Sumber foto: Google

Ribuan Pasukan Dikerahkan, Prediksi Kekacauan El Clasico Indonesia di Bandung!

Tanggal: 9 Jan 2026 05:07 wib.
Bandung — Ketegangan menjelang El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta makin memuncak setelah Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengumumkan pengerahan sekitar 3.000 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan big match yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2026. Langkah ini merupakan salah satu pengamanan terbesar dalam sejarah pertandingan rival terbesar di sepak bola nasional dan mencerminkan kekhawatiran aparat akan potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi selama dan setelah laga. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan memimpin langsung seluruh upaya pengamanan yang dilakukan sejak awal pekan ini. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Mapolrestabes Bandung, dia menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan pertandingan berjalan dengan aman, tertib, dan bebas dari insiden. Selain melibatkan unsur Polri, pengamanan ini juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Jumlah personel yang disiapkan terbilang sangat besar. Sekitar 3.000 petugas gabungan itu ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk di dalam stadion, kawasan perimeter GBLA, serta daerah sekitar Kota Bandung. Pengamanan tidak hanya dilakukan secara fisik di lokasi pertandingan, tapi juga di sejumlah pos yang berada di akses masuk wilayah Jawa Barat untuk memantau pergerakan massa yang datang dari luar kota. Pengamanan Berlapis dan Pemeriksaan KetatStrategi pengamanan yang diterapkan bersifat berlapis dengan prosedur yang cukup ketat. Sejumlah titik pemeriksaan telah disiapkan untuk melakukan pengecekan terhadap suporter yang datang. Kapolda Rudi menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut bukan hanya dilakukan sekali, tetapi berulang kali hingga suporter benar-benar memasuki area stadion. Salah satu fokus utama pemeriksaan adalah memastikan tidak ada barang-barang berbahaya seperti senjata tajam, flare, alkohol, atau benda lain yang bisa memicu kerusuhan.Sebelum laga dimulai, stadium akan dibersihkan sejak pagi hari. Aparat gabungan bahkan akan melakukan sterilisasi di area dalam stadion guna mengurangi potensi gangguan sekecil apa pun. Langkah ini dinilai penting mengingat rivalitas kedua klub memang dikenal sangat kuat dan kerap memicu bentrokan antarpendukung bila tidak dikendalikan dengan baik. Larangan Suporter Tim Tamu dan Pengawasan SiberSebagai bagian dari upaya mengendalikan situasi, Polda Jabar juga menegaskan larangan keras bagi suporter tim tamu, khususnya The Jakmania sebagai pendukung Persija Jakarta, untuk hadir di GBLA sesuai dengan regulasi PSSI. Larangan ini diputuskan untuk mengurangi kontak langsung antara dua kelompok suporter yang sering terlibat perseteruan sengit di berbagai kesempatan. Pengawasan aparat tidak hanya dilakukan di lapangan fisik, tetapi juga di dunia maya. Polda Jabar akan memantau percakapan di ruang siber yang diduga memuat ajakan provokatif atau unsur yang bisa memicu kerusuhan suporter baik sebelum maupun sesudah pertandingan. Hal ini menunjukkan pendekatan aparat yang lebih modern dalam menghadapi ancaman keamanan di era digital saat ini. Dampak Rivalitas dan Ancaman PotensialPertandingan antara Persib dan Persija bukan sekadar duel dua tim sepak bola. Laga ini telah tumbuh menjadi simbol rivalitas sosial yang kuat di antara kedua basis suporter, yakni Bobotoh (untuk Persib) dan The Jakmania (untuk Persija). Rivalitas tersebut sering diwarnai dengan emosi tinggi, bahkan dalam beberapa kejadian di masa lalu sempat muncul insiden serius yang melibatkan suporter dari kedua belah pihak. Ancaman bentrokan antarpendukung adalah salah satu alasan utama pihak kepolisian menyiapkan strategi pengamanan terbesar untuk laga ini. Selain itu, besar kemungkinan ribuan pendukung dari luar Bandung akan datang untuk menyaksikan laga ini, baik secara langsung maupun melalui nonton bareng. Kedatangan massa dalam jumlah besar ini tentunya memerlukan pengelolaan yang hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum di sekitar stadion dan jalur transportasi menuju Bandung. Reaksi Pihak Klub dan SuporterMenanggapi pengamanan superketat ini, pihak Bobotoh sebagai pendukung Persib Bandung dilaporkan tengah menyiapkan koreografi spektakuler untuk pertandingan nanti, termasuk pertunjukan visual dan yel-yel yang menggugah semangat tim. Namun, suporter juga diimbau untuk menjaga dukungan mereka tetap dalam batas sportif tanpa unsur ujaran kebencian atau provokasi yang bisa memicu konflik.Sementara itu, pihak Persija Jakarta memilih mematuhi keputusan larangan suporter tim tamu hadir di stadion dan mendukung tim dari luar Bandung melalui layar kaca atau titik nonton bareng yang disediakan. Hal ini menunjukkan upaya kedua kubu untuk meredam potensi konflik yang dapat terjadi.  Polda Jawa Barat telah bersiap dengan skenario pengamanan yang komprehensif untuk laga Persib Bandung vs Persija Jakarta. Dengan pengerahan sekitar 3.000 personel gabungan, pemeriksaan berlapis, sterilisasi stadion, serta larangan bagi suporter tim tamu, pihak berwenang berharap duel klasik ini dapat berlangsung tanpa gangguan serius. Namun, dengan besarnya rivalitas dan potensi massa yang hadir, tantangan besar tetap ada di depan mata.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved