Sumber foto: Google

Resolusi Lingkungan 2026, Langkah Serius Kota Gorontalo Kurangi Limbah Plastik

Tanggal: 28 Jan 2026 09:02 wib.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan lingkungan yang semakin besar seperti saat ini, Kota Gorontalo mengambil peran nyata dalam upaya pelestarian lingkungan. Mengawali tahun 2026, pemerintah setempat dengan tegas mencanangkan sebuah resolusi lingkungan yang menempatkan pengurangan limbah plastik sebagai prioritas utama. Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan produksi sampah plastik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya hidup berkelanjutan demi masa depan yang lebih bersih dan sehat.https://dlhkotagorontalo.org/struktur/ menjadi salah satu referensi penting bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana struktur organisasi lembaga lingkungan di Gorontalo bekerja dalam mengimplementasikan kebijakan ini. Di dalam struktur tersebut terlihat peran berbagai unit kerja yang dibentuk untuk menangani isu sampah, mulai dari pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga program edukasi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa penanganan sampah bukan sekadar slogan, tetapi sudah dimasukkan ke dalam kerangka kerja institusi yang kuat dan terorganisir.Resolusi kurangi limbah plastik bukanlah gagasan baru bagi Gorontalo, namun momentum tahun 2026 memberikan energi baru bagi program-program lingkungan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, misalnya, menggunakan kesempatan apel kerja pertama tahun ini untuk mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas untuk memulai kebiasaan sederhana yang berdampak besar seperti membawa tumbler dan tas belanja sendiri dari rumah saat beraktivitas. Langkah kecil ini diharapkan bisa memupuk perilaku konsumsi bijak yang mampu mengurangi kebutuhan plastik sekali pakai di keseharian masyarakat.Upaya Gorontalo ini juga selaras dengan berbagai kegiatan lintas komunitas yang sudah mulai tumbuh di kota tersebut. Misalnya, ajakan kampanye “Say No To Plastic” yang melibatkan mahasiswa dan warga dalam kegiatan olahraga sambil menyebarkan pesan pengurangan botol plastik sekali pakai. Gerakan semacam ini memberi pendidikan langsung kepada masyarakat bahwa pengurangan limbah plastik bisa dilakukan tanpa perlu menunggu regulasi resmi cukup dengan kesadaran dan aksi nyata dari individu dan kelompok masyarakat.Selain itu, pemerintah kota juga meningkatkan fasilitas dan layanan publik agar dukungan terhadap program ini tak hanya berupa ajakan, tetapi juga praktik nyata di lapangan. Diharapkan, dengan tersedianya fasilitas TPS 3R di berbagai kelurahan, warga lebih terdorong untuk memilah sampah mereka sejak dari rumah. Tempat ini menjadi pusat pengelolaan sampah yang mengedepankan prinsip reduce, reuse, dan recycle, sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang secara signifikan.Tentu, pengurangan limbah plastik bukan hanya soal mengubah kebiasaan penggunaan tas plastik atau botol minum sekali pakai. Ini juga menyangkut perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah itu sendiri. Alih-alih melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak berharga, kini semakin banyak keluarga di Gorontalo yang mulai mengelola sampah mereka seperti aset — melalui pemilahan, pengolahan, hingga penjualan ke bank sampah atau diolah menjadi bahan bakar alternatif. Ini tak hanya mengurangi limbah, tapi juga membuka potensi ekonomi baru bagi warga yang aktif terlibat.Pemerintah kota pun tak tinggal diam terhadap tantangan teknologi dan efisiensi pengelolaan lingkungan. Kolaborasi dengan sektor swasta, seperti kemitraan teknologi pengelolaan limbah dengan lembaga keuangan atau penyedia teknologi lain, mulai diperkenalkan sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Upaya ini diharapkan mampu menekan biaya yang selama ini menjadi beban besar bagi pemerintah daerah sekaligus meningkatkan efektivitas operasional dalam pengelolaan sampah.Namun, kampanye dan kebijakan pemerintah saja belum cukup tanpa dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Di sinilah pentingnya partisipasi aktif warga untuk menerima perubahan pola konsumsi. Dengan perlahan-lahan mengurangi ketergantungan pada produk berbasis plastik sekali pakai, masyarakat Gorontalo berkontribusi pada visi kota yang tidak hanya bersih secara fisik, tapi juga memiliki budaya lingkungan yang kuat dan berkelanjutan.Dinas lingkungan hidup berperan sebagai garda depan dalam mengkoordinasikan berbagai program ini dari penyuluhan publik hingga penyusunan peraturan yang mendukung visi lingkungan berkelanjutan. Peran mereka sangat penting dalam membangun ekosistem sosial yang mampu mengatasi tantangan limbah plastik dengan cara yang inovatif, partisipatif, dan berdampak luas. Dukungan masyarakat terhadap kebijakan ini akan menentukan seberapa jauh resolusi ini bisa diwujudkan menjadi kenyataan konkret di tahun-tahun mendatang.
Copyright © Tampang.com
All rights reserved