Puncak Arus Mudik di Terminal Kalideres Diprediksi Terjadi pada 27 Maret 2025
Tanggal: 2 Apr 2025 14:27 wib.
Puncak arus mudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, diperkirakan akan terjadi pada tanggal 27 Maret 2025. Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen, menjelaskan bahwa puncak arus mudik biasanya terjadi pada H-3 atau H-4 sebelum Lebaran. Diperkirakan, jumlah penumpang pada puncak arus mudik ini bisa mencapai hingga 7 ribu orang. Lonjakan penumpang ini sudah menjadi tren tahunan, mengingat Terminal Kalideres merupakan salah satu terminal utama yang melayani berbagai tujuan mudik, khususnya ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra.
Untuk memastikan keselamatan para penumpang, pihak terminal mengimbau masyarakat agar memulai perjalanan dari dalam terminal resmi. Menurut Revi, bus yang berangkat dari terminal telah menjalani pemeriksaan ketat, termasuk ramp check guna memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. "Dengan berangkat dari terminal, penumpang dapat lebih aman karena kendaraan telah melalui serangkaian pemeriksaan teknis," ungkapnya. Selain itu, Terminal Kalideres juga telah menyiapkan posko kesehatan untuk memberikan layanan pemeriksaan medis bagi pemudik, yang mulai beroperasi pada 21 April 2025.
Layanan kesehatan tersebut disediakan secara gratis bagi para pemudik, dengan dukungan tenaga medis dari Dinas Kesehatan dan sejumlah puskesmas setempat. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula, serta kondisi kesehatan umum pemudik. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sopir bus, termasuk tes urin, untuk memastikan mereka dalam kondisi yang prima sebelum mengemudikan kendaraan jarak jauh. "Kami ingin memastikan sopir dalam kondisi sehat dan tidak berada di bawah pengaruh zat berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan penumpang," tambah Revi.
Keamanan juga menjadi perhatian utama dalam menghadapi lonjakan arus mudik. Terminal Kalideres akan membuka posko pengamanan terpadu mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Posko ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, serta Polsek Kalideres. Selain itu, TNI melalui Kodim Jakarta Barat dan Koramil Kalideres turut serta dalam pengamanan. Beberapa stakeholder lainnya, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, juga dilibatkan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Revi menegaskan bahwa pemudik harus berhati-hati dalam memilih moda transportasi. Bus yang beroperasi di luar terminal tidak bisa dijamin keselamatannya, sehingga berisiko bagi penumpang. "Hal ini tentunya akan berpotensi membahayakan para penumpang, karena kami tidak bisa memastikan kondisi kendaraan maupun kelayakan sopirnya," tegasnya. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan layanan transportasi resmi demi keamanan dan kenyamanan selama perjalanan mudik