat?
Meskipun Nauru menawarkan kewarganegaraan tanpa syarat tinggal di negara tersebut, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:
Reputasi Paspor: Paspor Nauru memang memberikan akses bebas visa ke beberapa negara, tetapi tidak sekuat paspor dari negara-negara Eropa atau Amerika Utara.
Risiko Keamanan: Pada awal tahun 2000-an, paspor Nauru sempat digunakan oleh teroris dan pelaku kejahatan internasional, sehingga pemerintah AS menekan Nauru untuk menghentikan program ini pada tahun 2003. Kini, pemerintah Nauru mengklaim telah memperketat proses seleksi.
Biaya yang Tidak Murah: Dengan harga Rp 2,2 miliar, hanya segelintir orang yang mampu membeli paspor ini. Bagi kebanyakan orang, bekerja dan pindah ke negara lain melalui jalur resmi seperti visa kerja atau studi tetap menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Kesimpulan
Fenomena #KaburAjaDulu mencerminkan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kondisi di dalam negeri. Namun, sebelum benar-benar memutuskan untuk meninggalkan Indonesia, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kesiapan finansial, peluang kerja, serta kualitas hidup di negara tujuan.
Nauru mungkin menawarkan solusi instan dalam bentuk kewarganegaraan, tetapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Alih-alih terburu-buru "kabur," mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidup di dalam negeri atau merencanakan kepindahan ke luar negeri dengan strategi yang matang bisa menjadi langkah yang lebih bijak.