Rasa Indonesia Pikat Konsumen di Pameran Industri Budaya China
Tanggal: 28 Agu 2025 14:13 wib.
Shanxi, China – Kekayaan rasa Indonesia kembali menorehkan pesona di kancah internasional. Dalam pameran industri budaya yang digelar di Provinsi Shanxi, China utara, produk makanan khas Tanah Air, khususnya kopi dan cokelat, berhasil memikat hati konsumen lokal maupun pengunjung mancanegara.
Salah satu produk yang paling banyak diburu adalah kopi luwak asal Sumatra. Perwakilan dari PT Jakar Bata Manor Indonesia menyebut bahwa kopi luwak sudah lama memiliki reputasi sebagai komoditas premium dengan cita rasa khas yang tak dimiliki kopi dari negara lain.
“Biji kopi luwak dari Sumatra sangat terkenal karena rasa uniknya. Karakter rasa yang kompleks selalu mendapat respons positif di pasar, baik dari pencinta kopi kasual maupun para penikmat kopi kelas premium,” ujar staf perusahaan.
Di zona khusus Indonesia, para pengunjung tidak hanya sekadar melihat produk, melainkan juga mencicipi langsung sampel minuman kopi luwak yang disajikan. Antusiasme terlihat dari kerumunan pengunjung yang rela antre untuk mencoba secangkir kopi. Seorang warga lokal, Nona Li, bahkan langsung jatuh hati setelah menyesapnya.
“Rasanya kaya, aromanya kuat, dan pilihannya banyak. Ada kopi instan dengan gula, tanpa gula, bahkan biji kopi mentah untuk diseduh sendiri. Saya memutuskan membeli untuk keluarga dan teman-teman,” kata Li sambil tersenyum puas.
Untuk semakin menarik perhatian pembeli, perusahaan meluncurkan paket promosi spesial. Setiap pembelian tiga kaleng biji kopi mentah, konsumen mendapatkan bonus berupa penggiling kopi manual dan cangkir seduh eksklusif. Strategi ini terbukti efektif, karena dalam waktu tiga hari saja, sudah 20 set hadiah dibagikan. Produk kopi instan pun mencatat penjualan hampir 100 kotak per hari, menandakan tingginya minat konsumen. Banyak dari mereka bahkan meninggalkan kontak agar bisa melakukan pemesanan ulang melalui layanan pengiriman.
Namun, kopi bukan satu-satunya bintang. Indonesia juga menghadirkan ragam produk cokelat lokal yang tidak kalah memikat. Di antaranya cokelat mentah, cokelat bebas sukrosa untuk konsumen yang lebih peduli kesehatan, hingga cokelat rasa melon yang unik dan jarang ditemukan di pasaran. Variasi ini disesuaikan dengan selera konsumen China yang dikenal memiliki preferensi beragam, mulai dari rasa manis intens hingga yang lebih ringan dan eksperimental.
Pameran industri budaya di Shanxi kali ini terbilang megah, dengan menghadirkan hampir 2.000 perusahaan dari lebih 30 negara. Indonesia hadir berdampingan dengan pelaku usaha dari Vietnam, Thailand, Singapura, dan negara Asia lainnya yang sama-sama melihat China sebagai pasar potensial dengan daya beli besar.
Bagi Indonesia, ajang ini tidak sekadar soal promosi produk, melainkan juga pintu masuk memperluas ekspor dan memperkenalkan nilai budaya melalui cita rasa. Kopi dan cokelat bukan hanya komoditas, melainkan juga representasi identitas dan warisan alam yang telah lama menjadi kebanggaan Nusantara.
Melalui partisipasi aktif dalam pameran seperti ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya di mata konsumen global. Kehadiran rasa autentik dari tanah Sumatra hingga biji kakao lokal yang diolah kreatif menjadi bukti bahwa produk Indonesia mampu bersaing sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pasar internasional.