Polda Jateng Hingga Pemuda Pancasila Siap Kawal Tabligh Akbar UAS di Semarang

Tanggal: 30 Jul 2018 15:32 wib.
Tampang.com - Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Semarang dalam rangka mengisi tabligh akbar di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mendapatkan pengawalan dari barisan Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Polda Jateng menghimbau kepada masyarakat agar tidak ada pihak yang memaksakan kehendak, menolak kedatangan UAS. Hal ini merespon tindakan beberapa oknum di Jawa Tengah yang menyampaikan penolakannya terhadap kehadiran UAS.

"Surat tanda terima pemberitahuan tentang kegiatan yang di Unissula itu tetap kita keluarkan dan kita berikan pengamanan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Senin (30/7).

Adapun pengawalan dan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian mulai dari kedatangan UAS di semarang hingga pelaksanaan Tabilgh Akbar. Tabligh Akbar itu sendiri bertemakan "Islam Rahmatan Lil'alamin Antara Multikulturalisme, Keislaman, dan Keindonesiaan".

Kapolda menyatakan bahwa memang ada elemen yang berupaya untuk menolak kedatangan UAS, namun bila memang ada perbedaan pendapat, tidak boleh ada pemaksaan kehendak.

"Memang ada beberapa elemen yang menolak, itu merupakan perbedaan pendapat, tidak boleh memaksakan kehendak," ujarnya.

Diketahui, tabligh Akbar sendiri dilaksanakan di Auditorium Unissula hari ini (30/7) pada pukul 13.00 WIB. Sempat, beberapa waktu yang lalu viral surat mengatasnamakan Markas Komando Jawa Tengah Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang ditujukan kepada Kapolda Jawa Tengah untuk tidak mengizinkan tabligh akbar tersebut. Bahkan, surat yang viral itu sampai menyebutkan bahwa UAS merupakan "corong dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)". HTI kini berstatus organisasi terlarang sejak berlakunya Perppu Nomor 2 Tahun 2017.


"Apabila Sdr Abdul Somad tetap hadir menjadi pembicara dalam acara tersebut, kami Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jateng akan melakukan Aksi Perlawanan," demikian kutipan dari surat tersebut, yang disertai tanda tangan "Panglima Tertinggi" PGN Dr KH Nuril Arifin Husein MBA dan Ketua PGN Jawa Tengah Mohammad Mustofa Mahendra.


Kedatangan UAS ke Semarang ini pun mendapatkan respon dari Majelis Pimpinan wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Jawa Tengah. Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan MPW PP Jawa tengah, Eko Basuki, menyatakan bahwa pihaknya siap mengerahkan 5.000 anggota untuk mengawal UAS. PP menganggap bahwa penolakan ceramah UAS adalah bentuk perusakan.

"Sekitar 5.000 anggota untuk wilayah Semarang sudah siap. Kalau secara keseluruhan, ada 50.000 anggota," kata Eko Basuki di Semarang, Jumat lalu (27/7).
Copyright © Tampang.com
All rights reserved