Terungkap Alasan Sebenarnya Bank Ramai-Ramai Tutup ATM di RI
Tanggal: 2 Agu 2024 22:08 wib.
Beberapa bank di Indonesia mulai mengambil keputusan untuk menutup Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mereka. Hal ini terungkap dalam Laporan Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut laporan OJK, jaringan kantor bank umum konvensional (BUK) di seluruh Indonesia tersisa sebanyak 115.539 unit per triwulan IV-2023, mengalami penurunan sebesar 4.676 unit.
Selain itu, jaringan kantor terbanyak masih didominasi oleh terminal perbankan elektronik (ATM/CDM/CRM) sebanyak 91.412 unit. Jumlah ini mengalami penyusutan sebesar 1.417 unit dari tiga bulan sebelumnya yang mencapai 92.829 unit.
Apa yang menjadi penyebab utamanya? Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo, menyatakan bahwa penurunan jumlah jaringan kantor bank yang utama, seperti ATM, juga terjadi di negara lain.
Penyebab dari fenomena ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah "kenyataan bahwa transaksi telah bergeser ke layanan digital (mobile banking dan app) yang mudah digunakan dan mudah diakses dari beragam tempat pilihan nasabah," kata Arianto.
Selain itu, biaya investasi dan perawatan mesin ATM relatif tinggi. Dari sudut pandang nasabah, Arianto juga menyebut adanya kebiasaan baru untuk menggunakan mobile banking dan aplikasi seluler untuk transaksi keuangan.
Arianto menambahkan bahwa "Penurunan jumlah mesin ATM di Indonesia merupakan fenomena yang kompleks dengan berbagai faktor yang mendasarinya. Baik dari sudut pandang bank maupun nasabah, terdapat alasan logis dan strategis di balik tren ini."
Meskipun demikian, Arianto menekankan bahwa mesin ATM masih tetap menjadi layanan penting bagi banyak nasabah, terutama di daerah yang belum memiliki akses internet yang memadai. Oleh karena itu, bank perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan nasabah, dengan tetap menyediakan layanan ATM yang aman, mudah diakses, dan memenuhi kebutuhan nasabah di era digital ini.
Arianto menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa "Pada saatnya nanti akan ditemukan kesetimbangan baru atas penggunaan layanan digital penuh, ATM, dan gerai cabangfisik."