Sosok Abdul Aziz,Kakek 80 Tahun Nikahi Gadis Usia 18,Seserahan Rp 200 Juta,Gugup saat Ijab Kabul
Tanggal: 22 Jul 2024 11:29 wib.
Abdul Aziz, seorang kakek berusia 80 tahun, menjadi sorotan publik setelah menikahi seorang wanita muda berusia 18 tahun. Perbedaan usia yang begitu jauh antara keduanya telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Prosesi pernikahan mereka yang viral di media sosial menimbulkan beragam reaksi dari warganet.
Abdul Aziz diketahui sudah berusia 80 tahun, dan pernikahannya dengan seorang gadis berusia 18 tahun telah memicu kontroversi di media sosial. Video akad nikah keduanya dibagikan oleh akun TikTok @muzaha.ibh dan menjadi viral, menunjukkan keduanya mengenakan baju pengantin berwarna putih. Pengantin wanita tersebut bernama Ayu Wulandira.
Dalam video tersebut, terlihat Abdul Aziz mengucap ijab kabul dengan terbata-bata, bahkan harus dituntun oleh orang terdekatnya. Mahar pernikahan mereka juga menjadi sorotan, dengan total mencapai Rp 200 juta yang terdiri dari uang tunai, tiga ekor sapi, dan satu unit motor.
Tidak hanya itu, kisah cinta yang melibatkan perbedaan usia yang mencolok juga terjadi di China. Seorang kakek berusia 80 tahun, bernama Li, menikahi seorang gadis berusia 23 tahun yang bernama Xiaofang. Pernikahan ini juga menjadi sorotan di media sosial China, dengan foto mereka berdua yang viral.
Kisah cinta antara Xiaofang dan Li bermula dari kebersamaan mereka di sebuah panti jompo di provinsi Hebei. Seiring berjalannya waktu, kedekatan ini berubah menjadi cinta, meskipun keluarga Xiaofang memprotes pernikahan tersebut. Namun, Xiaofang mengikuti kata hatinya dan memutuskan untuk menikah dengan Li, tanpa melibatkan keluarganya. Pernikahan keduanya berlangsung sederhana di provinsi Hebei, di mana mereka berjanji untuk saling mencintai selamanya.
Perbedaan usia yang mencolok antara Abdul Aziz dan Ayu, serta antara Li dan Xiaofang, menjadi perbincangan menarik dalam masyarakat. Reaksi dari masyarakat terhadap pernikahan tersebut pun beragam, mulai dari keprihatinan hingga dukungan.
Ada pelajaran yang dapat dipetik dari kisah cinta ini, bahwa cinta sejati tidak mengenal batasan usia, asalkan didasari dengan keikhlasan dan rasa saling menghargai. Namun, di sisi lain, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesetaraan dalam hubungan, serta kewajaran dalam perbedaan usia yang begitu jauh.
Kisah-kisah seperti ini, selain menjadi cermin realitas kehidupan, juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat, terutama dalam memahami dinamika hubungan antarindividu yang melibatkan perbedaan usia yang begitu besar. Hal ini juga menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai hubungan interpersonal yang sehat dan kesadaran akan hak-hak individu dalam menjalani sebuah hubungan.
Seiring perkembangan zaman, masyarakat dituntut untuk memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai perubahan dan dinamika dalam kehidupan sosial. Salah satunya adalah dalam menerima kisah cinta yang mungkin terkesan "di luar kebiasaan". Namun, dalam menerima perbedaan, hendaknya kita tidak lupa untuk tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam segala aspek kehidupan.